Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat

Cinta Terlarang Antara Ayah Dan Anak Angkat
BONCHAP. 4


__ADS_3

Adam dan Hana juga kedua anak mereka sudah berada di mobil untuk kembali pulang. Anak anak terlihat bermain di dalam mobil. Adam dan Hana duduk bersama anak anak mereka di kursi belakang sementara Aryo yang menyetir mobilnya.


Adam tengah memeluk pinggang Hana dari samping. Dengan Hana yang menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


Mobil itu dipenuhi dengan suara kedua anak mereka yang asik memainkan mainan robot dan juga boneka milik keduanya.


"Itu namanya apa Kendlick?" tanya Zoe sambil menatap mainan yang dimainkan Kendrick.


"Ini namanya Ironman." ucap Kendrick.


"Sayang jangan panggil Kendrick, panggil Kaka sayang." ucap Hana membenarkan panggilan anaknya.


Zoe mengerucutkan bibirnya. "Iya mommy." ia lalu kemudian kembali lagi memainkan Barbie dan boneka kelincinya.


Adam dan juga Hana terkekeh melihat kedua anak anak mereka.


"Zoe kalau Ironman sama Barbie bertarung siapa yang akan menang?" tanya Kendrick sambil tersenyum jahil.


"Tentu saja Barbie milik Zoe, dia begitu kuat karena mempunyai kekuatan. Apa Kaka tau?"


"Tidak Kaka tidak tau karena kamu belum memberitahukan Kaka." sambil terkekeh.


"Ih Kaka! Mommy, Daddy Kaka nakal!" adu Zoe pada mami dan Daddy-nya. Wajahnya terlihat cemberut merasa kesal pada saudaranya itu.


"Kendrick jangan gitu sama Ade. Dengarkan dulu penjelasan Zoe." bela Adam pada anak perempuannya.


"Baiklah Daddy." ucap Kendrick mengalah.


Mendapatkan pembelaan pada daddy-nya, Zoe pun tersenyum kembali.


"Jadi Zoe ingin mengatakan apa?" tanya Kendrick sambil bersandar pada sandaran kursi mobil itu.


"Jadi Barbie Zoe itu punya kekuatan supel, dia akan mengalahkan robot milik Kaka." ucap Zoe dengan wajah gemas. Bahkan anak cantik itu begitu serius mengatakan hal itu.


"Super, bukan supel." Kendrick membenarkan ucapan adiknya yang salah.


Seketika Zoe akan menangis karena merasa tersinggung dengan ucapan kakaknya. Bukan tanpa sebab ia merasakan itu pasalnya anak cantik itu belum bisa mengatakan huruf R dengan benar.

__ADS_1


"Mommy," Zoe pun berpindah duduk ke pangkuan Hana, ia sudah berkaca-kaca karena ulah Kaka nya.


"Cup cup, nggak Kaka kamu cuman ingin membenarkan ucapan Zoe biar Zoe tidak keliru nak." ucap Hana dengan lembut.


Adam melepaskan pelukannya pada pinggang Hana.


"Ayo sini sama Daddy!" ucap Adam merentangkan tangannya kearah Zoe. Zoe pun berpindah ke pangkuan Daddy-nya.


Hana tersenyum lalu mengarahkan pandangannya kearah Kendrick. "Sini sayang di pangkuan mommy, kalian harus bisa akur jangan saling berantem ya, oke!" ucap Hana menasehati anak pertamanya. Ia memindahkan Kendrick di-pangkuannya.


"Baik mommy." ucap Kendrick.


Adam menatap istrinya sambil tersenyum. Ia senang anak anak mereka begitu patuh mendengar ucapan Maminya. Itu semua juga tak luput dari didikan istrinya tersebut, dia begitu berperan besar untuk anak anak mereka.


"Dan Zoe juga harus seperti itu." ucap Adam sambil mengelus pipi chubby milik Zoe.


"Iya Daddy." ucapnya tersenyum mendapatkan kecupan dari Daddy-nya.


