
Siska menyusun rencananya agar bisa mendapatkan Arka, dia tidak akan menerima jika orang yang amat sangat dia cintai dimiliki wanita lain.
Dia yang terlebih dulu mencintai Arka dan dia juga yang berhak menjadi istrinya.
Segala macam cara dia akan lakukan untuk mendapatkan Arkanya kembali. Keras kepala dan egois menyelimutin dirinya dia tidak akan pernah tau apa yang akan menunggunya dikemudian hari.
Siska menghubungi seseorang untuk melancarkan aksinya, entah apa yang akan dia lakukan hanya dia yang tau.
" Halo.."
"...."
"Aku membutuhkan bantuanmu."
"...."
"Aku akan menghubungimu nanti."
Setelah menutup telponnya Siska tersenyum licik akan rencananya yang dia yakini akan berhasil.
" Kita lihat Arka, sebentar lagi kau akan menjadi milik ku selamanya."
---^^---
Ditempat lain Arka yang sedang serius mengerjakan pekerjaannya tidak menyadari jika waktu makan siang sudah tiba.
Pintu ruangnnya diketuk dan terlihat Endri memasuki ruangannya.
" Tuan sudah waktunya makan siang." ucap Endri
Arka yang mendengar ucapan Endri menghentikan pekerjaannya dan melihat jam mewah yang melingkar ditangnnya dan benar jam makan siang telah tiba.
" Anda ingin makan dimana, diluar atau saya pesankan." tanya Endri lagi.
" Kita makan diluar aja End, kita makan siang dicafenya Hana, aku merindukan Khayra." jawab Arka.
" Baiklah tuan."
"Haa akhirnya aku bisa berjumpa dengannya, Aku juga merindukan kekasihku eh salah calon istriku."
Arka membereskan berkas-berkas yang ada dimejanya dan kemudian mereka segera keluar dari ruangan Arka menujuh keCafe Hana untuk makan siang.
Tidak lama mobil yang membawak mereka pun sampai.
Hana yang sedang membantu melayani para pengunjung Cafe karena terlihat sangat ramai tidak sengaja melihat kedatangan Arka dan Endri.
Hana menghampiri mereka.
__ADS_1
" Selamat datang Tuan Arka dan tuan Endri." ucap Hana dengan ramah.
Hana membawa keduanya kedalam ruangan VIP yang sebelumnya sudah Endri pesan.
" Silahkan." Hana mempersilahkan Arka dan Endri masuk keruangan yang terlihat sangat nyaman karena letak ruangan itu dilantai dua cafe itu.
" Terima kasih." ucap Endri dan dibalas dengan senyuman manis Hana.
" Haa.. cantiknya calon istri."
" Oh iya Nona Hana dimana Khayra, sedari tadi saya tidak melihatnya." tanya Arka.
" Oh Khayra berada didapur tuan, dia sedang menyiapkan makan siang." jawab Hana dan Arka hanya mengangguk paham.
Tidak lama kemudian pintu diketuk dan masuklah Khayra dengan senyum manisnya dengan beberapa orang pelayan yang membawakan makan siang mereka dibelakangnya.
Khayra menghampiri Arka yang sedang berdiri disamping Endri.
Khayra memeluk Arka dan Arka membalasnya sambil mencium kening Khayra tanpa memperdulikan Endri, Hana dan beberapa para pelayan yang sedang menyusun makanan diatas meja melihat keromanrisan mereka.
" Sudah lama disini mas."
"Tidak juga, kami baru sampai juga."
"Ya sudah ayo kita makan siang semuanya, ini Khayra yang memasaknya saat tau Mas akan makan siang disini."
Keempatnya segera menyantap makanan yang telah tersedia, terlihat sangat menggugah selerah dan mmm sangat enak.
Arka dan Endri berpamitan untuk kembali kekantor, Khayra dan Hana mengantar keduanya sampai pintu depan Cafe.
" Hati-hati ya Mas. By." ucap Khayra saat Arka sudah masuk kedalam mobil dan melambaikan tangannya sampai mobil tersebut terlihat meninggalkan Cafe.
Setelah kepergian mobil Arka, Khayra dan Hana kembali masuk kedalam Cafe untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
---^^---
Disuatu tempat tepatnya disebuah pulau yang terlihat tak berpenghuni terdapat bangunan mewah seperti Mansion.
