CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
TAMU TAK DIUNDANG


__ADS_3

Pagi mengingsi dengan embun sejuk menghampiri keempat manusia yang masih asyik terlelap didalam dunia mimpi mereka masing-masing.


Karena hari ini weekend keempatnya menghabiskan waktu dengan bangun siang.


Karena silau matahari yang masuk lewat jendela membangunkan Khayra dari tidurnya, dia lirik jam yang ada didinding terlihat sudah pukul 9 pagi, dengan malas Khayra bangun dan mandi.


Setelah selesai mandi kan berpakaian Khayra keluar dari Kamarnya untuk membuat sarapan walaupun sudah sangat terlambat.


Terlihat Hana yang masih menggunakan piamanya keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk mengambil minum.


"Pagi Hana, baru bangun juga kamu." Tanya Khayra yang sudah berdiri di samping Hana.


"Pagi juga Khay iya ini aku baru bangun maklumlah hari ini Weekend dan Cafe aku liburkan jadinya bisa sedikit siang bangunnya." jawab Hana sambil berjalan kemeja makan.


Hana sengaja menutup Cafenya selama 2 hari karena akhir-akhir ini pengunjung Cafenya ramai dan banyaknya keuntungan yang didapat Hana memberi hadiah kepada semua karyawannya libur dua hari dan mendapatkan bonus atas kerja keras para karyawannya atas kemajuan Cafenya.


Sambil duduk santai ditemani segelas air putih ditangannya Hana seperti merasa ada yang berbeda dari rumahnya seperti ada yang kurang, Khayra yang sedang menyiapkan sarapan heran dibuatnya.


" Kenapa Han." ucap Khayra penasara .


" Mmm... sepertinya ada yang aneh, rasanya seperti ada yang kurang gitu. Oh iya dimana sikembar biasanya rumah ini selalu bising dengan ocehan mereka." ucap Hana yang ingat kalau rumahnya itu terasa sunyi karena tidak ada ocehan dari dua bocah tampan itu.


" Mereka sepertinya masih tidur karena ini hari minggu jadi mereka bangun agak siang." ucap Khayra.


Entah kenapa terlintas dikepalanya niat untuk mengusili Ghani dan Ghava yang sedang tidur, terlintas niat untuk membalas perbuatan mereka selama ini yang selalu berbuat usil kepada Hana.


Hana berjalan meninggalkan meja makan dan berjalan kekamar sikembar sambil mengendap-ngendap. Setelah sampai didepan pintu kamar Hana perlahan membuka pintu itu agar Ghani dan Ghava tidak terbangun.


Dan benar saja keduanya masih tertidur pulas dibawah selimut mereka dengan perlahan Hana masuk kedalam dan mulai bersiap-siap untuk membangunkan keduanya.

__ADS_1


" GHANI, GHAVA AYO BANGUN KALIAN SUDAH TERLAMBAT PERGI KESEKOLAH." teriak Hana dan seketika sikembar terkejut dan bangun langsung berlari dengan tergesa-gesa kekamar mandi.


" Ya ampun Ayi kenapa tidak membangunkan kami dari tadi kami jadi terlambatkan." ucap Ghani yang sibuk mencari handuk.


"Entah ni Ayi kami jadi terlambatkan." ucap Ghava juga sama sibuk mencari handuk.


Setelah menemukannya keduanya dengn cepat masuk kekamar mandi bersama-sama, Hana yang menjadi tersangka tidak kuasa menahan tawanya karena keusilannya.


Belum ada satu menit mereka dikamar mandi pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Ghani dan Ghava berdiri diambang pintu sambil meletakan tangan dipinggang dengan sorot mata yang tajam menatap Hana yang sedang mentertawakan mereka.


"HAHAHHH...."


"AAAAAYYYYIIIII...." teriak keduanya sampai terdengar oleh Khayra yang sedang ada didapur.


"Ayi mengerjai kami ya, ini itu hari minggu." ucap Ghani yang tampak lesal.


"Iya ini Ayi ngerjain kami ya." ucap Ghava sambil cemberut.


