CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
AKU PULANG


__ADS_3

Mobil yang membawa Arka berhenti tepat didepan pintu rumah kediaman Khaleed.


Arka turun dari mobil dibantu oleh Dino yang sudah menurunkan kursi rodanya.


Setelah dilihat tuannya sudah duduk dengan nyaman Dino mendorong kursi roda itu.


Dino menekan bell rumah, selang benerapa menit pintu utama dibuka oleh kepala pelayan rumah itu


Bu Yati, kepala pelayan rumah keluarga Khaleed terkejut dengan siapa orang yang ia lihat dihahadapannya.


" Tu..tuan muda Arka." Ucap Bu Yati dengan gugup, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


" Assalamualaikum Bu.. Arka pulang." Ucap Arka.


" Ya allah tuan akhirnya anda pulang, ayok masuk." Ucap Bu Yati dengan perasaan senang.


Dino kembali mendorong kursi roda Arka untuk masuk, para Maid yang berada disana terkejut dengan seseorang yang baru datang.


Sengan diruang makan Mami Alin, Papi Ali juga Khayra dan Hana sudah menyelesaikan makan siang mereka.


Seperti biasa yang Khayra lakukan, khayra membersihkan piring-piring bekas makan mereka yang ada dimeja dan membawanya kedapur untuk dicuci.


" Mami....Papi."


Deg...


Seketika Khayra menghentikan langkahnya saat mendengar suara yang selama ini dia rindukan .


Mami Alin dan Papi Ali yang mendengar ada yang memanggilanya seketika melihat asal suara itu berada.


Mami Alin yang melihat seseorang yang memanggilnya itu seketika berteriak isteris.


" Hkaaa..Arkaaa." Mami Alin langsung berlari dengan air mata yang mengalir deras dimatanya.


Mami Alin langsung memeluk erat Arka, anaknya yang sudah lama ia dan sang suami cari, anaknya yang menghilang selama satu bulan lamanya.


Dengan air mata yang masih mengalir Mami Alin melepas pelukannya. Ia menangkupkan kedua tangannya diwajah Arka.

__ADS_1


" Anakku hiks... hiks... anakku sudah kembali, anakku sudah pulang hiks...kemana saja kamu nak, mami dan papi sudah mencari-cari mu kemana pun tapi kami tidak pernah menemukanmu hiks..hiks anakku." ucap Mami Alin dan memeluk Arka kembali.


" Maaf.. maafkan Arka yang sudah membuat Mami khawatir dan sedih." Ucap Arka menyesal.


" Papi." Ucap Arka saat melihat Papi Ali yang masih terdiam mematung disana.


Papi Ali yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini melangkahkan kakinya perlahan mendekati istrinya.


Setelah yakin dengan apa yang dia lihat, Papi Ali langsung memeluk keduanya, perlahan air matanya pun juga ikut menetes.


" Kau pulang nak hiks.. kau kembali lagi kepada kami." Ucap Papi Alidengan lirih.


" Iya Pi, Arka pulang." Ucap Arka.


Prangg....


Terdengar suara pecahan kaca yang mengagetkan semuanya, kemudian Mami Alin dan Papi Ali melepas pelukan mereka. Khayra yang tidak sadar kalau dia sedang memegang piring ditangannya tanpa sadar memecahkannya karena terkejut melihat seseorang yang ada dihadapannya.


" Sayang.." ucap Arka yang malihat Khayra disana.


Khayra tidak mendengar ucapan Arka, dia masih saja terdiam disana. Setitik air mata lolos begitu saja dimatanya.


Arka merentangkan kedua tangannya dan Khayra langsung memeluk Arka erat, hingga terdengar tangisan Khayra.


Khayra menangis dalam pelukan Arka mengeluarkan semua kesedihan dan kegelisahan yang selama ini ia pendam sendiri dihatinya, ia tidak menyangka orang yang sangat ia cintai dan dia juga kedua anaknya rindukan selama ini, orang yang selalu dia sebut namanya ditiap doanya, Papa dari kedua anaknya kini telah kembali, kembali kepadanya dan anak-anak.