Terlihat juga banyaknya orang-orang berpenampilan tinggi besar berpakayan seba hitam berkeliaran disekitar mansion itu.
Dari dalam Mansion tersebut terdengar sangat ramai, ternyata orang-orang didalam sana sedang mengadakan pesta untuk merayakan kebahagian yang mereka dapatkan, entah apa itu.
" Aku bersyukur kamu selamat dari Lukman No dan aku fikir kamu tidak akan bisa kabur darinya setelah berhasil ditangkap oleh anak buah Lukman itu dan sampai denan selamat ke markas, walaupun kau tiba-tiba datang dengan keadaan kacaw." ucap Jaka yang duduk disamping Dino sambil menikmati pesta.
" Iya aku sendiri pun juga bersyukur aku bisa kabur dari sana, kalau sampai aku tidak berhasil kabur dari sana kau taukan apa yang akan terjadi kepada ku."
"Iya aku tau No."
__ADS_1
"Dan kita pun juga tau apa yang sedang mereka cari sampai-sampai mereka mengincar ku, kali ini belum saatnya mereka tau semuanya tentang pulau ini sebelum Tuan Arka memiliki penerusnya dan aku merasa senang karena kabar Tuan Arka akan segerah menikah."
"Iya kau benar No, untuk sekarang kita harus berhati-hati untuk berkeliaran diluar pulau jangan sampai anak buahnya Lukman menangkap kita dan aku sarankan kau jangan keluar dengan seenaknya dari pulau ini, Dino." keduanya kembali menikmati pesta yang mereka senggarakan sampai selesai hingga dini hari.
---^^---
Kebesokan harinya dikediaman rumah Hana terlihat sangat ramai akan teriakan dari Hana karena seperti biasa setiap pagi Hana akan latihan paduan suara karena perbuatan dua bocah usil itu siapa lagi kalau bukan Ghani dan Ghava.
Khayra yang sedang membuat sarapa tidak memarahi mereka dan malahan dia sudah terbiasa akan kejahilan kedua anaknya dan teriakan Hana dia menikmati keributan itu.
" Hahahha kita kembali lagi berhasil ngerjain Aiy, kakak." ucap Ghava sambil tertawa senang.
"Hahah Iya Ghav, siapa suruh kita banguni tidak bangun-bangun." ucap Ghani.
Ya seperti ini lah tiap pagi selalu penuh dengan keributan akan kejahilan sikembar membangunkan Hana.
Setelah puas menjahili Aiy mereka keduanya duduk diruang tv menikmati acara yang disuguhkan sambil menunggu Mama mereka menyelesaikan masaknya.
Saat sedang asik menonton tv Tiba-tiba bel rumah berbunyi dan segera Ghava membuka pintu itu.
Setelah dia membukanya betapa senangnya dia saat melihat siapa yang datang.
" Papa." pekik Ghava dengan kerasnya membuat Ghani mengalihkan perhatiannya dari acara tv yang dia lihat.
Ghava langsung memeluk tamu tersebut yang ternya Papa mereka, Arka membalas pelukan anaknya dan mencium seluruh wajahnya dengan kasih sayang.
" Papa datang." ucap tiba-tiba Ghani yang sudah berada didepannya.
" Iya sayang." ucap Arka dan Ghani langsung memeluk sang Ayah didepannya.
" Ayo Pa kita masuk." ajak Ghava sambil menarik tangan Papanya.
Tiba-tiba suara mengalihkan pandangan mereka bertiga.
" Siapa yang datang sayang." ucap Khayra yang masih sibuk dangan masakannya.
" Papa yang datang Ma." ucap Ghava.
Saat mendengar ucapan anaknya Khayra menghentikan kegiatannya dan meninggalkan dapur untuk melihat tamu yang datang.
" Mas, kamu datang pagi sekali." ucap Khayra yang berjalan menghampiri Arka dan Anak-anaknya.
" Iya, Mas merindukan sikembar."
" Yasudah ayo masuk, kamu sudah sarapan Mas." tanya Khayra saat mereka sudah duduk disofa ruang tamu.
" Belum karena tadi langsung kesini."
__ADS_1
"Baiklah ayo kita sarapan bersama kebetulan kami mau sarapan."
" Baiklah."