
Ghani dan Ghava yang mendapatkan pelukan tak sengaja dari Ayah mereka membuat keduanya senang dan ada perasaan hangat yang mereka rindukan disana.
Mereka memendam kepala dalam pelukan Arka. Pelukan mereka mengerat seperti tidak mau melepaskan Ayah mereka dan Arka menyadari itu.
"Apa kalian tidak apa-apa nak." ucap Arka. Ghani dan Ghava yang mendengar ucapan Arka tersadar dan mengingat ucapan Khayra.
"Kami tidak apa-apa Tuan." ucap Ghani dengan raut wajah dinginnya tapi dalam hatinya sangat senang karena mendapatkan pelukan dari seseorang yang mereka anggap sebagai Ayah kandung mereka.
MCI yang sempat terdiam dengan adegan tadi seketika bersuara menyuruh Ghani dan Ghava berdiri berbaris dengan para murud lainnya.
Setelah itu para direksi sekolah dipanggil satu persatu untuk menyerahkan Sertifikat Beasiswa kepada para murid yang terpilih.
Ada 20 murid yang mendapatkan Beasiswa sesuai tingkat kelas mereka masing-masing. untuk tinggat SMA mereka akanmendapatkan Beasiswa untuk masuk ke Universitas bergengsi diAmerika yang dikelolah oleh keluarga Khaleed, sedangkan untuk tingkat SMP akan mendapatkan Beasiswa sampai mereka tamat SMA.
Dan untuk tingkat SD mereka mendapatkan Beasiswa sampai tingkat SMP. Arka yang mendapat giliran menyerahkan Sertifikat Beasiswa kepada Ghani merasa sangat bersemangat entah kenapa dia meresa sangat senang dan bangga kepada kedua anak itu.
Arka yang meyerahkan Setifikat Beasiswa kepada Ghani, terus memandang lekat kedua anak itu.
" Wajah mereka berdua sangat mirip dengan ku, aku seperti melihat diriku sendiri pada diri mereka berdua, apa mereka anak-anak ku, ah apa yang kau fikirkan Arka jangan mengaku-ngaku belum tentu mereka anak mu tapi perasaan ini tidak bisa dibohong." Arka tenggelan dengan pikirannya.
Ghani yang melihat Arka dari dekat tanpa sadar dia memegang tangan Arka dan membuat Arka tersentak.
Kedua mata mereka saling berhadapan seketika senyum terpancar diwajah Arka. Arka mensejajarkan tubuhnya dengan Ghani.
"Tuan apa boleh Ghani memeluk mu." ucap Ghani memohon, Ghava yang berada disampingnya mendengar ucapan kakanya itu.
"Ghava juga mau." ucap Ghava tidak mau kalah.
Arka yang mendengar permintaan keduanya hanya tersenyum.
"Boleh, kemari lah." ucap Arka sambil merentangkan kedua tangannya.
Bagai mendapatkan hadiah terbaik didunia Ghani dan Ghava langsung memeluk erat Arka sangat erat seperti tidak ingin melepaskannya.
__ADS_1
Setelah adegan peluk-pelukan itu Arka pergi dan duduk ditempatnya. sekarang giliran Papi Ali yang menyerahkan Serifikat Beasiswa kepada Ghava.
Papi Ali yang melihat Ghava dan Ghani dari dekat masih dengan expresi tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Mereka sangat mirip Arka."
Papi Ali menyerah sertifikat itu kepada Ghava dan Ghava langsung mencium tangan Papi Ali memberi hormat dan dia tersenyum manis.
" Kakak." tanpa disadari Papi Ali mengeluarkan kalimat itu saat melihat senyum manis Ghava.
Setelah acara penyerahan Beasiswa itu selesai tibalah acara bebas untuk para murid, dengan mendatangkan beberapa grup band terkenal membuat para murid berteriak histeris dan bersorak meriah memenuhi Aula.
Ghani dan Ghava berlari senang mengampiri Hana, dengan semangatnya mereka memamerkan Sertifikat Beasiswa yang ditangan mereka dengat senang.
"Ayiiiii..." teriak keduanya sambil berlari.