Sementara Aryo yang sedari tadi menyetir itu tersenyum dibalik kaca spion karena melihat betapa hangat keluarga majikannya itu.


Adam mengecup istri dan anak anaknya secara bergantian. Mereka begitu terlihat begitu bahagia dengan kehadiran anak anak yang begitu lucu.


Memang ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga mereka tapi mereka sebisa mungkin, menyelesaikannya dengan kepala dingin.


Adam menatap wajah Hana sambil tersenyum satu tangannya menggenggam tangan Hana sambil mengecupnya dengan sayang. "I love you."


Hana tersenyum manis. "I love you to, papi." ucap Hana.


Sementara kedua anak anak mereka sudah terlihat memejamkan matanya karena kantuk.


***


Mobil yang membawa keluarga kecil itu tengah sampai di rumah mereka. Hampir dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai juga ke rumah.


Anak anak terlihat tertidur begitu pulas dalam perjalanan. Bahkan hingga tiba pun mereka tak terbangun sama sekali.


"Biar papi yang gendong mereka. Mami bawah saja tas Ade sama Kaka." ucap Adam sambil meraih satu persatu tubuh Kendrick dan Zoe. Keduanya berada di sisi kiri dan kanan Adam.

__ADS_1


Tubuh kekar Adam itulah membuat ia mudah mengendong kedua anaknya sekaligus. Sementara Zoe dan Kendrick tak terusik, mereka malah terlelap di pundak Daddy-nya.


Adam menunggu istrinya yang sedang mengambil tas milik Zoe dan Kendrick di dalam mobil. Hana lalu menghampiri Suaminya, kemudian Keduanya pun berjalan beriringan masuk kedalam rumah.


"Selamat datang Tuan, Nona." ucap bi Surti yang berada di ruang tamu.


Ucapan bibi dibalas senyuman oleh Hana dan juga Adam. Keduanya pun masuk kedalam kamar.


Di kamar Kendrick dan Zoe, Adam membaringkan tubuh terlelap itu di ranjang mereka masing masing. Ia mengecup sebentar dahi anak-anak lalu membenarkan posisi tidur mereka.


"Selamat tidur siang malaikat kecil Daddy." ucapnya tersenyum.


Adam pun meninggalkan kamar itu dan beralih masuk ke kamar mereka menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk.


Saat sudah di sana, Adam mendapati Hana tengah melepaskan pakaiannya. Terlihat akan memasuki kamar mandi.


"Mami, mau kemana?" tanya Adam menghampiri istrinya. Hana menoleh sambil tersenyum.


"Mami mau mandi, soalnya badan mommy lengket seharian di luar." ucap Hana.


"Papi juga ikut." ucap Adam sambil tersenyum nakal. Dengan cepat melepaskan pakaiannya hingga tubuh berotot itu terlihat polos.


Hana sedikit terkejut. "Astaga udah tahu ini bakalan ke mana kalau udah mandi berdua gini." ucap Hana dalam hati.


"Ayo mommy." Adam menyadarkan Hana dari lamunannya.


Ia menarik tangan Hana masuk kedalam kamar mandi. Dan sudah tau bukan apa yang akan terjadi selanjutnya?


Baru beberapa menit mereka masuk sudah terdengar suara suara aneh di dalam sana. Suara erangan merek saling bersahut sahutan.


Heumpt, aaaa sssst!" erang Hana sambil menguatkan pegangannya pada leher Adam, seiring hentakan di bawah sana.


Keduanya bercinta saling berhadapan dengan gaya berdiri. Adam menahan bokong Hana agar tidak terjatuh, sesekali meremasnya.


"Sssst mommy masih tetep sempit, walau punya dua anak." ucap Adam dengan tatapan sayu.


"Aaaa papi!"

__ADS_1


Begitulah kira kira aktivitas mereka di dalam kamar mandi itu. Saling menyalurkan kenikmatan dengan penuh cinta.


__ADS_2