
Hana yang mendengar itu terkejut, saat ingin menjawab pertanyaan Endri, Hana berhenti karena pelayan mengantarkan pesanan Hana.
"Ini pesanannya Tuan." ucap pelayan itu dan langsung pergi.
"Tidak End, aku tidak berfikir seperti itu, aku juga ingin melihat Khayra mendapatkan kebahagiaannya dan aku juga merasakan kebahagiaan terpancar dari sikembar saat mereka dapat memeluk Ayah kandung mereka, Tapi bagai mana dengan Khayra saat dia bertemu dengan Arka pastinya dia akan mengingat kejadian itu lagi."
" Itu pastinya akan terjadi Han, dia pasti akan sedih dan juga merasa kecewa tapi mau sampai kapan akan seperti ini. Aku yakin kamu sebagai orang terdekat Khayra pasti bisa menghiburnya dan menasehatinya jika dia sedih dan ketika bimbang dengan keputusannya."
"Apa aku bisa melakukan itu End ." ucap Hana ragu. Endri tersenyum.
"Kamu pasti bisa Hana, aku percaya kepada mu." Ucap Endri mengemangati Hana.
"Baik lah aku akan melakukannya, Ini demi kebahagiaan Khayra."
"Itu pasti Han dan aku akan membantu mu."
Mereka tersenyum dan melanjutan obrolan mereka yang sedikit santai entah sejak kapan mereka menjadi sangat dekat seperti ini.
Endri yang selalu terlihat dingin entah kenapa saat bersama Hana gadis ceria yang suka banyak bicara itu dapat terasa nyaman. Endri sama sekali tidak terusik dengan Hana yang banyak bicara.
Saat sedang asik mengobrol meja mereka kedatangan seseorang yang sangat tidak Endri lihat, SISKA ya dia menghampiri meja Endri.
"Eh pengemis apa yang kamu lakukan disini. Disini bukan tempat yang selefel dengan pengemis seperti mu." ucap Siska menghina Endri.
Hana yang baru pertama kali bertemu denga Siska hanya diam saja. Endri yang dihina Siska hanya memasang tampang dinginnya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak ada kerjaan ini masih jam kerja, Arka mengelurkan banyak uang untuk menggajimu mahal bukan untuk kamu bersantai-santai seperti ini dengan seorang perempuan lagi." ucap Siska yang melihat kearah Hana.
Dia melihat Hana dari atas sampai bawah seperti menilai penampilan Hana dan berdecak sinis.
"Sepertinya kalian cocok yang satu pengemis dan yang satu lagi kumuh." ucap Siska yang juga menghina Hana.
Hana yang dihina hanya dia balas dengan senyuman manisnya dia tidak mau ribut dengan Siska apa lagi ini di depan umum Hana tidak mau mencari pusat perhatian dari pengunjung Restauran ini.
Walaupun dalam hati Hana sudah sangat geram dengan omongan Siska. Tapi dia harus menahannya. Endri yang melihat Hana menahan emosinya tersenyum kecil.
"Terima kasih Nona pujiannya." ucap Hana sambil tersenyum manis.
"Kalau kau sudah tidak ada urusan lagi dimeja kami silahkan pergi kami tidak nyaman anda disini." ucap Endri dingin.
"Ck.. sombong sekali pengemis ini, Aku kan melaporkannya ini kepada Arka." ucap Siska dan pergi dari sana.
"Aaaa dasar wanita resek, wanita gila, emangnya kenapa kalau aku berpakaian seperti ini, apa ada masalah dengannya terserah akulah mau berpenampilan seperti apa, punya hak apa dia menghina penampilan aku. Sekali lagi aku ketemu wanita gila itu dan menghina ku lagi akan aku kasih dia pelajaran matematika." emosi yang sedari tadi dia tahan akhirnya terlepas juga. Hana tidak sadar kalau dia masih bersama Endri yang dari tadi menatapnya terkejut.
