
" Tidak Mama tidak, aku tidak mau melakukan itu...." teriak Khayra yang menolak permintaan Mama tiri nya.
" Kenapa harus Khayra saja yang berkorban sedangkan Mama dan Kinan yang terima hàsilnya"ucap lagi Khayra dengan air mata mengalir deras kali ini.
" Apa kamu lupa kita sudah tidak punya apa-apa lagi untuk di jual dirumah ini untuk membayar hutang-hutang kita buat pengobatan Ayah kamu yang sudah mati itu " ucapa Mama yang sedikit membentak.
" Tapi Ma...." jawab Khaira.
__ADS_1
" Sudah lah Khay turutin aja usulan Mama toh tidaknya terlalu sulit dijalankan kamu cukup datang ke Hotel XXX dan bertemu dengan Om Frendi lalu kamu turutin keinginannya, mudahķan" sambung Kinan yang menyela ucapan Khaira yang belum selesai iya katàkan dengan nada santainya yang sedari tadi duduk santai disofa sambil membersihkan kuku tangannya.
" Kenapa tidak kamu saja yang pergi kesana kalau itu tidak terlalu sulit " ucap Khayra geram sambil melangkah pergi meninggalkan Mama dan Kakak tirinya.
" Khay...Khay...Khay " teriak Mamanya yang tidak dipedulikan oleh Khaura.
"Ma... bagài mana ini apa yang harus kita lakukan dia menolak usulan Mama " tanya Kinan yang berdiri dan mendekati Mamanya.
__ADS_1
"Kamu tenang saja Mama punya rencana dan kali ini dia tidak akan bisa menolaknya malam ini kita akan jalankan " jawab Mama dengan senyum licik dan raut wajah yang jahat.
Di tempat lain tepatnya disebuah kamar tidur yang bersih dan nyaman Khayra duduk sambil memeluk lututnya di samping tempat tidurnya dan menangis.
" Ayah, Ibu apa yang harus Khayra lakukan kenapa Khaira harus tersiksa dan menderita seperti ini. Ayah, Ibu Khaira kangen Khaira ingin bertemu Ayah dan Ibu, kenapa kalian meninggalkan Khaira sendiri....." ucap Khaira didalam hati dan menangis sejadi jadinya.
Setelah lelah menangis Khaira pun akhirnya tertidur sampai- sampai dia tidak sadar kalau dia tertidur dilantai.
__ADS_1
Hai teman-teman ini karya novel aku yang pertama mohon dimaklumi untuk kata-kata yang typo ya dukung terus novel ku ini agar semakin semangat dan lebih baik kedepannya. see you....