" Mas hiks... aku merindukan mu hiks.. hiks... kau kemana saja kenapa kau meninggalkan aku dan anak-anak begitu lama, aku khawatir, aku gelisah, aku takut kau tidak pernah kembali lagi hiks..hiks.." ucap Khayra.


Arka yang mendengar ucapan kekasih hatinya, ibu dari kedua anak-anaknya itu merasa bersalah karna sudah menghilang dan menginggalkannya terlalu lama.


" Maaf sayang...maafkan aku yang sudah menghilang dan meninggalkanmu terlalu lama dan Maafkan aku yang sudah membuatmu dan anak-anak kita khawatir dan bersedih, Maaf." ucap Arka yang merasa bersalah.


Arka melepas pelukannya dan mencium kening serta kedua kelopak mata Khayra dan kembali lagi memeluk Khayra dengan erat.


Seketika Khayra tersadar bahwa ada yang berbeda dari Arka.


" Mas, kamu kenapa pakai kursi roda dan ini kenapa dengan kaki mu Mas, kenapa diperban seperti ini lalu..." ucapan Khayra berhenti saat melihat bekas luka dikedua tangan Arka yang terlihat seperti diikat kencang dan terlalu lama.

__ADS_1


Mami Alin dan Papi Ali terkejut mendengar ucapan Khayra dan baru sadar kalau anak mereka memakai kursi roda.


" Benar nak, kenapa bisa begini, kamu kenapa." tanya Mami Alin yang terlihat sangat khawatir sama seperti Khayra.


" Lalu dimana Endri...kenapa tidak pulang bersama mu nak." tanya Mami Alin yang menyadari kalau Endri anaknya satu lagi tidak terlihat.


Deg...


Hana yang masih berdiri disana seketika jantungnya berdetang kencang, karena memang sedari tadi dia tidak melihat Endri disana.


" Iya nak, dimana Endri kenapa dia tidak ikut pulang bersama mu." tanya Papi Ali.


Arka terlihat bingung untuk mengatakan tentang kondisi Endri saat ini, apa lagi saat dia melihat Hana yang terlihat sangat sedih dan khawatir Arka merasa tidak tega untuk mengatakannya namun dia juga harus mengatakan bagaimana keadaan Endri.


" Nak ayo katakan dimana Endri kenapa dia tidak ada." ucap Mami Alin yang terlihat sudah tidak sabar itu.


Arka masih diam dan terlihat kebingungan. Hana yang melihat kegelisahan Arka akhirnya buka suara.


" Tuan, dinama Endri kenapa dia tidak ikut pulang bersama anda, apa dia baik-baik saja." tanya Hana .


" Sebenarnya...Endri tidak bisa ikut dengan saya pulang" ucap Arka.


mendengar ucapan Arka, membuat semuanya bingung terutama Hana.


" Kenapa Tuan ?." tanya Hana.


" Endri sekarang sedang dirawat intensif di rumah sakit karena saat ini Endri koma." ucap Arka.


bagai disambar petir disiang bolong, Hana begitu syok mendengar ucapan Arka.


" A..apa." ucap Hana dan juga semuanya yang ada disini.


" Ba..bagai mana bisa Tuan." tanya Hana lagi yang terlihat badannya sudah gemetar.


" Endri mengalami lima patah tulang rusuk, kaki kanan dan tangan kanannya juga dia terkena dua tembakan dibagian bahu dan dibagian dada yang mengenai paru-parunya." jelas ArkA.


Semua yang mendengarnya terkejut dan syok. Mami Alin kembali menangis dan langsung memeluk suaminya saat mendengar keadaan Endri.

__ADS_1


Sedangkan Hana seketika badannya oleng dan hampir jatuh jika saja tidak ditahan oleh Khayra yang kebetulan tidak jauh darinya.


Hana syok dan seketika air mata yang sudah dia tahan dari tadi akhirnya pecah. suara tangisan Hana terdengar Khayra yang berada disampingnya langsung memeluknya. hatinya hancur seketika dengan keadaan orang yang sangat ia rindukan itu.


__ADS_2