
Satu Minggu kemudian.
Pukul enam pagi. Hana sudah bangun lebih dulu mempersiapkan segala keperluan suaminya dan juga kedua anaknya.
Dan kini ia sudah selesai membuatkan sarapan pagi yang dibantu oleh bibi Surti. Hana kemudian menatanya dengan rapi diatas meja makan.
"Mommy." panggilnya dengan nada teriak anak laki-lakinya yang sudah bangun dan mencari sosok ibunya.
Mendengar teriakkan anaknya, Hana langsung menghentikan aktivitasnya. "Ada apa sayang, mommy lagi di dapur." ucapnya balik berteriak.
"Udah Nona ke kamar anak-anak aja, biar saya yang beresin itu." ucap bibi.
"Iya Bi, makasih ya. Ya udah saya kamar anak-anak dulu." ucap Hana langsung melangkah menemui Kendrick.
Karena ia dan Adam memutuskan untuk pindah kamar di lantai bawah, membuat ia dan suaminya juga memindahkan kamar anak anaknya di lantai bawah tepat di samping kamar mereka. Agar ia tidak kerepotan naik turun tangga, saat akan menidurkan mereka.
Ketika ia sudah mendekati kamar Kendrick dan Zoe, pemandangan pertama yang ia lihat di depan Kendrick sedang berdiri menunggunya dengan wajah bantalnya, bahkan anak tampannya itu masih terlihat mengantuk tetapi memaksakan untuk bangun.
"Sayang, kenapa kok udah bangun. Masih agak gelap di luar. Ayo tidur lagi nanti mommy bangunkan!" ucap Hana sambil menghampiri Kendrick dan mengendongnya.
Ucapan Hana mendapat gelengan kepala oleh bocah kecil itu, pertanda penolakan darinya.
"Kaka ngga mau bobo lagi nanti Kaka bisa kesiangan." ucap Kendrick dengan wajah lucunya.
Hana tersenyum sambil mengecup pipi Kendrick.
Kendrick memang anak yang begitu disiplin dan selalu mau tepat waktu saat berangkat ke sekolah, berbeda dengan Zoe yang sedikit malas untuk bangun pagi. Dan Hana memaklumi hal itu mengingat Zoe masih kecil.
"Memangnya Kaka ngga ngantuk?" tanya Hana sambil melangkah masuk kedalam kamar anak-anak.
"Little but, Kendrick bisa melawan rasa ngantuk Kendrick." ucapnya dengan lancar.
"Anak pintar, ya udah kalau gitu mommy mandikan Kaka lebih dulu." ucap Hana sambil mengusap kepala anaknya.
__ADS_1
Kendrick mengangguk lalu meminta diturunkan dalam gendongan Mommy nya.
Sementara dikamar sebelah, Adam masih terlelap begitu nyenyak. Semalam ia begadang karena pekerjaannya begitu banyak dan padat akhir akhir ini, hingga membuatnya tidur begitu larut dan bangun pun sedikit kesiangan.
Beberapa menit kemudian Hana sudah selesai memandikan dan juga mengganti pakaian Kendrick, pria tampan itu sudah terlihat rapi dengan pakaian sekolah nya.
"Kaka mau sarapan dulu atau nungguin Ade sama Daddy?" tanya Hana menatap kearah Kendrick.
"Uhmm ...." ucapnya sambil terlihat berpikir. " Nunggu Ade sama Daddy aja." ucap Kendrick sambil melangkah kearah sofa kamar.
"Ya udah, mommy mau bangunin Daddy dulu oke." ucap Hana dan diiyakan oleh Kendrick. Sebelum meninggalkan kamar kedua anaknya, ia memberikan kecupan pada putri cantiknya yang masih tertidur pulas di balik selimut bergambar kelinci itu.
"Jangan dibangunin ya ka, biar nanti mommy yang bangunin Ade." ucap Hana mengingatkan anak tertuanya.
"Iya Mom." sahut Kendrick.
***
Hana kemudian melangkah keluar meninggalkan ruangan itu. Ia melangkah masuk ke kamar mereka. Melihat matahari yang sudah mulai menampakkan wujudnya, ia pun memutuskan membangunkan Adam.
