
Saat sedang melamun Khayra kembali sadar saat tangannya disentuh Hana.
" Ada apa Khay? Apa aku terlalu banyak bicara dan membuat mu ilfil ?kalau memang begitu maaf kan aku Khay, aku dari dulu emang seperti ini, makanya banyak orang yang tidak mau bicara dengan ku karena aku terlalu banyak bicara ." ucap Hana yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
"Ah tidak Hana, aku tidak ilfil kepada mu hanya saja aku lagi merindukan Ibu ku -" ucap Khayra tersenyum -"Ibu ku sama seperti diri mu Hana kalau sekali bicara pasti tidak akan ada habisnya, jadi itu tidak masalah buat ku." tutur Khayra sambil mengusap tangan Hana dan seketika senyuman manis Hana merekah.
" Apakan begitu, bagus lah kalau kamu tidak membenciku aku fikir kamu akan membenci ku seperti orang-orang." Terdengar sayu ditelinga Khayra.
" aku tidak akan membencimu, aku tidak punya alasan untuk membencimu kamu orang baik Hana berkat dirimu aku dan kedua anakku baik-baik saja."
__ADS_1
" Ah apa dua anak ? Kamu hamil anak kembar Hana ? Aaaaa... senangnya pasti suami mu sangat senang bukan kalian akan memiliki dua anak sekaligus....." ucapan Hana terhenti saat melihat raut wajah sedih Khayra dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
" Ada apa Khay, kenapa kamu menangis ? Ayo cerita kepadaku mungkin saja aku bisa membantu mu walaupun kita baru kenalan aku sudah menganggap mu teman ku Khay ayo ceritakan kesedihanmu kitakan teman."
Hana memeluk tubuh Khayra yang sedang menangis dan meyakinkan Khayra untuk menceritakan kesedihannya sambil menangis Khayra menceritakan semuanya yang terjadi pada dirinya dari saat dia dijebak oleh ibu dan saudara tirinya hingga dia hamil dan dia hamil tidak tau siapa ayah dari anaknya dan sampai dia diusir dari rumah hingga dia pingsan dijalan malam itu.
Hana yang mendengar semua itu terkejut dan tidak percaya dengan cerita yang Khayra ceritakan hingga dia tidak sadar juga ikut menangis mendengarnya sambil memeluk Khayra Hana juga merasakan kesedihan yang dialami Khayra hatinya juga merasakan sakit apa karena dia merasakan apa yang Khayra rasakan atau apa Hana juga mengalaminya, entah lah.
"Aku tidak tau Han aku pun juga bingung mau bagaimana kedepannya untuk merawat kedua anak-anak ku." ucap Khayra
__ADS_1
"Oh bagaimana untuk sekarang kamu tinggal saja dirumah ku dan untuk kebutuhan sehari-harinya kita akan fikir bareng-bareng bagai mana Khay ?." ucap Hana
"Apa aku tidak akan menyusahkan keluarga mu nanti Han aku tidak mau merepotkan keluarga mu dan lagi aku tidak bekerja akan menjadi beban dikeluarga mu."
"Ah tidak Khay, kamu tidak akan merepotkan lagian aku tinggal sendiri dan aku juga tidak punya keluarga lagi." ucap Hana sedikit pelan
"Apa ? emang kemana keluargamu Hana ? ucap Khayra penasaran.
"Ah ceritanya panjang nantik kalau ada waktu aku akan ceritakan kepada mu Oke dan oh iya tadi kamu bilang kamu tidak bekerjakan bagaimana kalu kamu kerja dicafe ku Khay kebetulan aku memiliiki cafe sendiri ya walaupun itu dulu cafe itu punya orang tua ku. bagaimana apa kamu mau ?."
__ADS_1
" Baik lah. Terima kasih Hana kamu sudah membantuku banyak semoga hidupmu penuh dengan cinta dan kasih sayang." ucap Khayra sambil memeluk Hana.