
Arka berjalan menuju ruangannya sambil menggendong Ghava yang sedang tertidur sedangkan Khayra berjalan disampingnya sambil menggandeng tangan Ghani.
Pemandangan itu tidak luput dari para mata para karyawan yang berlalu lalang dilobi.
Melihat CEO dingin mereka yang menggendong anak kecil dan ada seorang wanita yang berjalan disampingnya sambil menggandeng anak kecil lainnya membuat mereka semua bertanya-tanya. siapa mereka ?
Dua orang resepsionis yang tadi membuat Khayra menunggu terlalu lama juga melihat itu pun terkejut dan ada sedikit kekhawatiran karena perbuatan mereka.
Arka yang menatap dingin kepada dua karyawan resepsionisnya pun membuat kedua wanita itu ketakutan dan mereka langsung menundukan kepala mereka.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai didepan pintu ruangan Arka dan mereka pun langsung masuk. Endri yang kebetulan berada diruangannya melihat kedatangan mereka langsung meninggalkan pekerjaannya dan menyapa mereka.
" Loh Khay, bukannya seharusnya kamu sudah tiba dari tadi ya kenapa baru naik sekarang." tanya Endri heran.
" Iya tuan Endri tadi saya menunggu dibawah."
" Loh bukanya tadi sudah saya katakan kepada resepsionis untuk menyuruh mu masuk saja tapi kenapa harus menunggu." tanya Endri yang bingung karena tadi bagian resepsionis menghubunginya kalau Khayra sudah datang dan Endri menyuruhnya untuk mempersilahkannya masuk tapi kenpa Khayra baru masuk sekarang.
" Itu karena dua orang resepsionis itu sengaja tidak memberitahu Khayra dan berakhir Khayra harus menunggu disana sangat lama." jawab Arka yang baru saja keluar dari kamar pribadinya untuk membaringkan Ghava yang tertidur.
" Oh iya." ucap Endri.
" Iya, dan kau membuatkan surat pemecatan untuk mereka, karena sudah membuat Khayra dan kedua anakku harus menunggu lama." ucap Arka yang geram melihat itu semua.
" Mas sudahlah jangan terlalu dipermasalahkan, Khayra tidak apa-apa kok lagian mereka juga tidak tau siapa Khayra jadi jangan pecat mereka ya Mas."
" Walaupun mereka tidak mengenalmu tapi apa begitu cara mereka memperlakukan orang lain tidak sopan dan tidak ada etikanya."
" Yasudah lah Mas, Khayra tidak apa-apa kok kasian mereka, Sudah ya ." ucap Khayra menenangkan Arka.
__ADS_1
" Mm baik lah." ucap Arka mengalah.
Tatapan Arka tertuju pada sang anak yang duduk disebelah Khayra, Arka melihat Ghani yang sudah sangat mengantuk segera menghampirinya.
" Kamu juga mengantuk sayang, sini Papa gendong kita tidur dikamar Papa ya sama Ghava." Ghani pun mengangguk dan kemudian Arka menggendong anak kesayangannya itu menuju kamar pribadinya.
Setelah meletakkan Ghani disamping Ghava dan kemudian membuat anaknya itu tertidur, sebelum keluar dari ruangan itu Arka memperbaiki kembali selimut kedua anaknya dan tidak lupa mencium kening keduanya dengan sayang.
Arka keluar dari kamar pribadinya setelah menidurkan kedua anaknya, dia berjalan kearah sofa yang disana sudah ada Khayra dan Endri.
" Oh iya Mas, katanya ada yang ingin Mas bicarakan dengan Khay, apa itu ." tanya Khayra yang tiba-tiba saja dia mengingat kalau Arka ingin membicarakan sesuatu dengannya.
" Mmm... begini Khay Mas ingin membahas tentang pernikahan kita."
"Iya, memangnya ada apa Mas." tanya Khyra yang penasaran.
