
Hari ke hari telah berlalu sudah seminggu dari semenjak Mami Alin mengetahui semuanya, Mami Alin sering bertemu dengan Khayra mau pun Hana dan ketiganya menjadi lebih dekat.
Mami Alin juga sudah menceritakan semuanya kepada sang suami, Awalnya Mami Alin enggan untuk cerita kepada suaminya tapi dia tidak bisa menyembunyikan hal yang membahagiakan ini.
Akhirnya Mami Alin menceritakan semuanya kepada Papi Ali dan kabar itu membuat Papi Ali sangat senang dan bahagia karena tanpa dia sadari sekarang dia sudah memiliki dua orang cucu.
Mami Alin juga memberitahu kepada suaminya jika Arka tidak boleh mengetahui ini dengan alasan biar Arka tau dengan sendirinya dan mau gak mau Papi Ali menyetujuinya.
Kebahagiaan Mami dan Papi Arka tampak jelas diwajah mereka dan membuat keduanya bersemangat tapi ketika di depan Arka keduanya akan berubah menjadi biasa saja dan itu tidak membuat Arka menaruh curiga kepada kedua orang tuanya.
Siang itu dihari minggu Arka mengunjungi Cafe untuk rapat dengan kliennya dari singapur, karena kliennya ingin kembali dihari itu juga jadi pertemuan mereka laksanakan dihari itu juga.
Pertemuan itu berlangsung selama satu jam. Setelah selesai Klien Arka langsung pergi karena jam pernerbangannya akan tiba dan Arka masih disana menunggu Endri menjemputnya.
Arka menikmati kopi hitam yang dia pesan sambil serius memainkan Hp nya. Tidak Jauh dari tempat Arka duduk, Terlihat Ghani dan Ghava sedang bermain diarea permainan anak-anak.
Tanpa sengaja Ghava yang sedang bermain melihat Arka yang sedang duduk sambil serius dengan Hpnya.
"Kaka itu Papaakan." ucap Ghava kepada Ghani yang sedang membaca buku. Seketika Ghani mengalihkan pandangnnya kearah yang dimana adiknya tunjuk.
" Iya itu Papa." keduanya sangat senang bertemu dengan Papa mereka dan keduanya teriak memanggil Arka.
" PAPA...PAPA." mereka berteriak memanggil Arka.
Arka yang sedang asik dengan Hpnya tiba-tiba saja mendengar suara anak kecil yang tidak asing dia dengar, seketika Arka mengalihkan pandangannya dan mencari dimana suara itu berasal.
Tanpa disengaja mata Arka tertuju pada dua orang anak yang melambaikan tangan kepadanya dan berteriak memanggilnya Papa.
Arka tersenyum dan melihat kedua anak itu, mereka berlari untuk menghampirinya Arka.
"Papa.." ucap Gahni dan Ghava saat sudah didepan Arka.
__ADS_1
" Sayang." ucap Arka.
Ghani dan Ghava langsung memeluk Arka dan Arka juga membalas pelukan itu dengan senang.
" Papa kami merindukanmu." ucap keduanya.
"Papa juga merindukan kalian" setelah itu mereka melepas pelukannya.
" Apa yang Papa lakukan disini." tanya Ghani tiba-tiba.
"Tadi Papa ada pertemuan dengan klien disini. dan kalian berdua apa yang kalian lakukan disini, hmmm." ucap Arka sambil mengusap rambut mereka.
" Kami menemani Mama dan Ayi yang sedang bekerja disini." Jawab Ghava.
"Iya Papa inikan Cafe milik Ayi Hana." ucap Ghani.
" Mmm begitu ya." Arka tersenyum sambil mengusap Rambut Ghani dan Ghava.
Tidak terasa waktu yang mereka habiskan berjalan sangat cepat, seperti tidak ingin berpisah tapi karena hari sudah mau menjelang sore mau gak mau Ghani dan Ghava harus kembali kekantor Hana.
Tanpa mereka bertiga sadari Hana yang sedari tadi mencari sikembar melihat semua aktifitas mereka bertiga, terbesit ingin mendatangi kemeja mereka tapi niat itu Hana urungkan karena melihat sikembar sangat senang didekat Arka Ayah kandung mereka.
