Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
melepaskan kerinduan


__ADS_3

Dan tak berapa lama kemudian, Adam mendorong tubuh Hana masuk ke dalam, secepat pintu kamarnya ditutup kembali oleh Adam. Adam menyandarkan Hana di belakang pintu. Hingga punggung wanita seksi itu merapat, dan dia mengunci pergerakan Hana dengan kedua tangannya.


Kedua manik mata itu kembali saling tatap. Desiran aneh itu kembali menguasai aliran darah mereka. Adam dan Hana, sama-sama tidak bisa menahan degup jantung mereka yang berdetak dengan sangat cepat.


"Baby, Daddy rindu sama kamu. Sangat." Akhirnya, Adam bisa memeluk tubuh ini lagi setelah perdebatan mereka. Senyum tipis di bibir Hana menjadi satu-satunya hal yang membuatnya tak bisa menahan diri lagi.


Detik selanjutnya, Adam hanya bisa mengandalkan rasa rindunya yang membuncah hebat. Dengan gerakan cepat Adam menyatukan bibir mereka berdua. Mencium bibir ranum itu dengan sesapan yang begitu kuat.


Sebagaimana rindunya seminggu lebih, ini. Pria matang itu terus menyerang Hana tanpa ampun. Memberikan bukti bahwa dia benar-benar merindukan gadisnya. Dia tidak memberikan Hana kesempatan untuk menghentikan kegilaan ini, hingga pria itu menelusup kan lidahnya.


Memaksa masuk ke dalam rongga mulut gadis itu, mengabsen sederet gigi Hana yang berbaris rapih. Adam sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.


Hingga akhirnya Hana tak tinggal diam, dia memeluk erat leher Adam dan membalas pagutan dalam itu. Saling mencecap satu sama lain, menguapkan rindu yang sudah menggunung.


Sungguh, baik Adam maupun Hana, tidak ada yang ingin menghentikan aktivitas yang mulai memanas ini. Mata mereka senantiasa terpejam, menikmati sesapan yang tiada akhir.

__ADS_1


"Ugh, Daddy." lenguh Hana saat dia merasa tangan Adam tak berada di tempat yang semestinya. Tangan nakal itu mulai merayapi tubuhnya dengan gerakan sesuka hati, gerakan yang membuat Hana selalu dimabuk kepayang. Adam selalu tahu, bagaimana membuat dia merasa melayang.


"Sayang, beri aku kesempatan, aku akan menjelaskan semuanya." ucap Adam ditengah nafasnya yang terdengar memburu, bahkan menyapu wajah Hana yang sudah terlihat memerah.


Hana meneguk ludahnya, dan dia pun mengangguk. Siap tidak siap, dia memang harus memberikan Adam kesempatan untuk memberitahu masalah yang terjadi.


Hana mengangguk mengiyakan. Adam tersenyum lebar. Pria matang itu mengecupi bibir Hana berulang ulang, sementara tangannya sudah melingkar sempurna di pinggang ramping Hana.


"Tapi Daddy akan melakukan ini dulu, dia juga merindukanmu, sayang." Ucap Adam dengan menatap ke bawah sana.


Menggigit dagu Hana, dan menyesapnya. Padahal dalam hati Hana pun merindukan sentuhan Adam. Sentuhan yang dia kagumi dan dia dambakan.


Hingga Hana merasakan tubuhnya terangkat, Hana pun semakin mengeratkan pelukannya pada leher Adam. Kedua tatapan itu bertemu, dan menghasilkan sebuah senyum.


Adam membawa tubuh gadisnya naik ke atas ranjang king size tersebut. Dengan cepat pria itu sudah mengungkung tubuh gadisnya. Tangan Hana masih melingkar di sepanjang leher Adam.

__ADS_1


Menjadi awal di mana mereka memulai semuanya. Karena tiba-tiba Jerry nya sudah menemukan di mana rumahnya berada. Jerry yang semula hanya bisa terlelap kini terlihat begitu tegak dan berurat, saat mendapati rumahnya yang siap untuk dihuni.


Rumah lembab yang sudah tidak dia singgahi selama seminggu lebih masih terasa sama, hangat dan menggairahkan, hingga benar-benar mampu memberinya kenikmatan yang sempurna.


Adam memaju-mundurkan tubuhnya, dan terdengar juga lenguhan dan derit ranjang yang bersahutan, seolah sedang memberinya semangat.


"Sayang, aaaaa ...." Adam tak dapat menafsirkan lagi bagaimana kenikmatan ini, dia benar-benar dibuat mabuk oleh himpitan di bawah sana. Terasa sangat sempit, dan memijat miliknya.


D*d* Hana membusung, dan hal itu membuat Adam semakin menjadi. Pria matang yang tengah gencar-gencarnya melepas rajin Jerry segera menggigit salah satu buah.


"Ah, sayang. Kamu membuat Daddy gila." Pekik Adam. Dan Adam terus memacu tubuhnya. Suara gesekan itu membuatnya mendesaah hebat, dia semakin menghujam rumah Hana dengan Jerry yang mematikan, hingga bibit-bibit itu menyemai, menyinggahi rumahnya.


"Aaaaahhh." desaah keduanya, setelah satu pelepasan yang mereka dapatkan. Hana memeluk leher Adam erat, dan pria itu senantiasa menyusupkan wajahnya di antara ceruk leher Hana.


Kedua nafas mereka saling memburu. Pelepasan itu benar-benar membuat seluruh urat syaraf mereka menegang, lalu terhempas, hingga menyisakan rasa lemas. Dan setelah itu, Adam berbaring di samping tubuh Hana. Keduanya saling memeluk dan berbagi selimut.

__ADS_1


__ADS_2