
Siang berganti malam Keluarga Khaleed sedang bersantai setelah makan malam diruang keluarga menikmati acara yang ada diTV.
Mami Alin dan Papi Ali sedang menikmati acara di televisi, Arka yang sedang serius didepan leptopnya mengerjakan pekerjaan kantornya yang dia tinggalkan tadi dan sedangkan Endri yang terlihat sedang asik memainkan telepon genggamnya sambil senyum-senyum sendiri.
Mami Alin yang melihat anaknya itu sedang senyum-senyum sendiri merasa heran karena dia tau bahwa anaknya itu tidak pernah seperti itu.
Karena penasaran Mami Alin bertanya yang membuat Papi Alin dan Arka mengalihkan pandangan mereka.
"End, sepertinya kau sedang bahagia sayang, sedari tadi Mami lihat kau senyum-senyum sendiri." ucap Mami Alin yang membuat wajah Endri bersemu merona.
"Iya nih Mi, Papi juga baru pertama kali ini melihat mu senyum-senyum seperti itu. Apa kamu sudah memiliki kekasih." Tanya Papi Ali yang juga penasaran.
" Ti..tidak Kok Pi, Mami sama Papi salah lihàt mungķin." jawab Endri mengelak.
" Benarkah, lalu mengapa kau terlihat gugup seperti itu menjawabnya dan lihat wajah mu memerah." ucap Mami Alin.
Seketika Endri menyentuh kedua pipinya yang merah karena malu.
"Jadi siapa dia calon mantu Mami itu Mmmm...."
Endri yang sudah ketahuan mau gak mau menceritakannya.
"Mmmm gadis itu Mami dan Papi juga mengenalnya kok." ucap Endri malu-malu sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" Oh ya siapa dia." tanya Mami Alin yang juga membuat Papi dan Arka penasaran.
" Dia...gadis itu Hana Mi." ucap Endri malu-malu.
Seketika semua orang yang ada diruang keluarga itu menjadi heboh terutama Mami Alin.
" Oh ya ampun kamu menyukai Hana, sejak kapan, kenapa tidak memberi tau Mami." Banyak pertanyaan yang dilontarkan Mami Alin.
" Apa kamu sudah menjalin hubungan dengannya boy." ucap Papi Ali
" Mmm sebenarnya siang tadi waktu disekolahan sikembar Endri mengajak ngobrol Hana dan Endri juga sudah mengutarakan perasaan Endri, tapi..."
"Tapi apa nak."
"Tapi Hana menolaknya Mi."
"Apa kamu ditolak. Tapi kenapa dia menolakmu sayang." ucap Mami Alin
" Hana tidak ingin menjadi kekasih ku Mi, tapi dia berkata bahwa kami untuk memantapkan hati kami dulu dan setelah kami yakin dia ingin Endri langsung melamarnya." ucap Endri yang langsung membuat keluarga itu tidak percaya sekaligus senang.
" Benarkah nak." Tanya Mami Alin yang bahagia dan dijawab dengan anggukan Endri.
__ADS_1
Mami Alin langsung memeluk Endri dengan rasa bahagia karena sebentar lagi dia akan memiliki menantu.
" Haaa sayang Mami sangat senang, kamu memilih gadis yang sangat tepat untuk menjadi menantu Mami, Mami sangat mendukungmu dan merestuinya sayang, Benarkan Papi." ucap Mami Alin.
" Iya nak Papi juga sangat senang akan memiliki menantu yang baik dan soleha seperti Hana, Papi juga merestuinya" Ucap Papi Ali sambil menepuk punggung Endri.
" Terima kasih Mi, Pi atas restu kalian Endri akan segera menjadikan Hana pendamping Endri dan menantu untuk Mami, Papi."
" Iya sayang."
"Selamat untuk mu End, segeralah yakinkan hatimu dan lamarlah dia."ucap Arka sambil menepuk punggung Endri yang juga merasakan kebahagiaan Endri.
" Terima kasih Ar, aku akan segera meyakinkan hati ku."
" Lalu bagai mana dengan mu boy apa kamu tidak ingin menikahi Khayra dan membawa menantu dan kedua cucu ku kerumah ini." Tanya Papi Ali kepada Arka.
---oo---
Ditempat lain Hana sedang menikmati acara ditelevisi setelah selesai makan malam.
