
Pagi harinya.
Anggota keluarga di rumah besar itu tengah menikmati sarapan pagi mereka. Riuh suara terdengar begitu ramai di ruang makan, siapa lagi jika bukan karena ulah dari dua bocah mengemaskan itu yang selalu meramaikan suasana.
Kendrick dan Zoe bahkan waktu sarapan pagi pun selalu terasa lebih ramai dibandingkan kegiatan apapun.
Sementara Hana sibuk menata meja makan dengan bermacam makanan yang telah disiapkan asisten rumah tangganya sejak pagi buta. Sedangkan Adam masih berada di kamarnya.
"Kaka, Ade ayo duduk yang benar." tegur Hana pada anak anaknya lantaran melihat Zoe dan Kendrick tidak bisa diam pada tempatnya.
Mendengar teguran maminya, sontak membuat mereka langsung patuh dan duduk diam di tempat mereka.
"Baik Mommy." ucap keduanya.
Adam baru saja turun dari kamarnya dengan penampilan formal dan begitu rapi. Mengenakan jas kerja berwarna hitam dipadukan dengan kemeja lengan panjang berwarna putih yang terlihat cocok menempel di tubuh nya yang masih terlihat atletis di usia matangnya.
Hari itu dia akan ke kantor untuk mengecek beberapa dokumen penting juga sekaligus mengadakan rapat bulanan untuk bulan ini.
"Papi udah mulai kerja lagi?" Hana yang menatap Adam dengan raut bertanya tanya. Bukannya terlalu cepat untuk suaminya masuk kerja lagi? Bukan apa apa hanya saja Hana masih ingin Adam menghabiskan waktu full time di rumah bersamanya juga anak anak.
Mengingat jika pria itu sudah bekerja ia akan jarang berada di rumah, ia akan berada di rumah jika malam hari dan itu terkadang Hana sudah tertidur lelap dan tak mengetahui kepulangan suaminya.
Beberapa tahun terakhir ini Adam memang sangat begitu sibuk dengan pekerjaannya karena ia sedang melakukan pembangunan besar. Jadi mau tak mau Adam harus selalu memantaunya. Dirinya semakin sibuk seiring dengan semakin berkembang pesatnya usahanya yang bergerak di segala bidang.
"Iya mommy, hari ini ada rapat bulanan yang harus papi hadiri." jawab Adam yang menghempaskan bokongnya pada kursi di ujung.
"Ha cepat sekali papi punya waktu untuk mommy dan anak anak."
"Maaf, papi janji setelah pembangunan ini sudah rampung papi akan meluangkan waktu begitu banyak untuk kalian."
__ADS_1
"Yakin? bukannya papi akhir akhir ini banyak kerjaan? Papi juga baru saja tiba dari luar negeri karena kerjaan papi dan setelah tiba di rumah papi hanya punya satu hari untuk me time bareng anak anak dan mommy." ucap Hana sambil berjalan kearah Adam, untuk bersiap akan duduk.
Hana mengingatkan dengan wajah yang sudah terlihat tidak semangat.
Adam mendongak, Adam tersenyum menatap istrinya yang hari itu tampak cantik dengan kaus berwarna putih berpadu dengan blue jeans dengan rambut panjangnya yang di gerai indah.
"Maafin papi ya mommy, papi janji setelah ini papi akan banyak waktu dengan keluarga?" ucapnya, sambil memeluk sebentar pinggang Hana.
"Hah semoga saja." Hana menggendikkan bahu. Lalu duduk di sisi kanan suaminya, memberikan secangkir kopi hitam tanpa gula dengan satu porsi roti berselai blueberry yang sudah dia siapkan beberapa menit yang lalu.
Adam menggelengkan kepala, lalu segera meraih kopi untuk dia sesap kemudian.
"Oh iya Pi, anak anak merengek untuk ke rumah Oma dan kakeknya."
"Lalu?"
"Ya jadi mereka bisa pergi atau tidak?" Hana meminta ijin.
"Mana bisa begitu? Mereka sudah begitu tua untuk perjalanan jauh ke rumah kita. Biar mommy dan anak anak saja yang ke sana." ucap Hana tak setuju.
"Ya sudah biar papi yang antar."
"Papi kerja jadi biar mommy sama anak-anak yang pergi diantar supir. Lagipula pagi ini anak-anak masih ke sekolah terlebih dahulu baru setelah itu kita ke rumah papi dan mami." ucap Hana.
Adam seketika mengyeritkan keningnya menatap Hana. "Kenapa tidak bisa? Papi akan tetap mengantar kalian, jangan coba coba untuk pergi tanpa papi karena papi tidak mengijinkan itu." ucap Adam tegas.
Mendengar itu Hana menghela nafasnya pasrah. Beginilah nasib mempunyai suami yang posesif pada istrinya. Apa apa selalu harus bersama nya.
"Baiklah terserah papi saja." lalu menyuapkan nasi goreng pada mulanya.
__ADS_1
"Apa kamu marah?" tanya Adam yang melihat raut wajah Hana terlihat tidak semangat.
"Tidak mana mungkin aku marah pada mu papi." ucap Hana menoleh kearah Adam.
"Baguslah." ucap Adam lalu melabuhkan kecupan pada kedua pipi Hana.
"Pi masih ada pembantu di sini, kenapa harus diperlihatkan." ucap Hana dengan suara pelan.
Adam terkekeh merasa cuek dengan hal itu.
"Hore kita ke rumah Oma, kakek." sela Zoe dan Kendrick dengan gembira.
Hana dan Adam menoleh kearah kedua anak mereka, lalu kemudian mengulas senyum. "Mereka begitu rindu dengan Oma kakek nya, Pi." ucap Hana pada Adam.
"Hmm, mami akan senang mendapat kedatangan cucu cucunya." sahut Adam.
"Iya." sahut Hana tersenyum.
Hana dan Adam melanjutkan lagi makan mereka.
"Ayo habiskan sarapan kalian." ucap Adam pada anaknya.
"Baik Daddy." ucap Kendrick sambil memakan makanannya.
Sementara Zoe tak menjawabnya sebab mulutnya penuh dengan makanan dan tak sempat untuk menjawab ucapan Adam. Ia begitu serius mengunyah makanannya dengan mulut yang terlihat lucu.
Keluarga bahagia itupun menikmati sarapan mereka tanpa ada lagi percakapan.
***
__ADS_1
Like, vote, hadiah nya dan favoritkan.!