
Arka terdiam dengan ucapan Hana, tapi dalam hati dia tidak terima jika ada orang lain yang memiliki Khayra. Cinta, dia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Khayra pada malam itu. Kasta, Arka tidak peduli dengan itu dia tidak peduli Khayra wanita yang tidak memiliki apa-apa dia yakin Khayra wanita yang baik dan tepat untuknya.
" Aku mencintainya, aku mencintainya aku tidak peduli dia siapa, aku hanya ingin dia selalu disisiku, aku tidak akan melepaskannya, lima tahun aku mencarinya dan berpisah dengannya, aku tidak akan membiarka orang lain memilikinya, dia hanya milik ku dan selamanya akan menjadi milik ku, akan aku bahagiakan dia jadi anda tidak memiliki hak untuk menyuruhku untuk meninggalkan dan melepaskannya." dengan wajah yang dingin dan serius Arka menjawab semua ucapan Hana.
Hana yang melihat keseriusan dimata Arka tidak ada kebohongan disana dan Hana menjadi yakin jika Arka lah orang yang tepat untuk membahagiakan Khayra dan juga sikembar.
" Jika begitu kejarlah dia dapatkan hatinya jika anda sungguh mencintainya, saya sebagai seorang sahabat hanya ingin melihatnya bahagia jadi saya serah kan semuanya kepada anda. Tolong cintai dia dan bahagiakan dia hanya anda yang bisa memberikan itu kepada Khayra." ucap Hana sambil berdiri untuk meninggalkan Arka disana tapi kemudia dia menghentikan langkahnya dan membalikan badannya
"Dan juga saya minta maaf atas ucapan saya tadi, say hanya ingin mengetahui apakah anda mencintai Khayra atau tidak jadi maafkan saya Tuan. Permisi." Hana pergi meninggalkan Arka disana dengan hati yang legah.
" Benar apa yang kamu katakan End, hanya Arka yang dapat membahagiakan Khayra dan Khayra sabarlah sebentar lagi cintamu akan datang jadi tunggu lah aku yakin dia lelaki yang Allah kirimkan untuk mencintai dan membahagiakan mu dan juga anak-anak." Hana menghapus air matanya yang karena terharu.
Tak jauh dari tempat mereka bicara tadi Endri juga mendengan semua pembicaraan Arka dan Hana awalnya dia ingin mendatangi mereka karena Endri mendengar Hana menyuruh Arka untuk meninggalkan Khayra.
Tapi itu tidak jadi karena ternya Hana mengetahui Endri juga ada disana dan memberi kode agar Endri tetap disana dan mendengar saja.
Saat Hana sudah pergi Endri menghampiri Arka yang masih diam disana dan seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Sorry Ar aku terlambat ada kerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Endri berbohong pada hal dia sudah dari tadi sampai disana.
" Iya tidak apa-apa. End dimana sekarang Khayra tinggal." ucap Arka tiba-tiba menanyakan alamat rumah Khayra.
" Dia tinggal bersama Hana ada apa Ar."
"Aku ingin menemuinya dan bicara kepadanya, aku ingin menyelesaikan masalah ini dan aku tidak ingin kehilangannya lagi sudah cukup lima tahun ini aku mencarinya."
Endri yang mendengar itu tersenyum karena Arka akan menemui Khayra dan meyelesaikan masalah mereka, karena masalah yang lain akan segera datang.
__ADS_1
" Baik lah aku akan mengantarkanmu dimana Khayra tinggal dan semoga saat kau disana Khayra tidak kabur lagi seperti dulu."
"Jika itu terjadi aku akan mengejarnya sampai dia mau mendengarkan ku dan mau bicara kepada ku."
" Ya sudah ayo kita pulang ini sudah sore Mami sudah menunggu kita."
Arka dan Endri keluar dari Cafe tersebut dan pergi dari sana untuk pulang kekediaman Khaleed.
