
Jangan lupa like, vote, hadiahnya dan favoritkan!
Selamat membaca ☺️ ...
***
Dengan bermodalkan YouTube, Adam akhirnya selesai memasak nasi goreng yang diinginkan Hana. Hana sedari tadi menatap suaminya yang serius melakukan kegiatannya, dapur sedikit berantakan karena ulah Adam.
Ia duduk di kursi mengelus perutnya sambil tersenyum melihat Adam, pria itu begitu telaten menyiapkan makanan untuk Hana. Adam lalu membuka celemek dari tubuhnya kemudian beralih memindahkan nasi goreng yang sudah matang ke sebuah piring.
Adam lalu berjalan kearah meja meletakkan nampan itu di atas meja tepat didepan Hana. Hana sudah tidak sabar ingin mencobanya, sedari tadi ia terus menelan ludahnya ngiler saat aroma masakan itu tercium dari indera penciuman nya.
"Nasi gorengnya sudah jadi." ucap Adam tersenyum lalu mengusap sebentar rambut Hana.
"Aku sudah tidak sabar ingin memakannya." ucap Hana menatap sebentar kearah Adam.
"Jika tidak enak jangan dipaksakan untuk makan karena papi tidak yakin jika nasi gorengnya akan enak." ucap Adam.
"Enak papi, dari baunya saja aku sudah tahu." ucap Hana. Tangannya sudah akan siap mencoba masakan itu tapi dengan cepat Adam menghentikannya.
"Kenapa?" Hana menatap bingung suaminya.
"Pakai sendok! tunggu biar papi ambilkan." ucap Adam.
Hana tersenyum lalu mengangguk. "Cepat Pi, aku tidak sabar lagi." dengan sedikit merengek.
Adam lalu memberikan sendok kepada Hana saat sudah mengambil benda tersebut. Dengan cepat Hana lalu menyendok kan makanan kedalam mulutnya.
Saat satu suapan berhasil masuk kedalam mulut Hana, ia menghentikan kunyahan nya lalu menatap kearah Adam yang sudah duduk di depannya.
Pria itu sudah terlihat was was takut masakan yang dimasak tidak enak dan sudah dipastikan Hana akan menangis dan terus merengek ingin menggantinya. Hah baru membuat itu saja ia sudah merasa lelah apalagi jika Hana menyuruhnya untuk memasak lagi dipastikan Adam akan mengangkat kedua tangannya ke atas tanda ia sudah menyerah.
"Apa tidak enak?" tanya Adam ragu ragu.
"Hmmpt enak banget Pi, kenapa bisa seenak ini? Bahkan papi baru pertama kali melakukan ini." Hana memuji. Memang apa yang ia ucapkan adalah benar ia tidak menyangka kalau nasi goreng buatan suaminya seenak ini.
Adam tidak percaya dan mengambil sendok ditangan Hana, ia lalu menyendok sedikit makanan itu lalu memindahkan kedalam mulutnya.
__ADS_1
Beberapa detik ia mengunyah. "Iya enak." ucapnya dengan mulut yang terus mengunyah.
"Benarkan, apa mommy bilang masakan papi tu enak. Tau begini setiap hari aku nyuruh dibuatkan nasi goreng oleh papi." ucap Hana tersenyum.
Beda dengan Hana, Adam malah membelalakkan matanya terkejut. Masak setiap hari? Hah tidak lagi, ia tidak ingin mencoba hal itu lagi.
"Papi kenapa?" tanya Hana saat melihat ekspresi Adam.
"Ah tidak, ayo makan lagi lalu setelah itu kita kembali naik. Mommy jangan terlalu begadang." ucap Adam mengalihkan pembicaraan.
Hana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan makannya. Adam dengan setia menemani Hana, menatap Hana yang makan dengan lahap. Wanita hamil itu semakin cantik berkali kali lipat. Bahkan postur tubuhnya tidak berubah hanya perutnya saja yang membuncit karena hamil.
Kecantikannya semakin bertambah seiring kehamilannya bertambah. Tangannya terangkat mengambil sisa sisa nasi yang menempel di sudut bibir Hana.
"Makanya pelan pelan saja." ucap Adam tersenyum, ia begitu gemas melihat Hana.
"Ini terlalu enak papi." ucapnya dengan manja.
