
Khayra merasa gugup dari awal dia masuk kedalam rumah mewah itu yang lebih layak disebut istana.
Arka menyadari jika Khayra sedang gugup dan berusaha untuk tetap tenang dia mengenggam erat tangan Khayra agar Khayra bisa sedikit tenang.
Setelah masuk mereka menuju ruang tamu yang mewah dan berkelas. Ghani dan Ghava yang sedari tadi melihat betapa mewahnya rumah Papa mereka juga berjalan mengikuti kedua orang tua mereka menuju ruang tamu.
saat ingin duduk Khayra mendengar seseorang memanggil namanya dan suara itu terdengar familiar ditelinga Khayra.
" Khayra."
Khayra mencari dimana sumber suara tersebut dan betapa terkejutnya Khayra melihat orang itu.
" Tante Alin." gumam Khayra.
Mami Alin berjalan mendekat kearah Khayra dia langsung memeluk Khayra.
" Apa kabar kamu sayang." ucap Mami Alin.
Khayra yang masih bingung dengan situasi ini hanya bisa tersenyum kecil.
" Khayra baik tante." ucap Khayra yang masih dengan ekspresi bingungnya. Mami Alin yang melihat itu tersenyum karena dia tau apa yang Khayra fikirkan.
" Tante tau apa yang membuat mu bingung sayang, Mari ayo kita duduk dulu." ucap Mami Alin sambil membawa Khayra duduk disampingnya.
Arka dan sikembar juga duduk disana, Mami Alin yang melihat kedua cucunya di hadapannya langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua cucunya itu.
" Oh... cucu-cucu Oma yang tampan." Mami Alin langsung memeluk keduanya dan mengecup kening keduanya.
"Oma." ucap keduanya
" Iya sayang, Apa kalian ingat dengan Oma, kita pernah berjumpa saat acara ulang tahun sekolah." ucap Mami Alin.
Ghani dan Ghava yang mengingat pertemuan pertama mereka seketika tersenyum.
" OMA...." ucap lagi keduanya dan langsung memeluk Oma mereka.
" Ohh...My baby boys, Oma sangat merindukan kalian."
"Kami juga merindukanmu Oma." ucap keduanya dan memberikan hadiah sebuah ciuman dipipi Mami Alin.
Arka dan Khayra yang melihat tingkah Oma dan kedua cucunya yang saling merindukan itu hanya bisa tersenyum.
Arka yang melihat Khayra didepannya, berjalan mendekati Khayra dan duduk disebelahnya.
__ADS_1
" Pasti banyak pertanyaan yang kamu fikirkan, kamu tenang saja nanti Mas akan menjelaskan semuanya." ucap Arka lembut sambil merangkulkan tanganya dibahu Khayra.
" Iya Mas." ucap Khayra sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian Papi Ali dan juga Endri datang, mereka pulang lebih awal dari kantor karena mereka kedatangan tamu spesial.
Dengan suaranya yang berat Papi Ali, semua orang yang berada diruangan itu seketika melihat kearahnya.
" Waaahhhh calon mantu dan cucu-cucu Papi sudah datang." ucap Papi Alin yang langsung duduk dan diikuti oleh Endri juga.
" Kalian sudah lama disini." ucap Papi Ali lagi.
" Belum Pi, kami juga baru sampai."jawab Arka.
Papi Ali yang melihat istrinya sedang asik memeluk sikembar yang tanpa memperdulikan dirinya.
" Mami gantian donk meluknya, Papi juga mau peluk kedua cucu Papi."
" Cih... Papi mengganggu saja." ucap Mami Alin kesal dengan tingkah suami tercintanya itu dan menggeser duduknya
" Hay cucu-cucu tampannya Opa." ucap Papi Ali sambil memeluk keduanya.
" Hay juga Opa." ucap keduanya.
" Iya donk Opa kami sama seperti Papa, kami kan anak-anak Papa." ucap Ghava.
" Hehehehe iya kamu benar, oh iya siapa nama kalian, sebenarnya Opa tau nama kalian tapi Opa takut kalau salah sebut nama kalian habisnya wajah kalian berdua sangat mirip." ucap Papi Ali.
