CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
HANA....


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyinari disebuah ruangan yang terlihat serba putih dan bersih tampak Khayra berbaring di atas ranjang dengan selang infus yang menempel pada tangannya Khayra, dengan perlahan dia membuka matanya dan terlihat terkejut sambil memengang perutnya.


" Oh ternyata kamu baik-baik saja dan ada dimana aku...?? Oh dirumah sakit rupanya. tapi tunggu dulu bukanya aku tadi malam sedang dijalan sendirian dan pingsan, tapi siapa yang membawa aku kesini "


Dengan perasaan yang sulit ia rasakan saat ini Khayra mengingat dan bertanya-tanya apa yang terjadi tadi malam dan siapa yang membawahnya kesini saat sedang bergelut dengan pikirannya Ketukan pintu sedikit mengejutkan Khayra ternyata seorang dokter dengan diikuti seorang perawat dibelakangnya


"Selamat pagi Nona, apa anda sudah lebih baikan ?." Ucap dokter itu ramah kepada Khayra


" Alhamdullilah dokter sudah lebih baik" jawab Khayra


"Bagus kalau begitu. Sebelumnya saya akan periksa dulu keadaan Nona hari ini ya ".


Saat ini Dokter sedang memeriksakan keadaan Khayra dan anaknya, setelah selesai dokter memeriksa keadaan Khayra dokter tersebut memberi tau pemeriksaannya.

__ADS_1


"Baik lah Nona untuk saat ini keadaan Nona dan kedua anak Nona baik-baik saja mereka berdua sangat sehat " ucap Dokter tersebut.


" Apa Dok ? Mereka berdua ? Jadi maksud Dokter bayi saya kembar ?". Ucap Khayra dengan mata berkaca-kaca antara sedih atau senang dia tidak tau tentang perasaannya saat ini, sedih karena dia tidak tau kalau dia hamil anak kembar atau senang karena dia mendapat dua malaikat sekaligus.


"Benar Nona anda mengandung bayi kembar Nona dan nanti anda pun sudah diperbolehkan pulang karena kondisi anda sudah baik-baik saja, tapi ingat walaupun semuanya baik anda harus jaga kandungan anda dan jangan terlalu banyak pikiran dan stres ya Nona" ucap Dokter tersebut panjang lebar.


" Baik Dok." Jawab Khayra.


"Ada lagi yang mau ditanyakan Nona ?" Tawar Dokter tersebut lagi.


"Oh kalau itu orangnya sedang menunggu di luar Nona, nanti anda tanyakan sendiri pada nya. kalau gitu saya permisi dulu Nona." Ucap dokter tersebut.


Setelah dokter itu keluar ketukan pintu terdengar lagi tanpa menunggu jawaban dari Khayra muncul seorang gadis yang sangat cantik tersenyum nyengir seperti kuda dengan setelan hijab yang dia kenaka menurut Khayra Gadis ini sangat imut. Gadis itu berjalan masuk dan mendekat ke Khayra untuk menyapanya dengan sedikit kikuk.

__ADS_1


"Mmm...Hay perkenalkan nama ku Hana "ucap gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya kepada Khayra.


" Hay juga aku Khayra senang bertemu dengan " ucap Khayra tersenyum sambil membalas uluran tangan Hana.


"Mmm.... sebelumnya aku minta maaf karena aku yang membawamu kerumah sakit ini, aku melihat mu pingsan dipinggir jalan jadi aku sangat panik tanpa berpikir panjang jadi aku membawamu kesini, jadi mau kan kamu memaafkan ku " ucap Hana sedikit memohon dan menunjukan poppy eyes nya yang menurut Khayra Hana sangat imut.


"Hahahaha...aduhhh kamu imut bangat si Hana. Iya tidak apa-apa kok malahan aku sungguh berterima kasih karena kamu sudah menolongku tadi malam." Ucap Khayra.


"Iya Khayra sama-sama, oh iya tadi dokter memberi tau ku diluar kalau kamu uda boleh pulang sekarang boleh aku membantu membereskan barang-barang mu ? ."


" Iya boleh, terima kasih Hana." Ucap Khayra


Dengan semangat Hana membantu Khayra membereskan barang-barangnya seketika mata Hana tertuju pada koper yang cukup besar diruangan itu.

__ADS_1


" Oh iya Khay dari tadi malam saat aku membawa mu ke sini aku penasaran kenapa kamu bisa pingsan dipinggir jalan malam-malam sambil membawa koper besar seperti ini ? Itu sangat berbahaya Khay apa lagi kamu lagi hamil besar seperti ini, kalau ada orang jahat yang menemukan mu entah apa yang akan terjadi." Ucap Hana tanpa dia sadari Khayra tersenyum melihat Hana yang berbicara tanpa henti dan terlihat sangat imut.


Khayra melihat Hana seperti dia melihat Ibunya kalau sudah sekali berbicara pasti tidak bisa berhenti dan akan terus bicara sampai-sampai Khayra harus memberi satu kecupan dipipi untuk membuat Ibunya itu berhenti berbicara Khayra jadi merindukan pada ibunya.


__ADS_2