Bahkan wanita itu semakin manja di usia kehamilan tiga bulan ini. Hana akan menangis dan merengsek seperti anak kecil jika permintaannya tidak dituruti. Ia semakin manja pada suaminya, hal itu membuat Adam senang karena Hana ingin dimanja olehnya.
"Papi tidak makan?" Hana bertanya.
Sedari tadi Hana tidak membujukkan suaminya makan tapi setelah tersisa sedikit ia malah membujuk pria itu. Dasar ibu hamil.
"Hehehe maaf Pi, Hana khilaf." sambil tertawa kikuk memperlihatkan giginya.
Adam menyodorkan segelas air untuk Hana. "Minum dulu." Hana lalu meneguknya hingga tandas.
"Hah, rasanya senang karena keinginan mommy terpenuhi." lega Hana sambil menyodorkan piring dan gelas bekasnya kearah Adam. Adam lalu mengambil nya memindahkan di tempat cuci piring.
Hana mengusap perutnya, menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil menunggu suaminya.
Beberapa detik kemudian. "Ayo mommy! Kita kembali ke kamar." ucap Adam menyodorkan tangannya kepada Hana.
"Ayo." senyum Hana lalu memberikan tangannya untuk Adam genggam.
"Mommy capek Pi." keluh Hana saat berada di depan tangga.
__ADS_1
Adam yang mengerti dengan cepat meraih tubuh Hana menggendongnya ala bridal style, pria bertato itu lalu melangkah naik.
Setelah sampai di dalam kamar. Adam menurunkan tubuh Hana di-atas ranjang dengan pelan. Adam menyandarkan Hana di sandaran ranjang.
Setelah selesai ia lalu merangkak naik keatas kasur. "Apa kita langsung tidur?" tanya Hana saat melihat suaminya sudah berbaring telentang sambil menarik selimut.
Adam menoleh. "Kita harus tidur, ini sudah begitu larut." ucap Adam menarik pelan tubuh Hana untuk berbaring mendekati dirinya.
"Tapi Hana pengen di usap usap." ucapnya manja sambil menatap wajah Adam yang begitu dekat dengannya.
Mereka tiduri menyamping saling berhadapan dengan Adam memeluk pinggang Hana. "Sini papi usap." Adam kemudian mengusap punggung Hana.
"Tapi bukan di punggung Pi, Hana pengen di sini." sambil menunjuk kearah buah melon nya.
glek
Adam menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat Hana menunjukkan tempat itu. Bahkan Hana sudah berubah agresif yang sudah pasti menguntungkan dirinya.
"Papi tidak mau melakukannya? Hana pengen di usap Pi." manja Hana.
"Iya iya ayo papi usap." ucap Adam lalu menurunkan tali lingerie Hana hingga memperlihatkan kedua buah itu yang begitu membesar.
Hana begitu menatap lapar. Entah kenapa sudah setiap hari ia melihat itu tapi tak membuatnya bosan, ia malah semakin suka dengan keduanya.
"Kenapa cuman di tatap Pi?" Hana menatap heran.
"Ayo diusap biar mommy bisa tidur." ucap Hana.
Dengan perlahan Adam mengusap usap pelan di-sana dengan gerakan lembut. Hana begitu menikmati tangannya sudah memeluk leher Adam dengan posesif. Cukup lama Adam melakukan nya hingga kemudian membuat wanita hamil itu tertidur.
Adam tersenyum lalu mendekati wajah Hana, memberikan kecupan di bibir dan juga kening istrinya.
"Good night," Ia lalu turun perlahan di perut Hana mengecup di-sana.
"Tenang tenang di sana baby agar mommy kamu tidak terbangun lagi." dua kecupan ia berikan diperut Hana.
Adam lalu mengangkat wajahnya dari situ. Ia kemudian memperbaiki tali lingerie Hana seperti semula tapi sebelum membenarkan tali itu Adam mencuri kesempatan dengan menyesap sebentar buah Hana secara bergantian hingga beberapa detik kemudian Adam lalu menarik keatas tali itu dan kembali memeluk Hana.
__ADS_1
Mengusap punggung Hana dengan sayang. Cukup lama ia menunggu kantuknya hingga kemudian mata tajam itu perlahan terpejam, mengikuti istrinya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mimpi.