CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
LOMBA II


__ADS_3

Arka segera meluncur menuju sekolah kedua anaknya.


" End, percepat." ucap Arka


" Baiklah."


Dengan menaikan laju mobilnya selang beberapa jam mobil Arka telah tiba disekolahnya.


Setelah memarkirkan mobilnya Arka dan Endri berjalan menuju gedung tempat diselenggarakannya lomba tersebut.


" Sepertinya acara sudah dimulai."


" Sepertinya masih sesi upacara penyambutan Arka." Endri melihat dari ipadnya mengenai susunan acara perlombaan tersebut.


" Benarkah yasudah ayo aku tidak mau ketinggalan melihat anak-anak ku." Arka dan Endri berjalan menuju gedung yang dilaksakan perlombaan.


Dan benar yang Endri katakan kalau acara masih dengan sesi pembukaan Arka dan Endri berjalan menuju bangku yang disediakan yang berada didepan panggung.


Saat berjalan menuju tempat duduknya mata Arka mencari seseorang yang sedari tadi tidak dia temukan. Saat sedang mencari mata Arka tertuju pada seseorang yang melambaikan tangannya seakan dia tau kalau Arka sedang mencarinya.


Dengan senyum manisnya Khayra melihat bahwa orang yang sedari tadi dia dan anak-anaknya tunggu akhirnya datang juga walaupun sedikit terlambat.


Arka duduk dibangku yang bersebelahan dengan sang Mami. Mami Alin yang melihat kedua anaknya tiba langsung memasang raut wajah kesalnya.


" Kalian berdua lama sekali datangnya. Kalian membuat kedua cucuku bersedih karena Papanya tidak kunjung datang."


" Apa Mi, anakku sedih." tanya Arka lagi dan Mami Alin hanya menganggukan kepalanya.


Flashback On


Saat mata Mami Alin melihat kedua cucunya sudah datang, Mami Alin memberi tau kepada suaminya yang sedang berbincang kepada salah satu juri disana untuk menemui kedua cucunya.


" Papi, Mami ketempat cucu kita dulu ya." ucap Mami Alin berbisik ditelinga suaminya.


" Iya sayang." Papi Ali mengijinkannya dan lanjut perbincangannya dengan juri yang dia kenal.


Mami Alin berjalan mendekati kedua cucunya.


" Cucu Oma." panggil Mami Alin yang membuat kedua cucunya melihatnya tersenyum dan segera berlari menghampiri Oma mereka.


"Omaaa." ucap keduanya.

__ADS_1


" Jangan lari-lari sayang." ucap Mami Alin dan langsung mendapatkan pelukan hangat dari sang cucu.


" Oma datang juga untuk melihat kami." ucap Ghava.


" Tentu saja kesangannya Oma. Oma datang bersama dengan Opa kalian untuk memberi dukungan kepada kedua cucu kesayangannya kami." ucap Mami Alin sambil mencium pipi kedua cucunya itu.


" Benarkah, apa Oma juga datang bersama Papa." ucap Ghani yang sedari tadi matanya seperti mencari sesuatu.


" Tidak sayang Oma tidak datang bersama Papa kalian." Ghani dan Ghava langsung wajah sedih mereka karena Papa yang mereka tunggu belum juga datang.


" Yasudah nanti Oma akan menelephone Papa kalian dan bertanya dimana dia, mungkin saja Papa kalian sudah dijalan, jadi jangan sedih lagi ya." Mami Alin mengusap pipi kedua cucunya dengan sayang.


" Iya Oma." ucap keduanya.


" Ya sudah ayo duduk di tempat kalian lagi. Ayo semangat dan dapatkan juara oke. Oma ingin menemui Mama kalian dulu."


"Iya Oma." Ghani dan Ghava pergi meninggalkan Oma mereka dan menuju tempat duduk mereka lagi.


Mami Alin mencari dimana keberadaan Khayra di kursi para orang tua siswa dan dia melihatnya Khayra bersama dengan Hana yang terlihat gusar.


" Khayra, Hana." Mami Alin memanggil mereka. Khayra dan Hana yang mereasa namanya dipanggil langsung melihat Mami Alin yang berjalan menuju mereka.


"Tante." ucap keduanya.


" Ini tan, Mas Arka belum juga datang padahal acaranya akan segera dimulai, Khayra dari tadi mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat."


" Mungkin Tuan Arka masih jalan Khay kamu terlalu gelisah begitu." ucap Hana yang menenangkan Khayra.


" Hana benar Khay mungkin Arka lagi dijalan jadi kamu tidak usah khawatir dia pasti datang."


