CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KECURIGAAN MAMI ALIN


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul enam sore Arka dan Endri masih dijalan seperti biasa jalan yang macet penghambat ia sampai dikediaman Khaleed.


Sekitar satu jam akhirnya keduanya sampai dirumah, terlihat Papi Ali dan Mami Alin sedang menikmati secangkir teh diruang tamu sambil bercerita dan tertawa.


"Assalamualaikum." ucap Arka dan Endri.


"Waalaikum Salam. sudah pulang kalian ternyata."


Arka dan Endri mendekati orang tua mereka dan mencium tangan keduanya.


" Iya Mi." keduanya duduk disebelah Mami Alin dan mengambil air minum yang dibawak oleh Bi Imah.


" Oh iya tadi waktu makan siang Arka dan Endri lihat Mami sama Papi DiMall dengan dua orang gadis, Siapa mereka Mi." tanya Arka pura-pura tidak mengenal gadis-gadis yang bersama orang tuanya tadi.


" Oh jadi kalian ada diMall itu juga, kenapa tidak nyamperin Mami biar sekalia Mami kenalin sama gadis-gadis cantik itu"


" Tidaklah Mi kami juga lagi buru-buru tadi jadi tidak sempat nyamperin Mami." ucap Arka beralasan.


" Yang ada jika aku ikut bergabung malah semakin canggung suasananya, bisa-bisa Khayra kabur melihat ku ada disana."


"Oh begitu, sayang sekali kalian tidak bisa berkenalan sama mereka, iya kan Mi."


"Iya, mereka berdua sangat sopan dan asyik kalau diagak ngerumpi Mami aja selalu ingin berlama-lama sama mereka. Coba saja mereka berdua jadi menantu Mami pasti Mami akan senang ada temannya jika kalian tidak ada dirumah." ucap Mami Alin sambil melirik kedua anaknya itu.


Merasa tersindir, Arka dan Endri buru-buru beranjak dari duduknya dan pamit kekamar masing-masing, mereka menghindari pembicaraan seperti itu karena mereka tau akan menuju kemana pembicaraannya.


Arka sudah berada didalam kamarnya dengan masih memakai pakaian kerjanya Arka membaringkan badannya ketempat tidurnya yang berukuran king seiz itu.


Menatap langit-langit kamarnya sambil memijit pelipis matanya, pekerjaan yang banyak membuatnya harus menguras fikirannya dan membuat rasa lelah dibadan.


"Haa... apa sebaiknya aku bilang saja kepada Mami dan Papi kalau Khayra wanita yang mereka kenal itu adalah wanita yang lima tahun lalu aku cari-cari ya."


Selama ini Arka menahan diri untuk tidak menceritakan kepada kedua orang tuanya kalau wanita yang dia cari-cari selama lima tahun ini sudah dia temukan tapi selalu waktunya tidak tepat dan tanpa diduga Tuhan mempermudah jalannya ternyata Maminya sudah mengenalnya dan mereka sudah semakin dekat begitu juga dengan Papinya yang menyukai wanita itu, dengan ini Arka merasa sekarang waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya kepada Mami dan Papinya.


"Rasanya aku ingin sekali bertemu dengan mu, berbicara denganmu dan.... memelukmu tapi sepertinya untuk itu aku harus bersabar."


Setelah banyak yang dia fikirkan Arka bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya.

__ADS_1


********


Dirumah Hana, Khayra yang sedang menyiapkan makan malam tiba-tiba dia merasakan sakit dibagaian kepalanya, rasa sakitnya membuat Khayra menghentikan acara masaknya, Khayra berjalan perlahan dan duduk dimeja makan sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.


Perlahan-lahan sakit dikepalanya hilang, setelah agak mendingan Khayra melanjutkan memasaknya kembali.


Beberapa menit kemudian makan malam sudah tersusun rapi diatas meja tak lama setelah itu Hana, Ghani dan Ghava keluar dari kamar mereka untuk makan malam.


setelah selesai makan malam Ghani dan Ghava langsung masuk kekamar mereka untuk mengerjakan tugas sekolahnya.


Hana dan Khayra membersihkan piring-piring bekas makan mereka Hana melihat Khayra merasa heran melihat wajahnya sangat pucat.


" Khay, kamu kenapa sakit wajah mu pucat sekali." Hana yang melihatnya sangat khawatir.


" Aku tidak apa-apa Han, mungkin hanya lelah saja."


