
Ketika suara lembut terdengar menyapanya Hana berhenti dan melihat seorang wanita yang bisa dibilang sudah setengah abad umurnya tapi masih terlihat sangat cantik dan anggun menghampiri Hana.
Dengan senyum yang hangat diwajahnya Mami Alin menyapa Hana.
" Halo...." ucap Mami Alin tersenyum menyapa ketiganya.
Hana yang disapa ramah membalas sapaan itu dengan senyum manisnya
" Halo juga Nyonya."
" Perkenalkan nama saya Alinia Khaleed dan ini putra saya Endri Apa kalian ingin pulang ?." ucap Mami Alin ramah memperkenalkan diri sambil menatap Ghani dan Ghava.
" Ah salam kenal Nyonya Khaleed. Saya Hana dan ini Ghani dan Ghava."
"Halo nyonya saya Ghani dan ini adik saya Ghava." Ghani memperkenalkan diri.
"Selamat sore Nyonya." ucap Ghava tersenyum ramah.
" iya nyonya kami ingin pulang karena sikembar ingin pulang cepat." ucap Hana ramah.
" Oh iya kenapa kalian berdua ingin cepat pulang, mmm." ucap Mami Alin sambil menunduk sejajar dengan sikembar dan mengelus pipi Ghani dan Ghava.
"Ah ya Allah kenapa anak-anak ini sangat mirip sekali dengan Arka mata, hidung dan bibir serta raut wajah mereka sangat persis seperti Arka dan ya senyumnya sama seperti Kakak. Apa perempuan ini ibu mereka."
" Iya Nyonya karena kami ingin menunjukkan ini kepada Mama." ucap Ghani dengan wajah dinginnya.
"Mama ?" ucap ulang Mami Alin dan melihat kearah Hana.
" Kamu bukan ibu mereka." tanya Mami Alin penasaran.
" Bukan nyonya, saya tante mereka."
"Oh begitu, dimana ibu mereka."
"Ibu mereka sedang bekerja jadi saya yang menemani mereka."
Saat Mami Alin ingin mengajukan pertanyaan lagi Ghava merengek ingin cepat pulang untuk bertemu Mamanya.
"Ayiii ayok kita pulang." rengek Ghava yang menarik-narik baju Hana.
" Iya sayang kita pulang. kalau begitu kami permisi dulu Nyonya."
"Ayo sayang pamitan dulu sama Nyonya Khaleed dan paman Endri." ucap Hana
Ghani dan Ghava yang mendengar perintah Hana maju dan mengulurkan tangan untuk mencium tangan Mami Alin dan juga Endri
Alin yang dicium tangnnya oleh Ghani dan Ghava merasa terharu dan senang.
" Apa saya boleh memeluk kalian berdua." sikembar yang mendengar permintaan Alin langsung menoleh kearah Hana sembari meminta izin dan Hana memperbolehkannya.
__ADS_1
" Boleh Nyonya. " ketiganya berpelukan dan Alin merasakan kehangatan didalam pelukan itu. seakan dia tidak mau melepas pelukan itu.
"Baik lah, hati-hati dijalan ya." ucap Alin yang terpaksa merelakan keduanya pergi.
"Iya Nyonya, kami pamit dulu Assalamualaikum." ucap Hana sambil menggandeng tangan sikembar pergi dari aula itu.
"Walaikumsalam." ucap Alin sambil menatap kepergian mereka. Alin yang melihat Ghava menoleh kebelakang sambil melambaikan tangan dan tersenyum manis dia pun membalas lambayan tangan itu.
Endri yang melihat itu mendekati Maminya dan memeluk Maminya
" Apa yang Mami rasakan ."
"Hati Mami berkata kalau mereka adalah cucu-cucu Mami sayang. Tapi Apa Mami boleh berhayal seperti itu."
"Tentu saja Mami boleh ." ucap Endri sambil mengelus bahu Maminya.
" Jangan kan untuk berhayal, untuk menjadikan itu kenyataan juga sudah terjadi Mi, karena memang mereka berdua adalah cucu-cucu Mami, anak kandung Arka. Tapi Endri tidak bisa memberitahu itu karena Endri sudah berjanji kepadanya. Tapi Mami bersabarlah jika masalah ini sudah selesai Ghani dan Ghava akan segera Arka ajak pulang kerumah kita beserta Ibu anak-anak itu."