Hana mendekati tubuh Adam, ia lalu mendudukkan bokongnya di sisi ranjang sambil mengusap-usap rahang pria itu.
"Pasti papi capek banget, akhir akhir ini papi selalu begadang karena kerjaan." gumam Hana.
Merasa ada usapan lembut pada wajahnya, membuat pria itu mengerjapkan matanya dengan perlahan.
"Ughmmm, mommy." lenguh Adam sambil membuka matanya. Yang pertama ia lihat adalah wajah cantik Istri Tercintanya.
Wanita itu semakin hari semakin terlihat cantik, bahkan dalam keadaan apapun tidak bisa mengurangi kecantikannya.
Adam tersenyum lalu mengubah posisi nya menjadi terlentang sambil menatap Hana. Ia memegang pergelangan tangan istrinya yang masih mengelus rahang tegasnya tersebut.
"Kamu udah bangun? Memangnya ini udah jam berapa?" tanya Adam sambil tersenyum mengecup punggung tangan Hana.
__ADS_1
"Setengah tujuh, tadi mommy lagi buatin sarapan buat papi sama anak-anak. Oh iya, Kendrick juga udah bangun dan dia minta dimandiin lebih dulu." ucap Hana sambil terkekeh mengingat permintaan anaknya tadi.
Adam tersenyum, "Oh iya? lalu mereka berdua di mana?" tanya Adam bangkit dari posisinya, duduk berhadapan dengan istrinya.
"Kendrick sama Zoe masih di kamar. Ade masih tidur belum bangun dia." ucap Hana.
"Ya udah papi mandi dulu, bukannya hari ini papi juga harus berangkat lebih awal kan? Buat pantau proyek pembangunan?" tanya Hana.
"Hmm, iya. Maaf ya papi jadi jarang punya waktu buat kalian dalam beberapa Minggu ini." ucap Adam merasa bersalah.
"Papi ngomong apa sih, nggak kok. Mommy ngerti ini juga demi mommy dan anak-anak. Memangnya papi kerja buat siapa? Buat kita kan." ucap Hana sambil tersenyum mengusap bahu Adam.
"Iya buat kalian tapi tetap saja papi rasa bersalah karena ngga punya waktu buat kalian. Huh dan karena itu juga papi jadi jarang jengukin mommy." ucapnya dengan ucapan nyeleneh diakhir kalimat.
Hana mengyeritkan keningnya bingung. "Jengukin mommy? Maksudnya?" tanyanya tak mengerti.
"Iya papi jarang jengukin ini lagi." ucap Adam dengan tangannya menyentuh sarung sempit Hana.
Hal itu sontak membuat Hana terkekeh dan melepaskan tangan Adam dari sana yang masih terhalang pakaian.
"Lagian papi kan masih sibuk, kita bisa lakuin itu kalau papi udah punya waktu luang." ucap Hana.
"Tapi sepertinya dia pengen sekarang." ucap Adam yang sudah mendekati bibir mereka, dan bibir itu berhasil menempel pada bibir Hana.
Ciuman itupun terjadi, yang tadinya pelan semakin terasa menuntut disaat satu tangan Adam sudah berada di satu bukit kembar Hana, meremasnya dengan kuat.
"Hmmpt Pi, papi yakin mau lakuin sekarang? Nanti papi sama anak-anak bisa telat loh berangkatnya." ucap Hana menghentikan sebentar aktivitas itu.
"Nggak sampai jam kok, cuman beberapa menit saja." ucap Adam yang kembali ******* bibir Hana.
Hana pun tak bisa lagi mencegah keinginan suaminya. Tapi ia tak yakin jika aktivitas ini hanya berlangsung beberapa menit, mengingat suaminya begitu lama jika menyangkut ranjang ia akan begitu lama menyelesaikannya.
"Semoga saja Kendrick tidak akan ngambek setelah ini." batin Hana saat mengingat anaknya yang ingin diantar ke sekolah tepat waktu.
__ADS_1
Karena Hana yakin mereka tak akan tepat waktu jika Adam sudah menyerangnya seperti ini.
Dan pagi itu aktivitas panas yang sempat terjeda satu Minggu itu, kembali mereka rasakan. Adam begitu ganas dipagi ini. Terbukti dari teriakan Hana dan cumbuan yang ia berikan pada Hana.