" Baiklah Opa, perkenalkan nama ku Ghani dan ini Ghava adik ku." ucap Ghani seperti biasa datar dan dingin.
Papi Ali yang melihat sikap Ghani hanya bisa tersenyum karena sifatnya sama seperti anaknya itu "dingin dan cuek"
"Sepertinya cucuku ini memiliki sifat yang sama seperti Arka dan kakak dingin dan cuek." ucap Papi Alin dalam hati.
" Opa bisa membedakan kami dari tanda titik hitam diatas mata kakak dan juga karakter kami. Mudahkan." ucap Ghava menjelaskan.
" Oh begitu baiklah." ucap Papi Ali sambil membelai rambut sikembar.
"Sudah dong Pi gantian, Mami kan masih ingin bicara dengan cucu Mami." ucap Mami Alin protes.
" Is bentar dong Mi, Papi belum puas ini."
Seketika perdebatan antara Mami Alin dan Papi Ali terjadi hanya karena ingin dekat dengan kedua cucunya, mereka memperdebatkan hal yang unfaedah.
__ADS_1
Arka dan Endri yang melihat perdebatan kedua orang tua mereka hanya menggeleng kepala.
Sedangkan Khayra entah apa yang dia rasakan, dia tersenyum karena melihat betapa senangnya kedua anaknya mendapatkan cintai oleh keluarga Arka.
Khayra sempat berfikir kalau kaluarga Arka tidak akan menerima kehadiran dirinya dan kedua anaknya tapi setelah melihat perlakuan mereka Khayra menepis fikiran itu. Betapa beruntungnya dia dan sikembar.
" Bagai mana keadaan disana End bukannya kau pulang besok." tanya Arka tiba-tiba.
" Situasi disana sudah lebih baik dan masalahnya sudah aku bereskan dan juga aku mendapat kabar dari anak buah ku yang kita utus untuk memata-matai Tuan Julius."
" Baiklah kalau begitu nanti datanglah keruangan kerja ku kita akan bahas masalah ini."
"Baiklah."
" Oh iya ayo semuanya kita makan Mami sudah masak makan spesial." ucap Mami Alin .
" Iya Mami."
Mereka semua beranjak dari sofa dan menuju meja makan. Mami Alin dan Papi Ali yang tidak mau melepas pelukannya dari Ghani dan Ghava akhirnya mereka berdua menggendong sikembar, Mami Alin menggendong Ghava sedangkan Papi Ali menggendong Ghani.
Arka dan Endri yang melihat tingkah orang tua mereka yang memperlakukan sikembar seperti Bayi hanya bisa menggelengkan kepala.
Sedangkan Khayra yang melihat orang tua Arka yang memperlakukan sikembar seperti itu hanya bisa bersyukur.
Mereka semua sudah duduk dimeja makan dan disana sudah tersusun berbagai macam makanan.
Arka dan sikembar melihat makanan kesukaan mereka disana terlihat senang dan mata mereka berbinar.
" WOW CUMI GORENG SAUS MANIS." ucap serentak Ayah dan anak itu membuat keempat orang dewasa disana melihat tingkah lucu mereka. Ternyata makanan kesukaan mereka sama
" Mama, Ghani mau itu." ucap Ghani sambil menunjuk makanan kesukaannya.
" Yang ini sayang." ucap Khayra dan diiyakan oleh Ghani.
" Adek juga Mama." ucap Ghava.
" Waaahh Cucu-cucu Oma suka makanan itu ya, bagai mana enak tidak itu Oma yang masak loh." ucap Mami Alin bangga.
" Ini emak sekali Oma Ghava suka." ucap Ghava dengan mulut yang penuh dengan Cumi Goreng.
" Sayang dihabiskan dulu makanan yang dimulut baru bicara." ucap Khayra dengan lembut.
" Maaf Mama." ucap Ghava tersenyum dan melanjutkan makannya.
__ADS_1
Mami Alin yang melihat interaksi antara ibu dan anak itu tersenyum bahagia karena Khayra adalah sosok ibu yang hebat dia membesarkan sikembar sendiri dan mendidiknya dengan baik hingga Ghani dan Ghava menjadi anak yang cerdas dan pintar serta sopan santun.