
Keesokan paginya Hana melakukan seperti biasa aktivitasnya namun hari ini ada yang berbeda karena Cafe Hana masih libur, Hana hanya mengantar Ghani dan Ghava kesekolahnnya saja.
Setelah mengantar Ghani dan Ghava kesekolah, Hana melajukan mobilnya meninggalkan sekolah sikembar saat diperjalanan tiba-tiba gawai Hana berdering tepat lampu lalulintas berhenti.
Hana melihat yang tertera disana dan tersenyum, "Tante Alin" kemudian dia mengangkatnya.
" Assalamualaikum tante."
"Waalaikum salam Hana, Apa kamu sibuk nanti siang Han."
"Tidak ada Tante, Ada apa ya tan ."
"Begini apa hari ini kita bisa ketemuan, Tante sangat bosan dirumah sendirian tidak ada teman ngobrol."
"Hahaha Bisa tante kebetulan hari ini Cafe sedang tutup jadi Han ada waktu luang."
"Benarkah, ya sudah kita ketemuan di Mall AK ya sekalian kamu ajak Khayra ya biar makin rame."
"Oke tante nanti Hana sampaikan kepada Khayra."
"Baiklah, Ya sudah nanti Tante tunggu kalian disana ya. Assalamualaikum"
"Iya Tante Waalaikum salam."
Hana kembali menjalankan mobilnya melewati padatnya lalu lintas pagi itu.
Selang beberapa menit Hana sampai dirumahnya. Kebetulan Khayra sedang duduk diruang tamu sambil menonton acara di TV.
"Assalamualaikum." ucap Hana sambil berjalan masuk kedalam rumah dan duduk disamping Khayra.
"Waalaikum salam, Mau teh Han." tawar Khayra dan Hana menolaknya.
" Oh iya Khay tadi Tante Alin menelphonku dia mau mengajak kita jalan ke Mall kau mau ikut ?."
"Mau donk sudah lama juga kan kita tidak jalan-jalan ke Mall. Mumpung sikembar pulang agak sore jadi ada waktu luang."
"Oke deh nanti aku kabari lagi Tante Alin ketemuannya jam berapa."
Keduanya melanjutkan bersantai menikmati tayangan yang mereka tonton di TV."
*****
__ADS_1
Disisi lain seorang wanita berjalan memasuki lobi Perusahaan milik Arka dengan pakaian yang cukup mini memamerkan lengkuk tubuh dan kaki jenjangnya.
Karyawan yang berlalu lalang dilobi tersebut memandangnya karena kecantikan pada wanita tersebut tapi ada juga yang memandangnya tidak suka.
Dengan santainya dia berjalan menuju lif khusus petinggi diPerusahaan itu dan dijegat oleh satpam yang bertugas menjaga didepan lif khusus itu.
" Maaf Nona anda tidak diperbolehkan naik difil ini karena ini lif khusus petinggi saja." ucap Satpam itu tegas. wanita itu mendengarnya dan membuatnya kesal.
" Punya hak apa kamu melarang saya naik lif ini, kamu tidak tau siapa saya." ucap wanita tersebut yang bukan lain adalah Siska.
" Saya tidak tau dan Saya hanya menjalankan perintah Nona." ucap satpam tersebut dingin.
" Saya ini calon istrinya Arka, kamu tidak berhak menghalangi saya untuk menemui calon suami saya apa kamu mau saya pecat." ucap Siska dengan pedenya.
" Maaf kan kelancangan saya Nona tapi saya tidak bisa mengijinkan anda untuk memasuki lif ini dan saya mohon Nona menggunakan lif khusus karyawan yang ada disebelah sana." ucap satpam tersebut tanpa memperdulikan ancaman dari Siska.
" Kamu kurangajar sekali sama saya, pokoknya sayang tidak mau tau saya akan tetap menggunakan kelif ini. Atau akan saya adukan kamu keatasan kamu." ucap Siska.
"Kalau begitu kalau Nona memaksa, saya akan menghubungi asiaten Endri dulu untuk bertanya apakah Nona bisa masuk atau tidak." ucap Satpam tersebut dan dihentikan oleh Siska.
"Tidak perlu kamu menghubungi Asisten Endri biar saya saja mendiri menemuinya." ucap Siska sambil menyelonong masuk ke lif tersebut dan ditahan lagi oleh Satpam itu.
Perdebatan terus berlanjut hingga Siska ditarik paksa oleh satpam tersebut untuk pergi dari Perusahaan tersebut.
Sesaat tarik menarik antara Siska dan Satpam tersebut terjadi lif yang dikhususkan untuk petinggi dan keributan itu mengundang perhatian karyawan yang berlalu lalang dilobi tersebut.
Tak lama kemudian pintu lif itu terbuka, terlihat Arka yang disusul oleh Endri dibelakannya keluar dari lif tersebut dan melihat keributan yang terjadi diPerusahaannya.