Disana juga ada Khayra dan sikembar yang sedang mengerjakan PR sekolah mereka.
Ting...
Hp Hana berbunyi, Hana mengambil hpnya dan melihatnya ada pesan masuk disana.
" Kamu kenapa Han senyum-senyum seperti itu." ucap Khayra yang kemudian membuat wajah Hana memerah karena malu tertangkap basah sedang senyum-senyum sendiri.
" Hahaha Aiy wajahnya merah seperti tomat." ucap Ghava yang tidak sengaja melihat Hana yang sedang malu-malu.
" Hayooo dari siapa itu." ucap Khayra menggoda.
" Bu..bukan dari siapa-siapa kok." jawab Hana gugup.
" Iya kah." ucap Khayra sambil menaikkan satu alisnya.
Hana yang digoda oleh Khayra tidak bisa lagi menyembunyikan wajahnya yang sudah merah itu.
" Huuuuu Khayra nyebelin." ucap Hana sambil memukul lengan Khayra sangking malunya.
"Hahaha ayo cerita, kenapa kamu senyum-senyum seperti itu saat kau melihat pesan dihp mu itu, apa itu dari kekasihmu." tanya Khayra.
" Bukan... dia bukan kekasih ku Khay." jawab Hana dengan suara yang terdengar kecil.
"Oh iya." tanya Khayra dan dijawab dengan anggukan kepala dari Hana.
__ADS_1
" Lalu kalau bukan dari kekasihmu, dari siapa tadi sampai kau senyum-senyum seperti itu."
"Itu tadi dari.... Endri." jawab Hana.
" Benarkah, apa kalian sedang berpacaran." tanya Khayra dan langsung Hana menggelengkan kepalanya.
"Lalu.."
"Ta..tadi siang waktu disekolahan sikembar Endri mengajak ku bicara ditaman sekolah, Lalu....lalu dia mengungkapkan perasaannya kepada ku."
" Benarkah... lalu." ucap Khayra penasaran.
"Lalu dia meminta ku untuk menjadi kekasihnya tapi aku menolaknya."
" Kenapa Aiy menolak Paman Endri, Pamankan orangnya baik." ucap Ghani tiba-tiba ikut nimbrung.
" Iya Aiy, Paman Endri juga tampan." ucap Ghava yang juga ikut menimbrung.
Khayra dan Hana yang mendengar ucapan sikembar mengerutkan dahi mereka.
" Hey Baby, apa kalian menguping pembicaraan orang dewasa ini." ucap Hana.
" Hais Aiy, mana ada kami menguping, Aiy dan Mama yang berbicara dihadapan kami jadinya kami juga mendengarnya." Jawab Ghani
" Entah ni Aiy kami tidak suka menguping karena itu sifat yang jelek, benarkan Ma." ucap Ghava.
" Hahaha benar sayang."
" Mmmm iya baiklah kalian menang." ucap Hana pasrah karena jika dia meladeni sikembar bisa-bisa dia yang kalah.
"Jadi kenapa kamu menolak tuan Endri, Han." Tanya Khayra.
" Ya kau kan tau Khay, aku belum pernah pacaran dan lagian aku tidak suka hubungan yang seperti itu, jadi kami memutuskan untuk meyakinkan hati kami masing-masing dulu."
" Lalu jika hati kalian masing-masing sudah yakin apa langkah selanjutnya yang kalian lakukan ?."
" Ya aku meminta nya untuk melamarku." seketika mata Khayra membulat, dia tidak menyangka jika sahabatnya yang satu ini akan segera menikah.
" Ya ampun Hana selamat." ucap Khayra sambil memeluk Hana.
"Khay tenanglah dia belum melamarku kami masih tahap untuk saling mengenal dulu, jadi kau tidak perlu memberikan aku selamat dulu." ucap Hana sambil berupayah melepaskan pelukan Khayra.
" Ya walaupun kalian masih tahap saling mengenal tapi aku yakin jika tuan Endri akan segera melamarmu Han dan aku juga yakin tuan Endri adalah pria yang baik." ucap Khayra.
" Iya kita berdoa saja Khay, semoga saja Endri adalah pria yang tepat dan dapat menjadi imam untuk ku." ucap Hana.
__ADS_1
" Insaallah."
" Jadi bagai mana dengan mu Khay dengan Tuan Arka apa sudah memutuskan untuk menikah ?."