CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KESEDIHAN SIKEMBAR


__ADS_3

Entah apa yang Khayra rasakan semenjak kejadian dikamar sikembar ada perasaan bersalah dihati Khayra kepada anak-anaknya.


Dia merasa sangat berdosa telah berbohong tentang Ayah mereka yang bahkan Khayra tidak tau seperti apa Ayah mereka.


Flashbalk On


"Mama...apa kami mempunyai Papa ?." tanya Ghava kali ini karena melihat Khayra melamun.


"Eh...iya kalian memiliki Papa sayang." jawab Khayra sedikit gugup karena memang dia tidak tau apa laki-laki itu masih hidup atau sudah mati.


"Benarkah itu Mama ?." ucap keduanya merasa senang


"Iya sayang."


" Tapi kenapa Papa tidak ada bersama kita ? apa Papa tidak merindukan kami Ma ? apa Papa tidak sayang kepada Ghava dan Kak Ghani ya Ma makanya Papa tidak mau bertemu kami." ucap Ghava yang tanpa sadar Khayra menitikan airmatanya.


Melihat wajah Ghani dan Ghava yang sedih dan mata mereka mulai berkaca-kaca membuat hati Khayra sakit.


Ghani yang berwajah sedingin es seketika mencair menjadi kesedihan sedangkan Ghava yang selalu tersenyum seketika senyum itu hilang entah kemana.

__ADS_1


Khayra melihat kedalam mata anak-anaknya ada rasa rindu yang sangat besar disana. Rindu akan kasih sayang dari seorang Ayah dan rindu akan pelukan dari seorang Ayah.


"Sayangnya Mama, dengarkan Mama sini. Tidak ada seorang Papa yang tidak menyayangi anak-anaknya termasuk Papa kalian, dia sangat menyayangi Ghani dan Ghava, Papa tidak ada bersama kita karena Papa sedang bekerja ditempat yang jauh jadi Papa tidak bisa menemui kalian dan tentu saja Papa merindukan kedua anaknya yang sangat tampan dan menggemaskan ini" ucap Khayra memberikan pengertian kepada kedua anaknya walau hatinya sakit telah berbohong.


"Benarkah itu Mama." ucap Ghava yang sudah mulai tersenyum dan begitu juga dengan Ghani.


"Itu benar sayang." ucap Khayra mencium kening keduanya.


" Mama seperti apa Papa, apa dia seperti kami, Ghani ingin melihat wajah Papa seperti apa." ucap Ghani kali ini.


Khayra tidak tau lagi mencari alasan apa yang bisa menjawab pertanyaan Ghani kali ini.


"Iya Mama." jawab keduanya senang.


Entah ada angin apa terbesit ide difikiran Khayra saat ini. Khayra bangun dari tempat tidur kembar dan menuju kamar mandi.


Ghani dan Ghava melihat Mama mereka hanya bisa diam ditempat, tak lama Khayra keluar dari kamar mandi membawa cermin kaca dan kembali duduk menghadap sikembar.


"Jika kalian ingin melihat wajah Papa seperti apa kalian bisa melihat bercermin. Karena wajah Papa sangat mirip dengan kalian." ucap Khayradan seketika kedua anaknya itu bercermin menatap wajah mereka sendiri.

__ADS_1


" Itu berarti Papa sangat tampan seperti kita Kakak." ucap Ghava senang.


"Iya kamu benar Ghava." ucap Ghani ikut senang juga.


"Nanti jika Papa pulang Ghava mau tidur dipeluk Papa Kak seperti yang diceritakan Aldo kalau dia selalu tidur dipeluk Papanya." ucapa Ghava dengan semangat.


"Itu benar Ghava Kaka pun juga ingin tidur dipeluk Papa pasti sangat menyenangkan." ucap Ghani tidak mau kalah.


Saat mendengar ucapan anaknya itu Khayra jadi tau kenapa sikap kedua anaknya itu selalu terlihat murung.


Ternyata mereka iri kepada teman-temannya yang memiliki seorang Papa dan mereka suka bercerita kalau mereka selalu tidur dipeluk Papanya, sedangkan kedua anaknya tidak pernah merasakan itu dari ayah kandung mereka.


Betapa sakitnya hati Khayra yang harus berbohong dan berbohong mengenai Ayah kandung anaknya itu dan entah sampai kapan kebohongan ini akan berlanjut.


"Maafkan Mama sayang, maafkan Mama." hanya itu yang bisa Khayra ucapkan didalam hatinya.


Tanpa Khayra sadari Hana yang mendengar itu semua dibalik pintu kamar hanya bisa menangis dan berdoa


"Ya Allah semoga apa yang aku rencanakan ini menjadi awal kebahagiaan dari Khayra dan sikembar."

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2