
Arka keluar dari kamar pribadinya sambil menggendong Ghava yang masih bergelut manja menyembunyikan wajahnya dileher Arka.
" Kenapa Mas." tanya Khayra saat melihat anaknya memeluk erat Arka.
" Lapar katanya hihihi." kekeh Arka.
Khayra menggelengkan kepalanya melihat anaknya yang satu itu begitu manja jika berada didekat Papanya itu.
" Sayangnya Mama lapar iya ?" tanya Khayra saat Arka dan Ghava sudah duduk disebelahnya.
Ghava hanya menganggukan kepalanya karena masih terlihat sangat mengantuk.
" Sebentar ya sayang makanannya lagi diantar." ucap Khayra sambil mengelus kepala anaknya yang masih nyaman menyenderkan badannya didada Arka.
Sepuluh menit pun berlalau pintu ruangan Arka diketuk dan terlihat Endri masuk sambil menenteng plastik yang berisinya makanan yang Arka pesan tadi.
Setelah memberikan pesanan makanan itu Endri kemudian kembali keruangannya. Khyra menyiapkan makannn itu diatas meja agar mereka bisa memakan makanan ini bersama-sama.
Dan Disaat itu panggilan kecil terdengar dari dalam kamar pribadi Arka dan ketiganya langsung melihat asal suara itu.
" Papa..." ternyata iru suara Ghani yang sudah bangun dari tidur siangnya. Sambil mengucek kedua matanya Ghani berjalan menghampiri kedua orang tuanya.
" Iya sayang Papa disini." ucap Arka sambil mengulurkan tangannya dan dibalas dengan anaknya itu.
" Kenapa apa kamu lapar juga sayang." ucap Arka sambil mengelus kepala sang anak yang ada di depannya.
" Iya Papa." jawab Ghani dwngan suara ciri khas orang bangun tidur.
" Ya sudah ayo kita makan ya." ucapnya dan dijawab dengan anggukan kepala.
mereka akhirnya menikmati makan siang yang sudah lewat dari jamnya itu dengan nikmat.
Tidak lupa dengan Ghava yang tadi sempat meminta ingin disuap oleh Papanya dan berakhir Arka menyuapinya.
Setelah selesai makan Arka kembali kemejanya untuk menyelesaikan pekerjaannya yangvsempat tertunda tadi.
Khayra yang tadinya ingin pulang tidak diperbolehkan oleh Arka kerena dia ingin mereka pulang bersama nanti dan Khayra mau gak mau menurutinnya.
Arka yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dan Khayra sibuk membaca majala yang ada disana membuat Ghani dan Ghava menjadi bosan.
Tidak ada mainan disana membuat keduanya memutuskan untuk berjalan-jalan sembari melihat-lihat isi didalam perusahaan milik Papa mereka.
Keduanya turun dari sofa dan beranjak ke arah sang Papa yang sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.
" Papa." ucap Ghava yang membuat Arka menghentikan pekerjaannya.
" Iya sayang, ada apa."
" Bolehkah kami keluar untuk melihat-lihat perusahaan Papa ini." pinta Ghava yang tidak ketinggalan dengan sifat manjanya.
" Kenapa, apa kalian bosan." tanya Arka dan dibalas dengan anggukan keduannya.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu Papa ijinkan tapi ingat jangan mengganggu karyawan Papa dan jangan keluar dari lingkungan perusahaan tanpa seijin dari Papa, Oke boys."
" Iya Papa."
Setelah mendapat ijin dari sang Papa, Ghani dan Ghava keluar dari ruangan Arka berbarengan dengan Endri keluar dari ruangannya untuk pergi kebagian divisi keuangan.
" Hay Boy, kalian mau kemana." tanya Endri.
" Hay juga Om Endri, kami mau jalan-jalan melihat perusahaan Papa kami bosan karena tidak ada yang bisa kami lakukan di ruangan Papa." jelas Ghava.
" Oh begitu, bagaimana kalau kalian ikut dengan Om kita keliling melihat-lihat isi dari perusahaan Papa kalian ini."tawar Endri karna kebetulan iya ingin kebagian divisi keuangan.
" Baiklah Om Endri."
Akhirnya ketiganya pergi bersama, saat ingin menujuh Lief Ghava melihat seorang wanita yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, wanita itu iyalah Seketaris Papa mereka.
" Selamat siang tante." Ghava menyapa wanita itu dengan ramah yang membuat wanita itu melihat kearah dua bocah kembar itu.
" Selamat siang juga tuan muda."jawab wanita itu dengan ramah.
" Apa yang tante kerjakan." tanya Ghava yang sedikit kepo dengan apa yang sekretaris itu kerjakan.
" Saya sedang menyusun jadwal kerja Tuan Arka." jawab wanita itu.
" Oh begitu, Lalu..." ucapan Ghava terpotong.
