CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
BERITA....


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat tidak terasa lima hari lagi menuju hari H pernikahan Arka dan Khayra akan dilangsungkan.


Berita tentang pernikahan merekapun sudah tersebar dimana-mana entah siapa yang menyebar berita tentang pernikahannya dan banyaknya awak media berlomba-lomba ingin mengetahui siapa calon menantu dari keluarga konglomerat itu dan berhasil meluluhkan hati Tuan muda Khaleed yang terkenal dingin itu.


Semua pemberitaan menyiarkan kabar pernikahan Arka tapi tidak ada satupun yang mengetahui siapa calon istrinya, Arka sengaja tidak menunjukan Khayra didepan media karena dia tidak ingin para awak media mengganggunya sampai-sampai akan mengusiknya apa lagi diluar sana ada orang-orang yang membencinya bisa saja sewaktu-waktu mereka menyerang Khayra dan itu tidak diinginkan Arka.


Arka yang berada diruangan kantornya sedang memeriksa semua dokumen-dokumen yang sedang menumpuk dimejanya, dia tidak memperdulikan berita-berita tentang pernikahannya itu banyak diberitakan disetiap media. selama wanitanya tidak diusik dia tidak peduli.


Arka yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba dari luar ruangnnya terdengar suara keributan


" Lepaskan.... saya ingin menjumpai Arka didalam." ucap Siska


" Maaf Nona Siska sekarang ini Tuan tidak ingin ada yang mengganggunya sebaiknya Nona pergi dari sini jangan membuat kekacawan." Endri yang tidak senang melihat Sisika disini berusaha mengusir wanita itu dengan baik-baik.


" Tidak. Saya ingin menemui Arka, kau tidak berhak mengusirku dari sini, pengemis." ucapnya marah, Siska yang berusaha menerobos masuk keruangan Arka tapi lagi-lagi dihalangi oleh Endri.


" Nona tolong pergi dari sini, jangan buat keributan di perusahaan ini, Tuan Arka tidak ingin ada yang mengganggunya saat ini."


"Kamu mengusir saya, siapa kamu yang beraninya mengusir saya dasar pengemis." ucap Siska emosi.


Mendengar keributan di depan ruangnnya Arka berdiri dan berjalan kearah pintu dan melihat Siska yang membuat keributan.


" Ada apa ini." ucap Arka dengan dinginnya.


" Maafkan ketidak nyamanan ini Tuan, Nona Siska berusahaa ingin masuk dan ingin bertemu dengan anda." terang Endri.


Arka melihat kearah Siska yang berada didepannya dengan tatapan dinginnya.


"Ada apa kau mencari ku." tanya Arka dengan wajah dingin dan datarnya.


" Arka apa benar kau akan segerah menikah ?."ucap Siska sambil memegang lengan Arka namua Arka segera menepisnya.


" Iya itu benar."

__ADS_1


"Tapi mengapa Ar, aku mencintai mu sangat mencintaimu."


"Aku tidak peduli."


" Tapi aku peduli, aku sudah lama mencintaimu dan seharus aku yang berhak menikah dengan mu bukan perempuan itu." ucap Siska yang sudah emosi.


" Siapa kau yang berhak menentukan dengan siapa aku menikah, dengar Siska aku tidak mencintai mu kau hanya pengganggu yang selalu berkeliaran disekitarku dan kau tidak sepantasnya membandingkan dirimu dengan calon istriku."


Dengan masih menahan emosinya Siska bertanya siapa wanita yang akan Arka nikahkan.


" Siapa...Siapa wanita itu katakan Arka siapa wanita itu."


"Untuk apa kau tau siapa calon istriku itu, dan untuk apa kau ingin mengetahuinya, dengar Siska kau tidak akan pernah tau siapa wanita itu dan seperti apa dia yang jelas aku mencintainya jadi hentikan keributan yang kau ciptakan dan jangan pernah lagi kau menginjakkan kaki mu diperusahaan ku. Endri panggil satpam dan usir wanita ini."