"Tapi Nak, sepertinya gadis itu sangat baik dan juga cantik, apa kamu tidak tertarik padanya." ucap Mami Alin menggoda Endri.
"Hadeee mulai lagi deh Mami jadi makcomblang, sudah ah Mi ayo kita kembali keruangan Arka." ucap Endri mengalihkan pembicaraan.
" Tapi benerankan sayang...." ucap Mami Alin yang terus mengoda anaknya
"Mami...."
" Hehehhe iya iya deh sayang." ucap Mami Alin.
………………
DiCafe Khayra yang sedang senggang menikmati teh hijau dihalaman belakang Cafe tersebut.
Saat sedang asik Khayra terkejut mendengar jeritan kedua anaknya itu
"MAMAAAA." Ghani dan Ghava berlari mencari Mama mereka.
" Iya sayang Mama lagi dibelakang ini."
Mendengar suara Ibu mereka , Ghani dan Ghava berlari menuju suara tersebut dan melihat Mama mereka sedang duduk disana.
"Mama kami ada hadiah buat Mama." ucap Ghava bersemangat.
"Iya Mama." ucap Ghani juga.
"Oh iya, Apa itu ?" Khayra yang juga bersemangat karena penasaran.
Ghani dan Ghava saling memandang tersenyum dan mulai berhitung
"Satu, dua, tiga tadaa." teriak keduanya menunjukan Sertifikat Beasiswa mereka.
__ADS_1
Khayra yang melihat itu menitikan air mata bahagia dan bersyuhkur atas kedua anaknya raih.
" Ya Allah Alhamdulilah anak-anaknya Mama dapat Beasiswa lagi, Mama senang sekali." ucap Khayra sambil memeluk kedua putranya itu.
"Iya Mama kami pun juga senang mendapatkannya." ucap Ghani.
"Mama senang anak-anak Mama pintar dan berprestasi, Mami bangga dengan kalian. Selalu belajar yang rajin ya kesayangnnya Mama." ucap Khayra sambil membelai kepala anak-anaknya.
"Iya Mama, tapi Mama Ghava sekarang sangat lapar apa Mama mau buatkan Ghava Cake Strowberi ." ucap Ghava sambil memasang wajah imutnya. Khayra yang melihat tingkah anaknya itu tersenyum gemas.
"Baik Lah Mama akan buatkan Cake Strowberi spesial untuk kedua pangeran tampan Mama karena sudah menjadi anak yang pintar."
"Horeee sayang Mamaaaa." peluk Ghava manja.
Ghani yang melihat tingkah adiknya hanya menggeleng kepala.
"Huu dasar manja." ucap Ghani datar.
" Biarin weekkk." balas Ghava dengan ejekan.
Khayra bangkit dari duduknya dan berjalan bersama anaknya menuju dapur Cafe.
Khayra yang tidak melihat Hana sejak pulang dari sekolah bertanya kepada anaknya
"Saya dimana Ayi Hana, kenapa Mama tidak melihatnya."
"Ayi pergi lagi setelah mengantar kami kesini Mama." jawab Ghani.
"Oh mungkin ada pekerjaan diluar. Ayo kita buat Cake nya."
"Ayooo." jawab Ghava semangat.
………………………
Disebuah Restauran yang cukup dibilang mewan Endri yang sedang menunggu seseorang.
Sambil menikmati minumannya Endri melihat orang yang dia tunggu datang juga.
Terlihat seseorang tersebut sedang mencari-carinya. Endri melambaikan tangan dan dia melihat Endri.
"Aduh maaf saya terlambat tadi macet dijalan." ucap seseorang itu lembut dan tersenyum.
"Iya tidak Apa-apa saya juga baru sampai. oh iya kamu mau pesan apa." tawar Endri.
" Sama aja kaya kamu."
"Baik lah, Pelayan." Endri memesankan minuman untuk seseorang itu. setelah memesan pelayan tersebut pergi meninggalkan keduanya.
" Jadi sekarang apa rencana kita selanjutnya, Saya sudah memberitauhmu apa yang terjadi lewat telpon tadi dan saya berharap Arka dapat segera tau Anak kandungnya dan Ibu anak-anaknya. Apa kamu tidak mau membuat mereka bersatu dan bahagia, Hana."
__ADS_1
Ya benar orang tersebut adalah Hana. Endri dan Hana sudah saling mengenal semenjak pertama kali Endri mengetauhi Ghani dan Ghava anak kandung Arka dari gadis yang sudah 5 tahun ini Arka cari.