
Jangan lupa like, vote, favoritkan, dan berikan hadiahnya.☺️
****
Saat tiba di perusahaan, para karyawan wanita maupun pria sedikit heboh karena tuan mereka datang dengan membawa seorang wanita yang mereka sudah bisa tebak jika itu adalah istri dari atasannya. Mereka memang mendengar kabar pernikahan bosnya tapi belum pernah melihat bagaimana sosok wanita yang dinikahi Adam tersebut.
Dan inilah pertama kalinya mereka melihat istri Adam. Mereka benar-benar terkejut dengan istri Adam yang sangat sangat lah cantik dan seksi bahkan wanita itu masih sangat mudah. Mereka sangat mengacungkan jempol untuk selera atasannya itu.
Adam dan Hana disambut oleh para karyawannya. Mereka menunduk sopan sambil menyapa keduanya.
"Selamat pagi Tuan." ucap mereka sambil tersenyum menunduk sopan.
"Selamat pagi Tuan dan nyonya."
"Selamat pagi Tuan, nyonya."
Begitu lah kira kira karyawan Adam menyambut mereka saat berpapasan. Adam hanya menanggapi dengan wajah datar sementara Hana tersenyum saat disapa seperti itu.
Adam terus menggenggam tangan Hana seiring langka mereka. Ia acuh saja saat melihat reaksi para bawahan nya.
Adam lalu menuntun Hana masuk kedalam lift khusus CEO.
Saat Adam dan Hana sudah berlalu. Para karyawannya langsung bergosip ria membicarakan istrinya. "Gila, dia benar benar sangat cantik." kata salah seorang karyawan wanita.
"Benar istri bos kita bahkan sangat mudah tapi kenapa mereka begitu terlihat cocok, ini benar-benar gila aku bahkan lupa umur tuan Adam yang sebenarnya saat melihat istrinya tadi." sahut temannya lagi.
"Bisa tidak ya aku mendapatkan satu jenis wanita seperti istri tuan Adam? Dia benar benar seksi dan cantik dalam waktu yang bersamaan." ucap salah satu karyawan pria.
"Benar sekali."
__ADS_1
Decak kagum terus terdengar dari mulut karyawan Adam. Mereka tak henti hentinya memuji Hana yang baru pertama kali mereka lihat.
Sementara di dalam ruangan CEO. Adam tengah menuntun Hana duduk di sofa besar ruangan tersebut.
"Ruangan papi sangat besar, bahkan ruangan ini bisa dibuat sepuluh kamar." mata Hana terus menelusuri setiap sisi ruangan itu.
"Ini hanya ruangan kerja untuk apa membuat sepuluh kamar." Adam terkekeh kecil.
"Ya, Hana hanya berandai saja." ucapnya sambil menaikkan kedua kakinya di atas sofa, meluruskan kakinya di-sana.
"Apa mommy sudah lelah?" tebak Adam saat melihat Hana seperti itu.
"Sedikit tapi tidak apa apa." ucap Hana tersenyum.
"Sudah papi bilang bukan kalau mommy di rumah saja, kita juga baru saja sampai mommy sudah lelah seperti ini. Bagaimana papi bisa fokus untuk meeting nanti." omel Adam sambil mencoba memijat pelan kaki Hana.
"Hah, tapi lihat sekarang! mommy sudah kelelahan bukan." kesalnya.
"Tidak apa apa Pi. Papi bisa lanjutkan saja meeting nya. Mommy akan menunggu papi di sini." ucap Hana sambil mengelus perutnya.
"Kita akan pulang saja, papi akan membatalkan meeting untuk hari ini." ucap Adam tegas.
Sontak Hana membulatkan matanya terkejut. Membatalkan? Apa Adam tidak berpikir dua kali? Bahkan ini meeting penting yang sudah pasti membawa keuntungan besar untuk perusahaannya dan Adam dengan mudahnya ingin membatalkan pertemuan itu hanya karena mendengar Hana kelelahan.
"Tidak, papi tidak boleh batalkan meeting itu. Papi harus profesional dong Pi, masa karena hanya masalah kecil papi langsung memutuskan untuk tidak melakukan meeting penting itu. Pokonya mommy tidak mau pulang dan papi harus melanjutkan pekerjaan papi." Sahut Hana cepat dengan nada sedikit mengomel.
Adam menatap Hana dengan helaan nafas panjang. Istrinya sudah berani melawan apa yang ia ucapkan bahkan wanita itu sudah berani mengomeli dirinya. Untuk saja ia cinta.
"Mommy tidak boleh kemana mana jika papi sedang meeting, oke!" pinta Adam sambil menangkup kedua pipi Hana, menatap lekat mata coklat itu.
__ADS_1
"Iya Pi, mommy akan di sini. Tapi mommy boleh minta sesuatu?" ucap Hana sambil menaik turunkan keningnya. Hal itu lantas membuat Adam begitu gemas melihat tingkah ibu hamil di depannya.
Dengan spontan Adam mengecup dengan gemas kedua pipi Hana. "Aow papi sakit, kenapa harus digigit sih." Hana cemberut karena pipinya digigit Adam. Setelah memberikan kecupan di-sana Adam mengigit kedua pipi Hana karena gemas.
"Maaf, kenapa sejak hamil tingkah mommy buat papi jadi semakin cinta dan gemas sama mommy." ucapnya tersenyum.
"Jadi kalau Hana tidak hamil papi tidak cinta?" wajahnya semakin dibuat tertekuk dengan bibir yang maju ke-depan.
Cup
Adam malah mengecup bibir Hana. "Papi ih." sambil menepuk pundak Adam.
"Siapa yang mengatakan itu? Papi selalu mencintai kamu sejak pertama kali kita dipertemukan. Dan semakin cinta lagi sejak mommy hamil." ucap Adam.
"Ayo sekarang mommy ingin meminta apa? Biar papi kabulkan." lanjutnya saat melihat Hana yang masih cemberut.
"Hmm, Hana pengen makan soto ayam, boleh?" ucap Hana tersenyum kembali memperlihatkan giginya.
"Itu yang mommy minta?"
"Iya, memang nya kenapa Pi?" tanya Hana dengan bingung.
"Ya sudah papi akan suruh asisten papi untuk belikan buat kamu." sambil mengelus pelan rambut Hana.
"Makasih papi." ucap Hana lalu memeluk Adam.
"Sama sama, tapi ingat jangan keluar tetap di dalam sampai papi selesai meeting!" membalas pelukan Hana.
"Siap papi." sambil tersenyum dalam pelukan suaminya.
__ADS_1