" Is kamu ini terlalu banyak bertanya Ava, kamu tidak lihat tante itu sedang sibuk jangan mengganggunya ." ucap Ghani melarang Ghava mengganggu Karyawan Papa mereka dengan berbagai pertanyaan.
" Iii...Kakak, aku tu tidak mengganggu Tante itu, aku hanya ingin tau apa yang Tante itu kerjakan."
" Wuuu...Kakak tidak asik." ucap Ghava dengan wajah cemberutnya yang membuat Endri dan wanita sekretaris itu gemas sendiri melihatnya.
Ting... pintu Lief pun terbuka.
" Ya sudah ayo kita masuk." ajak Endri kepada dua bocah kembar yang menggemaskan itu.
Mereka pun masuk kedalam Lief dan meninggalkan ruangan itu. Tidak lama kemudian pintu Lief terbuka dan mereka sekarang berada dilantai 10 tepatnya lantai divisi keuangan.
Endri keluar dari Lief sambil kedua tangannya menggandeng tangan Gahni dan Ghava.
Disaat Endri masuk keruangan Divisi itu semua para karyawan melihat kedatangannya dan yang membuat mereka semua terkejut adalah dengan adanya dua orang bocah yang memiliki wajah yang sama itu tengah digandeng oleh Endri.
Endri berjalan memasuki rungan itu menuju ruangn Kepala Divisi Keuangan sedangkan Ghani dan Ghava menunggu diluar karena mereka menolak untuk masuk.
Ghani dan Ghava duduk di sofa yang dikhususkan untuk para staf sekedar untuk beristirahat, sambil memperhatikan para karyawan Papa mereka bekerja.
Saat memperhatikan mereka mata Ghava tiba-tiba tertuju pada seorang wanita yang diatas mejanya terdapat beberapa komputer dimejanya tidak seperti para karyawan lain yang hanya memiliki satu perangkat komputer dimejanya.
Ghava yang rasa ingin taunya sangat besar perlahan turun dari sofa tersebut dan berjalan kearah meja wanita itu.
" Ghava, mau kemana kamu." tanya Ghani yang memperhatikan gerak gerik adiknya yang mencurigakan.
__ADS_1
" Kesana sebentar Kak." ucap Ghava sambil menunjuk meja karyawan yng membuatnya penasaran.
Ghava akhirnya sampai dimana meja itu sambil diikuti oleh Ghani dibelakangnya karena dia takut kalau adiknya itu mengganggu karyawan Papanya yang sedang bekerja.
Ghava memperhatikan isi dari semua komputer itu dengan mata yang berbinar-binar. wanita yang sedang asik dengan pekerjaannya itu tersadar kalau ada seseorang disampingnya.
" Hay pria tampan, apa yang sedang kalin lakukan disini." tanya wanita itu ramah karena melihat dua pria kecil yang tampan disebelahnya.
" Maaf kan kami Kakak karena mengganggu pekerjaan Kakak." ucap Ghani dengan masih wajah datarnya yang tampan itu.
" Tidak apa-apa." jawab wanita itu yang ternyata bernama putri.
" Apa yang sedang kakak kerjakan itu." tanya Ghava yang penasaran dengan apa yang dia lihat.
" Kakak sedang mengamati setiap data grafik yang ada di komputer ini." jelas Putri.
" Oh begitu, lalu yang itu apa." tanya Ghava sambil nenunjuk komputer disebelahnya.
" Ini adalah grafik saham yang harus selalu dipantau setiap saat."
Ghani dan Ghava yang serius dengan penjelasan dari Putri yang menjelaskan apa yang dia kerjakan dan tanpa sadar Endri sudah keluar dari ruangan Kepala Divisi dan memanggil sikembar.
" Gahni, Ghava ayo kita pergi." ucap Endri
" Iya Om, kalau begitu kami pergi dulu ya Kakak, dadah." ucap Ghava.
Ghani, Ghava dan juga Endri keluar dari ruangan itu dan menuju Lief.
" Om Endri, Ghava lapar boleh kita jajan dulu." ucap Ghava yang mulai memasang wajah imutnya.
Endri yang melihat keponakannya itu merasa gemas sendiri.
" Baiklah ayo kita ke cafetaria."
Lief membawa mereaka menuju lobi dan tak lama kemudian Lief pun terbuka dan ketiganya keluar dari sana.
Tiba-tiba Ghava melihat seseorang yang dia kenal dan langsung tersenyum lebar.
" OPAAA."
.
.
.
.
.
Halo para Readers ku tersayang yang masih selalu setia menunggu cerita dari Othor.
__ADS_1
Maafkan Othor yang sudah mengPHPin kalian, jadwal Othor bulan ini sangat kacaw yang membuat Othor tepar dan untuk up episode baru sangat terlambat.
Sebagai permintaan maaf, Othor akan double up episode baru jadi jangan lupa ditunggu ya...