Ghani dan Ghava yang kesal kepada Hana kembali masuk kekamar mandi karena mereka sudah terlanjur melepas pakaian mereka akhirnya keduanya memutuskan untuk mandi.


*******


Disuatu tempat terlihat sebuah rumah yang sangat mewah dan elit terlihat gadis cantik sedang menikmati waktu santainya sambil membaca majalah.


Siska yang sedang menikmati waktunya diusik oleh seseorang dibelakangnya dan yang langsung membuatnya badmood.


" Hay keponakan Paman kelihatanya kau sedang santai." ucap Laki-laki tersebut.


" Apa yang kau lakukan disini." ucap Siska yang tidak menjawab pertanyaan laki-laki itu.

__ADS_1


" Oh kau kasar sekali bicara seperti itu padaPaman mu ini."


" Terserahku donk, apa yang kau lakukan disini"


" Tidak ada hanya ingin bertanya apa kau sudah berhasil mendapatkan hati tuan muda dari keluarga Khaleed itu." ucap laki-laki tersebut yang sudah duduk dengan angkuhnya disebelah Siska.


Siska terdiam sesaat dan Laki-laki tersebut sudah mendapatkan jawabanya tanpa harus dijawab.


"Sepertinya kau gagal lagi pada hal kau mendapatkan misi yang sangat mudah." ucap laki-laki itu dengan sorot mata tajam seperti ingin membunuh seseorang, Siska yang ditatap seperti itu membuat nyalinya menciut


" Aaaku belum gagal aku pasti bisa mendapatkannya, kasih aku kesempatan sekali lagi." ucap Siska terbata-bata.


" Ini sudah sangat lama keponakan ku, aku sudah memberikan mu waktu yang cukup banyak tapi kau tidak ada kemajuaannya." ucap Laki-laki tersebut tegas.


" Toolong berikan aku waktu lagi Paman aku berjanji kali ini akan berhasil mendapatkannya. Aku mohon Paman." ucap Siska sambil menundukkan kepala karena takut dengan tatapan mata laki-laki tersebut.


" Baik lah Paman akan memberika. waktu lagi untuk keponakan ku yang cantik ini, tapi kali ini kau harus berhasil, karena aku tidak punya cukup kesabar untuk menunggu." ucap Laki-laki itu berbisik ditelinga Siska yang membuat Siska semakin takut.


" HONEY..." ucap tiba-tiba seorang wanita paru baya tapi masih tetap cantik dan seksi dibelakang mereka.


" Iya Honey aku datang." jawab laki-laki tersebut.


" Kau ingat keponakan ku aku sudah tidak bisa menunggu lagi, jika kau gagal lagi kali ini, kau tau akibatnyakan." ucap laki-laki itu berbisik dan pergi meninggalkan Siska.


Siska yang mendengar ancaman itu tiba-tiba badannya gemetar dan lemas ketakutan. Siska berusaha berfikir mencari cara agar bisa mendekati Arka dan menuntaskan Misinya.


Selama ini Siska sudah melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan perhatiannya Arka tapi itu semua gagal, walau pun sebenarnya Siska sendiri sudah terobsesi dengan Arka, dari selalu memata-matainya, menghabisi semua wanita yang mencoba mendekatinya serta melakuan segala cara agar dia mendapatkan Arka walupun Arka tidak pernah membalas semua perbuatannya tapi tetap saja hasilnya nihil danArka sudah sangat membencinya.


" Cara apa lagi yang harus aku lakukan agar supaya Arka menjadi milik ku dan aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan." ucap Siska yang sedari tadi sudah berada dikamarnya.

__ADS_1


" Kali ini aku tidak boleh gagal aku harus bisa mendapatkan Arka dan menyelesaikan misi ini. Aku tidak mau harus berakhir ditangan Psychopath itu walaupun dia Pamana ku tapi dia tidak pandang mereka saudaranya sendiri atau tidak." ucap Siska sambil berdiri memandang luar dari balik jendela kamarnya dan Terlihat sebuah mobil mewah milik pamannya itu keluar dari halaman rumahnya meninggalkan kediaman Siska.


__ADS_2