
Setelah kepergian Siska dari ruangannya, Arkana menyenderkan badannya dikursi kebesarannya sambil memijit pelipis matanya dan melihat kaluar kaca jendela diruangnnya
Tok
Tok
Tok
"Masuk." Ucap Arkana
"Tuan, saya sudah mengusir Nona Siska, saya akan melanjutkan pekerjaan saya, permisi Tuan." Ucap Endri dan dibalas dangan anggukan dari Arkana.
Ahh Arkana tidak habis fikir dengan sikap Siska, dia tidak tau kenapa sikap wanita itu seperti wanita gila yang teropsesi kepada Arkana dia selalu mengejar-ngejar Arkana, dimana Arkana berada disitu pasti ada Siska.
Pernah suatu ketika saat Arkana sedang meting dengan seorang klain wanita milik Arkana disebuah cafe tidak tau datangnya dari mana Siska langsung menyiramkan air ke klain wanita Arkana dan membuat keributan disana dan yang lebih membuat Arkana marah Klain wanita itu membatalkan kontrak kerjasamanya milyaran rupiah kepada Arkana karena ulah dari Siska, semenjak itu Arkana selalu merasa emosinya naik dan tidak mau melihatnya lagi.
Dengan prilaku Arkana yang seperti itu tidak membuat Siska menyerah dia malah semakin menjadi-jadi dengan mengandalkan kekuasaan Papa nya yang seorang Gubernur itu Siska semakin membuatnya seenaknya.
__ADS_1
Bukannya Arkana tidak bisa membereskannya tapi Arkana masih mengumpulkan bukti atas tindak kejahatan Papa Siska karena Arkana tau Kalau Papanya Siska juga ikut campur tangan dalam melenyapkan Ayah kandung Arkana yang dulu dia sangka Ayahnya meninggal karena sakit tapi Arkana baru mengetahui setelah 7 tahun kematian Ayahnya bahwa Ayahnya meninggal karena dibunuh dan salah satu tersangkanya adalah Ayahnya Siska dan seorang lagi yang Arkana masih terus mencari tau siapa dia.
Waktu menunjukan pukul 5 sore Cahaya senja masuk menyilaukan mata Khayra yang sedang tertidur dengan perlahan matanya terbuka karena terganggu silaunya cahaya senja.
Sambil meregangkan ototnya Khayra bangun dan kemudian pergi kekamar mandi untuk menyegarkan badannya, setelah selesai dengan ritual mandinya Khayra mengambil bajunya yang masih didalam koper dan memakainya.
Setelah siap Khayra keluar dari kamarnya dan menuju dapur, tampak terlihat Hana sudah berada disana menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan mereka masak.
"Hay Han ada yang bisa aku bantu ?" Ucap Khayra.
"Oh Khay bisa, kamu cuci dan potong sayur ini saja ya dan sisanya biar aku yang kerjakan aku gak mau kamu kecapean nanti. "
Sudah Satu jam Hana memasak makan malam untuk mereka berdua dan sudah tersusun rapi dimeja makan, makanan sederhana yang menggugah selera seperti tumis kangkung, ayam goreng bumbu dan cumi goreng asam manis Khayra yang melihatnya sudah tidak tahan untuk menyantapnya.
Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam saatnya Khayra dan Hana menyantap makan malam mereka dengan lahap.
"Mmm...enak banget Han masakan mu ini sepertinya anak-anak ku menyukai masakan mu ini." Ucap Khayra sambil mengelus perutnya dengan mulut yang masih penuh makanan.
__ADS_1
"Benarkah ! Wah kalian yang masih didalam sini sudah pintar memuji Ayi ya duhh jadi tidak sabar untuk berjumpa dengan kalian ." Ucap Hana sambil memegang perut Khayra.
" Oh iya Khay untuk sekarang kamu tidak usah bekerja dulu ya kamu harus menjaga kandungan kamu yang sudah 7 bulan ini, aku tidak mau kamu kecapean kalau kamu bekerja dicafe ku dan membahayakan kedua anak ku ini."
"Tapi Han aku tidak mau menyusahkan mu kalau aku tidak bekerja aku akan menjadi bebanmu."
"Itu tidak akan terjadi Khay, kamu bukan beban aku menyuruh mu untuk menjaga kehamilan mu aku tidak mau sahabat ku satu-satunya kenapa-kenapa dalam kondisi seperti ini, nanti jika kamu sudah melahirkan mereka aku akan mengijinkanmu bekerja jadi untuk sekarang dengarkan ucapan ku ya." Ucap Hana sedikit memohon
"Ah baik lah Ayi Hana kami akan mendengarkan ucapan mu." Ucap Khayra pasrah.
Semenjak Khayra tinggal dirumah Hana dia seperti memiliki kaluarga begitu pun juga dengan Hana dia juga merasa rumah yang dulunya sepi dan mati semenjak kedatangan Khayra rumahnya seperti hidup kembali dia beruntung kalau dia tidak menolong Khayra malam itu rumahnya tidak akan seperti ini.
Dan semenjak tau Khayra hamil Hana mulai menyuruh Khayra memanggilnya Ayi Hana karena dia tidak mau kalau anak-anak Khayra lahir memanggilnya Bibi katanya dia tidak mau dibilang tua jadi Khayra menyetujuinya dan terbiasa memanggil Hana dengan sebutan Ayi Hana.
……………………………
Jangan lupa tinggalkan jejak ya LIKE, COMMENT, VOTE DAN TAMBAHKAN KE FAVORITmu.... see you
__ADS_1
Nb : kata dari "Yi" sama artinya dengan "Bibi" karena dalam cerita ini Hana digambarkan berparas seperti orang asia timur dan didalama cerita ini aku menulisnya dengan "Ayi" biar enak diucap.