Arka melihat Siska dengan digeret paksa keluar dari perusahaannya sambil berteriak-teriak dengan tidak tau malunya mengundang perhatian semua karyawannya yang ada disana.
Arka berjalan mendatanginya dan dengan suaranya yang cukup keras Arka berteriak mempertanyakan apa yang sedang terjadi yang membuat Siska yang tadinya sedang berancau seketika berhenti dan disusul oleh tatapan semua karyawan disana yang melihat kearah Arka.
"APA YANG TERJADI DISINI." teriak Arka yang menghentikan keributan disana. Siska yang melihat Arka langsung menepis tangan Satpam tersebut dan berlari menghampiri Arka.
" Arka lihat dia menyertku dengan paksa, dia tidak mengijinkan ku menemuimu." ucap Siska manja dilengan tangan Arka yang mengadu pada Arka.
Arka menepisnya dan mengalihkan pandangnnya ke pada satpam itu meminta penjelasan.
" Maafkan atas keributan ini Pak, saya hanya menjalankan tugas yang diperintahkan saja Pak. Karena Nona ini memaksa masuk ke lif khusus itu Pak" ucap Satpam itu menjelaskan.
" Karena Nona ini mengaku-ngaku sebagai calon istri Tuan saya ingin melapor keAsisten Endri dulu tapi Nona ini melarangnya dan ingin tetap memaksa masuk."
__ADS_1
Seketika Arka melihat kearah Siska dengan tatapan tajam yang membuat Siska bergidik takut.
" Kamu boleh pergi lanjutkan kerjamu dan kalian semua kembali bekerja." ucap Arka tanpa mengalihkan pandangannya dari Siska.
"Dan kamu pergi dari sini sebelum aku yang menyeretmu keluar dari sini dan satu lagi jangan sekali-sekali mengaku-ngaku calon istri ku itu tidak akan terjadi." ucap Arka dingin dan tegas sambil meninggalkan Siska yang masih mematung disana.
Arka dan Endri sudah berada didalam mobil pergi meninggalkan perusahaan karena ada pertemuan dengan claen diluar.
Didalam mobil mood Arka berubah menjadi jelek karena keributan yang disebabkan oleh Sisika, dia berfikir sudah lepas dari perempuan itu karena sudah seminggu wanita itu tidak mengusik Arka tapi nyatanya tidak Arka wanita itu masih mengejar-ngajarnya.
Endri melihat Arka dari kaca depan mobilnya dan sambil tersenyum dan itu terlihat oleh Arka.
" Kenapa kamu senyum-senyum End. lesambet." ucap Arka sebal.
" Eh tidak ada tu." ucap Endri yang berusaha menahan tawanya.
"Tidak perlu berbohong kamu ." ucap Arka ketus.
"Iya deh maaf. Habisnya wajahmu suram amat, apa yang kau fikirkan."
"Mmm entahlah End aku ingin sekali lepas dari gangguan wanita-wanita yang tidak tau malu."
" Wanita-wanita, maksudmu siapa lagi ?."
" Siapa lagi kalau bukan Kinan."
"Kinan ? model kita itu." ucap Endri yang dianggukin Arka.
" Ia siapa lagi, kau tidak tau tadi malam Mami datang kekamarku dan bertanya tentang perempuan itu, katanya wanita itu mengakun calon menantu keluarga Khaleed dengan sombongnya dan Mami langsung tidak suka melihatnya dan Mami menyuruh ku menjauh darinya. Ya karena aku tidak peduli dengan wanita itu aku turutin permintaan Mami karena aku tau Siska dan Kinan mendekatiku karena uang dan hartaku saja."
" Haa memang pesona keturunan dari keluarga Khaleed tidak ada duanya, sepertinya kau harus mencari pendamping Ar biar lalat-lalat itu tidak mengganggumu lagi."
"Kau benar End dan kau tau aku sudah mentukan hati ku untuk satu wanita ya itu Khayra."
"Oh ya apa kau sudah jatuh cinta kepadanya." ucap Endri memastikan.
" Aku sudah jatuh cinta kepadanya saat pertama kali aku melihatnya lima tahun yang lalu dan cintaku semakin besar saat kami dipertemukan kembali. Aku ingin menjadikannya istriku, wanitaku dan calon ibu dari anak-anakku kelak." ucap Arka yang senyum-senyum hanya memikirkan itu semua.
Endri yang mendengar itu merasa senang ternyata Arka sudah mencintai Khayra sejak lima tahun yang lalu dan tanpa Arka ketahui bahwa iya juga ia sudah menjadi seorang Ayah.
" Semoga kebahagiaan selalu datang kepada mu Arka, Aku berdoa agar kau secepatnya berkumpul dengan keluarga kecilmu."
__ADS_1