
Setelah selesai sarapan Papi Ali, Mami Alin dan Arka bersantai di ruang keluarga.
Papi Ali dan Mami Alin sedang asik menonton tayangan di televisi sedangkan Arka sibuk dengan leptopnya yang sedang memeriksa Email dari asistennya Endri.
Saat Arka sedang serius dengan pekerjaannya Papi Ali yang melihat Arka masih sibuk hanya bisa menggelengkan kepala, anaknya ini sangat gila bekerja tanpa kenal untuk istirahat.
"Arka apa yang kamu kerjakan." tanya Papi Ali yang sektika Mami Alin juga melihat kearah Arka.
" Lagi mengecek kerjaan Pi yang belum Arka periksa." ucap Arka tanpa mengalihkan pandagannya.
"Arka, Papi tau kamu banyak kerjaan tapi ya istirahan dulu Nak ini kan weekend keluar lah untuk bersenang-senang jangan kerjaan terus yang kamu urus."
" Tapi Arka lagi malas Pi lagian pekerjaan Arka lagi banyak ini Pi biar Arka selesaikan dulu."
"Tidak, sudah cukup nak tinggalkan itu istirahatkan dulu pikiran mu dan tenagamu itu bisa nanti diselesaikan."
"Iya Papi ku sanyang." dengan terpaksa Arka menuruti perintah Papinya.
Mami Alin yang mendengar itu tersenyum geli melihat keduanya.
__ADS_1
Papi Ali dan Mami Alin sebenarnya adalah paman dan bibi Arka, Papi Ali saudara kembar dari ayahnya Arka ya walaupun wajah mereka tidak sama, semenjak meninggalnya Ayah Arka Papi Ali dan Mami Alin mengangkat Arka menjadi anak mereka karena mereka tidak memiliki anak mereka sendiri.
Semenjak Arka datang kerumah Ali, Mami Alin sangat senang dan sangat menyayangi Arka dan selalu memanjakan Arka seperti seorang Ibu kepada Anaknya sendiri, tapi walupun diperlakukan seperti itu Arka tidak besar kepala.
Karena kebencian dan rasa sakit yang Arka dapatkan membuat dia menjadi pribadi yang mandiri dan juga menjadi dewasa yang tidak sesuai dengan umurnya itu yang membuat Mami Alin takut kalau Arka akan meninggalkannya.
Tapi semua perasaan itu dia tepis karena ternyata Arka menganggap Mami Alin seperti ibu kandungnya sendiri, Arka sangat menyayangi kedua orang tua angkatnya itu.
Arka akan berubah sifatnya menjadi manja ketika bersama kedua orang tua angkatnya itu dan menjadi dingin serta kejam ketika dia diluar rumah.
Saat sedang menikmati acara yang disajikan di TV tiba-tiba sorang wanita masuk begitu saja menghampiri Arka tanpa permisi dan salam kepada pemilik rumah.
"Arka..." ucap wanita itu yang ternyata Siska dengan suara yang dibuat manja.
"Sayang aku merindukanmu."ucap Siska bermanja ria di bahu Arka. Karena risih Arka menarik tangan yang Siska gandeng dengan kasar.
" Apa kau tidak tau malu, kau masuk kerumah orang tanpa permisi dimana sopan santunmu sebagai wanita." ucap Mami Alin yang dari tadi melihat tingkah Siska dan merasa geram sendiri.
" Eh ada Tante sama Om, Siska gak lihat." ucap Siska tanpa meminta maaf.
__ADS_1
" Kau, apa orang tua mu tidak mengajarkan adab bertamu kerumah orang jadi wanita tidak beradab sekali." ucap Mami alin ketus.
" Apa maksud Tante bicara seperti itu mempertanyakan didikan orang tua saya, jaga mulut Tante ya."ucap Siska meninggi dan tidak terima dihina Mami Alin.
"Tante itu cuma orang tua angkatnya Arka dan tidak penting disini jadi tante tidak usah mengurusi urusan saya."ucap Siska lagi dan menghinah Mami Alin
Seketika emosi Mami Alin memuncak dan tidak terkendali lagi. Papi Ali dan Arka yang sedari tadi disana hanya menonton dan membiarkan mereka berkelahi pada hal mereka berdua juga sama emosinya dengan perkataan Siska
"Eh wanita ini, apa maksudmu bicara seperti itu? kenapa emangnya kalau saya bukan ibu kandung Arka apa saya tidak berhak atas anak saya sendiri." ucap Mami alin yang masih menahan emosinya.
"Apa anak sendiri, seharusnya tante berkaca tante itu cuma ibu angkat bukan ibu kandung Arka dan tante tidak berhak atas Arka." ucap Siska tidak mau kalah.
Emosi yang ditahan sudah tidak bisa Mami Alin tahan lagi.
"Dia anak ku akan selalu begitu, kau wanita gila yang tidak waras menjauhlah dari anak ku kau tidak layak untuknya dan untuk menjadi menantu Keluar Khaleed. Sekarang pergi Kau dari rumah ku, aku tidak sudi kau menginjakkan kaki mu dirumah ku." ucap Mami Alin yang marah besar dan berapi-api.
Dengan persaan yang kesal atas perkataan Mami Alin, Siska pergi dari rumah itu dengan amarah dimatanya.
……………
__ADS_1
Hay teman teman mohon maaf setelah saya baca lagi novel ini tenyata ada kesalahan di nama Arka, yang awalnya Arkana berubah menjadi Arkarna jadi untuk episode selanjunya namanya akan saya singkat menjadi Arka ya..
Jangan lupa tinggalkan jejak ya LIKE, COMMENT, VOTE DAN TAMBAHKAN KE FAVORITmu.... see you