" Iya Tan." ketiganya berbincang sampai tiba suara Mc yang menandakan acara akan segera dimulai.


Flashback Off


Arka merasa bersalah karenamembut kedua anaknya merasa sedih karena dia datang terlambat.


" Arka nanti akan meminta maaf kepada mereka Mi."


"Tentu, kau harus meminta maaf kepada mereka."


Setelah upacara pembukaan telah selesai tiba lah waktunya acara yang ditunggu-tunggu perlombaan untuk memperebutkan posisi yang akan menjadi perwakilan dari sekolah mereka menuju Olimpiade Sains dan Teknologi diBerlin.

__ADS_1


Perlombaan ini dibagi menjadi beberapa tingkat, karena sebelum perlombaan ini para siswa dan siswi disekolah ini telah mengikutin beberapa seleksi dan pada perlombaan ini untuk tingkat SD sudah ada terpilih 20 orang dari kelas 1 s/d 6, Untuk tingkat SMP sudah terpilih 15 orang dan sedangkan tingkat SMA juga 15 orang yang terpilih.


" Baiklah untuk acara selanjutnya, kita persilahkan untuk 20 murid tingkat SD untuk masuk kedalam ruangan khusus yang sudah disusun kursi-kursi untuk mereka mengerjakan soal-soal yang akan diberikan." ucap Mc diatas panggung dan tidak lama para siswa siswi tingkat SD masuk kedalam ruangan dan duduk sesuai kursi yang sudah ditentukan.


Ghani dan Ghava yang sudah duduk dibarisan kedua sontak melihat kedepan terpampang layar proyektor yang menyorot diluar ruangan awalnya wajah mereka terlihat sedih seketika berubah karena melihat orang yang mereka tunggu-tunggu sudah datang ya sapa lagi kalau bukan Papa mereka.


Setelah para peserta duduk, para orang tua bersok memberikan semangat dan dukungan kepàda anak-anak mereka tidak terkecuali Arka.


Melihat diatas panggung terdapat layar lebar yang memperlihatkan kedua anaknya tersenyum. Arka berteriak memberikan dukungan kepada kedua buah hatinya dan itu membuat orang-orang didekatnya terkejut dengan apa yang Arka ucapkan dan mulai berbisik tentang dirinya tapi Arka tidak peduli.


" AYO ANAK-ANAK PAPA SEMANGAT." teriak Arka begitu pun juga Mami Alin dan Papi Ali tidak ketinggalan untuk mendukung cucu-cucu mereka.


Perlombaan pun dimulai para orang tua bisa melihat diperingkat mana anak-anak mereka dilayar besar yang ada di atas panggung.


Setiap tabel dapat bergerak sesuai dengan berapa skor yang didapat dengan mengisi soal-soal tersebut dengan benar.


Arka dan Khayra dapat melihat kedua anak mereka saling berebutan untuk menduduki posisi pertama dan itu membuat mereka bangga pasalnya kedua anak mereka dapat bersaing dengan anak-anak yang tingkatannya jauh diatas mereka.


Endri yang melihat layar didepannya yang menunjukan posisi para peserta hanya berdecak kagum dengan kepintaran kedua keponakannya itu.


Waktu terus berjalan hingga menyisakan waktu dua puluh menit lagi Para orang tua seketika menjadi tegang melihat grafik data yang terus berjalan itu.


Hingga detik-detik terakhir pun berlalu dengan tepukan tangan para orang tua. terlihat wajah bangga dan terharu dari Khayra dan Hana yang meneteskan air mata melihat kedua jagoan mereka lolos untuk ikut Olimpiade diBerlin.


Bukan cuma Khayra dan Hana yang merasa bangga, keluarģa Besar Khaleed pun juga merasa bangga atas pencapaian penerus keluarga mereka itu.


Setelah selesai, para peserta keluar dari ruangan yang ternyata ruangan itu berada dibelakang panggung.


Mereka dapat melihat hasil skor mereka dan seketika keributan pun terjadi ada yang senang dan terharu karena mereka dapat lolos untuk mengikuti Olimpiade tidak terkecuali sikembar dan ada juga yang menangis karena tidak lolos.


Ghani, Ghava dan kedua teman merekà yang lolos itu pun saling berpelukan dan merasa senang.


.


.


.


Hay para kesayangan othor terima kasih yang sudah Like, Comment, Vote serta menjadikan novel othor Favorit.


Jangan pernah bosan-bosan untuk selalu dukung othor ya.

__ADS_1


see you.


__ADS_2