"Baik tuan." Endri segera memanggil satpam dan tidak lama datanglah dua orang satpam.


" bawak pergi wanita ini dari perusahan ku dan jika dia datang lagi usir dia aku tidak mau melihatnya berkeliaran di perusahaanku." perintah Arka.


" Baik tuan." ucap kedua satpam itu dan mereka langsung menyerat Siska yang sudah meronta-ronta untuk dilepaskan.


" Cepat usir dia." perintah Arka


" Arka...Arka ." terdengar teriakan Siska yang perlahan menghilang dari ruangan Arka.


Setelah kepergian Siska, Arka kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk diatas mejanya.


Arka mengerjakan semua pekerjaannya karena dia ingin sebelum acara pernikahannya dia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya itu.


---^^---


Dilain sisi seorang pria paruh baya yang merasa tidak senang akan berita pernikahan Arka Khaleed yang secara mendadak ini membuatnya marah.


Lukman menyuruh anak buahnya untuk mencari tau dengan wanita mana tuan muda itu nikahkan dan juga mencari tau kapan dia akan langsungnya pernikahan itu.

__ADS_1


Ada rasa tidak terima akan kebahagiaan yang sedang keluarga itu rasakan sedangkan dirinya larut dalam dendam dan sakit dihatinya.


Apa yang diperbuat oleh keluarga itu membuatnya menderita dan mereka juga harus merasakan apa yang lukman rasakan.


Aaaakkkkkhh


" Tidak akan aku biarkan keluargamu bersenang-senang diatas penderitaan ku, mereka semua harus merasakan apa yang aku rasakan. untuk sekarang aku akan membiarkan kebahagiaan itu kalian rasakan dan Kita lihat sampai mana kebahagiaan ini akan bertahan."


Lukman meninggalkan kediamannya dan pergi menuju markas yang dia bangun dikota ini.


Mobil yang dia gunakan melajuh meninggalkan rumahnya, tanpa dia sadari terlihat seorang wanita sedang mengintip kepergiannya lewat jendela lantai dua rumahnya.


Entah apa yang wanita itu fikirkan disatu sisi dia ikut merasa senang karena berita itu dan disisi lain ada rasa sedih menghampirinya.


Tapi entah lah


"Apa kamu sudah menemukan seorang wanita seperti yang selama ini kau inginkan, aku tau dia wanita yang selama ini kau cari. berbahagialah, Aku selalu berdoa agar luka yang pernah aku goreskan dihatimu sembuh dengan hadirnya dia disisimu dan maafkanlah aku." wanita itu terlihat menyesal dengan apa yang pernah ia lakukan beberapa tahun yang lalu terhadap seorang anak yang menangis memohon meminta kepada dirinya jangan pergi tapi dia memilih untuk meninggalkannya sendiri.


Setega itukah dia ? jawabannya iya, tidak ada sedikitpun rasa sedih dihatinya saat meninggalkan anak itu, ego menguasai hati nuraninya hingga akhirnya penyesalan yang dia dapat saat ini.


---^^---


Siska yang telah kembali kerumahnya mulai mengamuk dan melempar semua barang-barang yang ia temui dirumahnya.


Setelah ia melihat berita pernikahan Arka membuat dirinya marah dan tidak menerima semua ini.


Arka hanya miliknya tidak ada yang bileh memiliki miliknya, tidak boleh


" Ghaahha.....Arka kau milik ku, aku mencintai mu pertama kali bukan wanita itu, hanya aku yang berhak menikah dengan mu bukan orang lain, bukan wanita itu." Siska mengamuk dan menangis sejadi-jadinya.


Dia tidak akan membiarkan wanita mana pun merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya dan Arka miliknya.


"Kita lihat sebesar apa cinta mu kepada wanita itu." ucap Siska dengan senyum jahatnya.

__ADS_1


Entah apa yang akan di lakukan oleh Siska kepada Arka, yang jelas Siska akan menjadikan Arka sebagai miliknya hanya miliknya.


__ADS_2