*******
Ditempat lagi tepatnya di kawasan perumahan elit seorang laki-laki sedang mengamuk dan melempar semua barang-barang yang ada didekitarnya.
Laki-laki tersebut mengamuk lantaran semua anak buahnya tidak bisa melaksanakan perkejaan yang diperintahkan dengan benar.
" Apa yang kalian kerjakan ha. Bagaimana kalian semua tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang segampang ini."
"Maafkan kami Tuan, dia telah mengelabuhi kami saat kami sedang lengah."
"Baik tuan kamia akan mencarinya."
"Pergi sana." Laki-laki itu mengusir anak buahnya untuk mencari tawanan yang awalny mereka berhasil mendapatkannya tapi karena kebodohan anak buahnya tawanan itu berhasil kabur.
" Bangs*at, kenapa bisa dia kabur dasar anak buah bodoh ." ucap Laki-laki tersebut dengn emosinya.
" Sudah lah Hanny, tenang anak buah mu sekarang sedang mencarinya kau duduk lah dan tenangkan dirimu." ucap seorang wanita yang sedari tadi duduk disana.
" Benar apa yang dikatakan istri mu tenang lah laki-laki akan segera kita temukan lagi." ucap julius Ayah Siska yang juga berda disana.
__ADS_1
"Apa kalian bilang tenang, aku tidak bisa tenang karena dia satu-satunya yang mengetahui letak tempat itu dan aku sudah semakin dekat dengan tujuan ku tapi anak buah bodohku itu berhasil dikelabuhi oleh dia."
" Dan juga bagai mana dengan misi anakmu yang sudah aku perintahkan , apa dia sudah berhasil mendapatkan Tuan muda Khaleed itu." laki-laki tersebut memandang Julius dengan tajam yang membuat Julius menciut.
" Belum Kaka, Siska sedang berusaha untuk mendapatkan hati Arkana." seketika membuat emosi laki-laki tersebut kembali lagi.
" Berusaha, berusaha, berusaha itu saja yang kau katakan pada ku tapi tidak ada satu pun hasil yang kau berikan pada ku. Apa yang anakmu kerjakan apa dia menghianati ku karena cinta gilanya kepada tuan muda dari keluarga Khaleed itu ."
"Tidak Kaka, itu tidak mungkin anak ku akan berhianat kepada kita dia akan melaksanakan misinya dengan berhasil tapi tolong berikan dia waktu."
"Mau berapa banyak lagi waktu yang dia butuhkan, aku sudah memberikan waktu terlalu banyak untuknya tapi selalu saja dia gagal."
" Ayolah kaka dia itu keponakanmu berikan dia waktu lagi."
" Berikan saja sayang aku yakin keponakan mu itu akan berhasil menjeratnya."
"Baiklah aku akan memberikannya waktu, Aku harap anakmu itu bisa mendekati tuan muda keluarga Khaleed itu dan mengambil sesuatu yang aku inginkan." ucap laki-laki itu.
Laki-laki itu duduk dikursi kebesannya dengan amarah yang masih menyelimutinya.
" Kali ini aku harus bisa mendapatkannya, aku sudah menyusun semua rencana ini agar aku bisa mendapatkannya, kau lihat saja Ilyasyah Khaleed aku akan mendapatkanya."
*****
Disuatu tempat seorang laki-laki sedang berusaha berlari dari kejalan orang-orang yang ingin menangkapnya.
Dengan keadaan yang babak belur seperti habis dipukuli, laki-laki tersebut terus berlari dan bersembunyi di dalam rumah kosong.
__ADS_1
Dengan nafasnya yang tersengal-sengal laki-laki tersebut mengistirahatkan badannya. Terlihat orang-orang yang mengejarnya tadi melewati tempat persembunyiannya.
" Ha..ha..ha akhirnya aku bisa kabur dari kaluarga Lika itu, sepertinya aku harus bersembunyi untuk beberapa hari, kika tidak aku akan tertangkap lagi oleh anak buah keluarga Lika itu."