"Ayi lihat kami mendapatkan Beasiswa lagi." ucap Ghani.
"Benar Ayi kami sangat bahagia berhasil mendapatkannya, pasti Mama akan sangat senang mendengat ini Kaka." ucap Ghava ceria.
" Lalu Ghava juga senang mendapat pelukan dari Papa."
"Ghava, Paman itu bukan Papa kita jangan bicara seperti itu. Ingat apa yang Mama bilangkan." ucap Ghani memarahi adiknya itu walau sebenarnya dihati Ghani juga merasa senang mendapat pelukan itu tapi dia harus bersikap dewasa dia tidak mau menyakiti hatinya dan juga adiknya kalau harapan yang selama ini mereka bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan.
"Tapi Kaka itu beneran Papa." ucap Ghava ngeyel.
"TIDAK GAHAVA, PAMAN ITU BUKAN PAPA." Ghani membentak adiknya itu.
Ghava yang mendengar bentakan dari kakanya itu terkejut dan langsung terdiam menunduk.
"Ghani kenapa kamu membentak Adikmu, itu tidak baik. Ayo minta maaf sama adik mu." Ucap Hana yang juga terkejut dengan bentakan Ghani.
Hana tidak menyangka kalau Ghani akan memarahi Ghava seperti itu, walau Ghani terlihat dingin tapi dia selalu sabar menghadapi Ghava yang super aktif itu.
__ADS_1
Sadar dengan perbuatannya yang salah Ghava memegang tangan adiknya itu dan meminta maaf.
"Ghava maafin Kakak, maaf telah membentak mu." ucap Ghani lembut.
Melihat Kakanya sudah tidak marah lagi dia langsung memeluk kakanya itu.
" Iya Kaka Ghava juga minta maaf, Ghava salah." jawab Ghava tersenyum dan begitu juga Hana.
Ghani tau Adiknya itu sangat ingin sekali bertemu Papa mereka dan Ghani pun juga tidak mengelak itu dia pun juga sama begitu tapi ucapan Mama nya selalu menjadi alasan supaya mereka tidak asal mengatakan kalau Paman itu Papa mereka.
Karena sesuatu yang sangat kita harapkan TIDAK sesuai dengan apa yang kita inginkan akan ada hati yang sakit dan kecewa.
"Nah gitu donk, ingat sesama saudara tidak boleh bertengkar harus saling menjaga dan menyayangi. Oke baiklah karena kalian sudah berbaikan ayo kita pulang. Kita tujukan kepada Mama keberhasilan kalian." ucap Hana menggandeng tangan kedua bocah itu dan berjalan pergi.
"Iya Ayi." ucap keduanya senang.
Sebelum mereka keluar dari aula tersebut seseorang memanggil mereka dan seketika mereka berhenti.
"Tunggu.." ucap lembut terdengar ditelinga.
Iya itu ada lah Mami Alin bersama dengan Endri dibelakangnya.
……………………
beberapa menit sebelumnya……
Setelah selesai acara tersebut Papi Ali dan Arka turun dari panggung dan menghampiri Mami Alin dan Endri di mejanya.
Tampak raut wajah Mami Alin seperti orang yang mempuyai sejuta pertanyaan yang ingin dia lontarkan, Papi Ali sadan dan tau apa yang ingin ditanyakan oleh istrinya itu.
" Suamiku. Arka, Endri ikut Mami sekarang kalian taukan harus menjelaskan ini semua kepada kami." ucap Mami Alin dingin.
Arka yang mengerti apa maksud dari ucapan Maminya itu, Dia juga bingung apa yang bisa dia jelaskan kepada Maminya itu dia pun juga tidak tau kenapa bisa ada dua orang anak yang sangat mirip dengannya itu.
__ADS_1
Endri yang sejak awal sudah tau tentang Kedua anak itu hanya bisa diam dan menutup mulutnya, sebenarnya dia ingin sekali memberitau Arka kalau kedua anak itu adalah anak kandung Arka tapi dia sudah berjanji kepada seseorang untuk tidak memberitaunya dulu sebelum Arka menyadari kalau dia memiliki dua orang anak dari wanita yang bersamanya pada malam itu lima tahun yang lalu.