" Begini Mas ingin menanyakan pendapat Khay saja, tadi pagi mas dapat kabar kalau perusahaan Mas yang berada di Berlin mengalami masalah dan harus diselesaikan segera kalau tidak perusahaan itu akan bangkrut jadi Mas harus menyelesaikan masalah ini sebelum semuanya benar-benar hancur, tapi yang menjadi permasalahannya tinggal beberapa hari lagi acara pernikahan kita akan diselenggarakan dan masalah perusahaan itu pun tidaklah sebentar akan memakan waktu lama jadi bagaimana menurut Khay." ucap Arka menjelaskan.
" Tapikan acara pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi dan Mas tidak mau itu diundur."
" Ya jadi maunya Mas Arka itu bagaimana Khayra ikut saja Mas."
" Mmmm... baiklah kalau begitu, Mas akan pergi keBerlin untuk menyelesaikan masalah disana nanti malam dan Mas akan mencoba menyelesaikannya secepatnya dan pulang satu hari sebelum pernikahan kita."
"Baiklah kalau maunya Mas seperti itu Khayra ikut saja."
"Baiklah."
Akhirnya semua kecemasan yang Arka fikirkan terselesaikan juga dengan saling terbuka dan membicarakan bersama dengan begitu semua masalah yang dihadapi akan terselesaikan.
__ADS_1
" Baguslah kalau kalian sudah menemukan jalan keluar dari kecemasan ini, jadi aku akan mempersiapkan semuanya sebelum kita berangkat keBerlin malam ini." ucap Endri dan langsung pergi dari ruangan Arka meninggalkan Arka dan Khayra didalam.
" Oh iya, kamu dan anak-anak sudah makan siang Khay." tanya Arka sambil melihat jam yang ada ditangannya dan terlihat sudah lewat dari jam makan siang.
" Belum Mas, tadi sehabis pulang dari sekolah anak-anak langsung kesini jadi kami tidak sempat singgah makan siang."
" Ya sudah Mas pesankan makanan dulu ya." Arka memesankan makan siang untuk Khayra dan anak-anaknya sebelum kedua anaknya bangun.
Tidak lama berselang suara rengekan dari arah kamar pribadi Arka pun terdengar Arka bangkit dari duduknya dan berjalan cepat kearah kamar pribadinya dan setelah dilihat ternyata Ghava sudah bangun.
Arka berjalan kearah anaknya dan duduk disisi ranjang, sambil mengelus rambut Ghava
" Anak Papa sudah bangun." ucap Arka.
Ghava yang melihat Papanya disampingnya langsung bangun dan bergelut manja dipelukan Papanya.
" Kenapa sayang." tanya Arka sambil mengecup kening anaknya.
" Papa, Adek lapar." ucap Ghava dengan suara ciri khas orang bangun tidur. Arka yang mendengar itu terkekeh kecil.
" Ya sudah ayok tadi Papa sudah memesan makanan untuk kalian." ucap Arka.
"Iya Pa, tapi gendong." pinta Ghava yang sudah merentangkan kedua tangannya dan Arka pun menggendongnya.
Entah mengapa akhir-akhir ini Ghava selalu minta untuk digendong saat bersama dengan Papanya, sifat manja yang selama ini tidak pernah dia perlihatkan entah mengapa ketika bersama dengan Arka sifat itu uncul.
Khayra yang selalu menasehatinya tapi percuma tidak akan didengar oleh anaknya itu dan Arka tidak merasa keberatan karena bagi Arka itu menjadi hal yang sangat menyenangkan melihat anaknya bermanja manja kepadanya.
Khayra selalu berfikir mungkin Ghava seperti itu karena sejak dia bayi dia tidak pernah merasakan dimanja atau bermanja-manja dengan sosok Ayah dihidupnya dan selalu bersikap dewasa walau pun diusianya yang masih sangat kecil dan disaat sosok Ayah yang selama ini ia pertanyakan hadir dalam hidupnya sikap dewasa yang selalu dia tunjukan berubah menjadi sosok anak kecil yang selala ingin dimanja oleh Ayahnya.
__ADS_1
Tapi entahlah mungkin dia hanya ingin mengeluarkan sifat manjanya yang selama ini dia pendam saat sosok Ayah hadir disampingnya.