" Kalau begitu istirahatlah sana biar aku yang membereskannya."


" Baik lah, aku kekamar dulu ya." Khayra berjalan kekamarnya meninggalkan Hana yang sedang membereskan piring-piring bekas mereka makan.


******


" Mi, Pi habis makan malam bisa kita bicara, ada yang ingin Arka omongi sama Mami, Papi." ucap Arka yang diangguki oleh orang tuanya.


" Baiklah sayang." jawab Mami Alin. Endri yang mendengarnya hanya melanjutkan makannya dengan santai.


Sebelumnya Arka sudah menceritakan ingin memberi tahu orang tuanya tentang Khayra kepada Endri dan Endri menyetujuinya.


Setelah selesai Makan malam keempatnya duduk diruang tamu sambil menikmati acara yang sedang mereka lihat diTV.


" Oh iya bukannya kamu mau bicara sesuatu sama Papi nak." ucap Papi Alin yang teringat tentang permintaan Arka saat makan malam tadi.


" Iya Pi. begini apa Papi dan Mami masih ingat Arka cerita tentang wanita yang selama lima tahun ini Arka selalu mencarinya ?."


" Iya kami ingat, ada apa sayang ?." jawab Mami Alin.


" Wanita itu sudah Arka temukan Mi."

__ADS_1


"Oh benarkah ." ucap Mami Alin dan Arka menganggukan kepalanya.


" Terus dimana dia dan seperti apa wanita itu." Tanya Mami Alin yang mulai penasaran.


" Mami dan Papi juga mengenal wanita itu kok." Mami Alin dan Papi Ali saling memandang tampak diraut wajah mereka tampak bingung.


" Maksud kamu Mami dan Papi mengenalnya."


"Iya Pi."


" Lalu siapa dia ?."


" Wanita itu adalah Khayra Mi." seketika Mami dan Papi terkejut dengan ucapan anaknya itu.


" Astaga Khayra yang berkerja dicafe Hanakan." Mami Alin kembali menanyakan kepada anaknya itu untuk memastikannya.


"Iya Mami Khayra yang Mami kenal itu." Mami alin yang mengetahuinya seketika merasa senang dan tidak menyangka kalau selama ini wanita yang dicari-cari oleh anaknya ternyata dia juga mengenalnya.


" Apa kamu sudah menemuinya." tanya Papi Ali.


" Arka sudah pernah bertemu dengannya dikantor walau pun kami berjumpa dengan tidak sengaja Pi, Tapi Khayra kabur saat melihat Arka." ucap Arka dan mengingat kejadian saat keduanya tidak sengaja bertemu diPerusaahannya.


" Jadi apa yang selanjutnya akan kamu lakukan Nak." tanya lagi Papi Ali.


" Arka ingin segera menemuinya Pi untuk minta maaf dan Arka ingin menjelaskan semuanya Pi dan bertanggung jawab ."


"Bagus itu, tapi Papi ingatkan sepertinya akan sulit untuk Khayra akan memaafkan mu atas perbuatan mu kepadanya tapi Papi juga yakin kalau Khayra akan memaafkanmu karena dia wanita yang baik Nak, Papi ingin kau jangan menyakitinya lagi sudah cukup penderitaan yang dia dapat atas perbuatan mu itu, kamu mengertikan Nak."


" Iya Papi Arka paham."


Mereka melanjutkan menonton tayangan yang ada diTv dengan santai tapi tidak dengan Mami Alin dia sangat senang jika wanita yang selama ini anaknya cari adalah Khayra namun tiba-tiba dia mengingat sesuatu tentang Khayra.


" Tunggu dulu bukannya Hana dulu pernah bilang kalau Khayra sudah memiliki dua anak kembar dan Hana juga bilang kalau dua anak yang dia bawak saat pertama kali kami jumpa disekolab adalah anak Khayra. apa mungkin perasaan ku selama ini benar kalau kedua anak Khayra adalah anaknya Arka, karena usia mereka juga sama dengan apa yang Arka ceritakan, Apa Arka tau kalau Khayra memiliki anak."


Mami Alin masih termenung memikirka itu semua dan seketika dia melihat Endri yang dari tadi serius melihat acara TV dan juga tidak terkejut dengan omongan Arka.


" Kenapa Endri biasa saja dan tidak terkejut apa dia sudah tau semuanya, Nanti akan aku tanyakan kepadanya dia pasti tau semuanya."

__ADS_1


__ADS_2