Tak lama berselang Hana melihat Ghani dan Ghava pergi dari sana masuk kedalam Cafe meninggalkan Arka disana dan Hana tau mereka akan kemana.
Hana mendatangi Arka bermaksud ingin mengetahui seperti apa Arka karena selama ini Hana mengetahuinya hanya dari Endri tapi sekarang Dia ingin mengetahuinya langsung.
Saat sudah didepan meja Arka, Hana menyapanya dengan sopan.
" Hai, anda tuan Arkana kan." Arka yang mendengar namanya disebut menoleh kearah Hana yang tersenyum kepadanya.
"Iya saya Arkana."ucapnya dingin. Arka yang melihat Hana berfikir dia seperti pernah melihat Hana sebelumnya tapi Arka lupa dimana.
__ADS_1
" Perkenalkan saya Hana pemilik Cafe ini dan apa boleh kita bicara sebentar." ucap Hana tanpa mengulurkan tangannya.
" Oh iya silahkan. Jadi kamu yang namanya Hana yang sering Mami saya ceritakan." Arka mengingat jika Maminya sering memceritakannya.
" Iya dan saya juga sahabatnya Khayra." seketika Arka terkejut dengan apa yang Hana ucapkan. Hana yang duduk dihadapan Arka melihat itu.
" Saya hanya ingin memberitahu anda tolong jangan mencari Khayra lagi dia sudah bahagia sekarang." ucap Hana lagi dan itu berhasil membuat Arka terkejut sekali lagi.
"Apa maksud anda."
"Iya dia sudah bahagia dengan hidupnya sekarang dengan orang-orang yang mencintainya jadi saya ingin anda jangan ganggu Khayra dan lepaskanlah dia." seketika darah Arka mendidih emosi dan ketidak terimaannya dengan ucapan Hana menguasai dirinya.
" TIDAK, aku tidak akan membiarkan itu terjadi dia milikku, aku tidak akan melepaskannya." ucap Arka emosi.
"Apa Milik anda ? apa yang anda katakan ? anda tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Khayra jadi bagai mana bisa Khayra milik anda."
" Kami pernah tidur bersama lima tahun lalu dan mungkin saja kami sudah memiliki anak dari kejadian itu. apa anda tau." Arka sudah emosi terlihat dari Matanya yang memancarkan kemarahan.
" Iya saya tau itu, saya mengetahui semuanya kalian hanya pernah tidur bersama tapi itu hanya kecelakaan dan anda pun tidak bisa menjamin jika Khayra hamil dari kecelakaan itu dan itu tidak bisa dibilang anda memiliki hubungan dengan Khayra." seketika Arka terdiam memang benar mereka hanya pernah tidur bersama dan itu hanya kecelakaan saja dan Arka pun tidak bisa membuktikan kalau dari kesalahannya lima tahun yang lalu Khayra mengandung anaknya.
" Jadi apa anda mau melepaskan Khayra untuk bahagia Tuan." ucap Hana lagi saat tidak menerimabjawaban dari Arka.
" Tidak, saya tidak akn melepaskannya dia hanya bisa menjadi milikku tidak untuk orang lain. Tidak, dia akan bahagia bersama denganku." Arka masih mempertahankan keputusannya.
" Apa anda bisa menjamin Khayra akan bahagia dengan anda. lepaskanlah dia, Anda bisa mendapatkan wanita yang lebih dari Khayra yang sederajat dengan anda Tuan."
" Saya tidak akan pernah melepaskannya." ucap Arka lirih.
" Kenapa anda tidak ingin melepaskan Khayra, kalian tidak memiliki hubungan apa-apa tidak ada ikatan diantara kalian dan juga tidak ada cinta disana jadi untuk apa anda pertahankannya. Anda taukan Khayra hanya wanita biasa yang tidak memiliki apa-apa dan tidak sederajat dengan anda Tuan."
" Jadi biarkan dia pergi untuk mendapatkan cintanya yang tulus dan menjalankan hidupnya dengan orang yang juga mencintainya dan anda tidak mencintai Khayra Tuan."
__ADS_1