Endri terkejut dengan sikap Hana itu, dia baru tau kalau Hana jika marah sangat menyeramkan dia berfikir selama ini Hana orangnya lemah lembut ya walaupun suka banyak bicara tapi semakin Endri mengenal Hana, Endri jadi tau kalau Hana orang yang pemberani dan tegas.
"Waahh Wanita ini menarik sekali selain canti diluar dia juga cantik dari didalam penuh dengan kejutan. Apa aku bisa menjadikannya milik ku Ya Allah. Aaah apa yang kau fikirkan Endri belum tentu dia mau dengan mu, bisa jadi dia sudah memiliki kekasih. Haa hati hati yang sabar ya."
Hana memang mampu membeli barang-barang brended dan mahal-mahal tapi dia tidak terlalu suka itu semua lebih baik uangnya dia sedekahkan kepada yang lebih membutuhkan agar mendapat pahala dan menjadi tabungan dia diakhirat.
Hana suka dengan penampilannya yang sederhana tapi tetap modis seperti ini. lebih nyaman dan aman katanya.
__ADS_1
"Dan anda juga, kenapa anda diam saja saat wanita itu menghina anda kenapa tidak anda balas."
"Apa yang harus saya balas Han, semua yang dia bilang benar adanya. Kalau saya dulu adalah seorang pengemis yang diangkat derajadnya oleh keluarga Khaleed." Hana yang mengetahui itu terdiam dan menunduk.
"Maaf kan saya End." ucap Hana lirih
"Hey kenapa kamu meminta maaf, kamu tidak bersalah."
" Maaf kalau anda harus mengingat masa lalu anda."
"Hahahhha Hana Hana kamu memeng wanita penuh kejutan. Tidak perlu kamu meminta maaf, itu hanya lah masa lalu saya dan itu sudah saya simpan di hati saya paling dalam malah saya bersyukur saya berjumpa dengan Arka dan dia membawah saya masuk kedalam keluaranya, karena Mami dan Papi orang yang sangat baik dan mereka memperlakukan ku sama seperti Arka dan tidak membeda-bedakan." Hana yang mendengar cerita Endri juga merasa senang.
Hana jadi tau kalau Endri adalah seorang laki-laki yang baik dan lembut beda dengan saat pertama kali mereka bertemu.
Hana melihat Endri dingin dan tegas ada sedikit perasaan tidak nyaman bersamanya waktu itu tapi sekarang berbeda setelah mengenal Endri lebih jauh banyak sifat Endri yang Hana tidak pernah menyangka pada diri Endri.
" Mmm bolehkah anda menceritakan tentang keluara Arka. Endri ." ucap Hana.
"Apa yang ingin kamu ketahui Han?." tanya Endri balik.
"Ya seperti apa mereka apakah mereka baik, Anda tau sendri kan keluarga Khaleed itu keluarga kaya raya dan terpandang. Apa Arka dapat mencintai Khayra dengn tulus tanpa memandang Khayra yang telah melahirkan anak-anaknya, Apa keluarga Arka akan menerima Khayra tanpa melihat Khayra yang telah melahirkan keturunan pewaris keluarga itu. Aku tidak mau melihat Khayra menderita lagi dan aku juga tidak mau Arka dan keluarganya menerima Khayra hanya karena rasa kasihan dan rasa itu kewajiban mereka untuk membalas semua penderitaan yang Khayra tanggung. Aku tidak mau kalau seperti itu." Ucap Hana mengutarakan pikiran negatif yang selalu menghantui fikirannya.
sejenak Endri mencerna ucapan Hana. Ya memang benar Endri tidak tau apakah Arka mencintai Khayra tanpa harus melihat dia ibu dari anak-anaknya dan juga apa Papi dan Maminya akan menerima Khayra tanpa ada rasa kasihan dan rasa pertanggung jawaban atas penderitaan Khayra selama ini.
"Oke baiklah jika kamu merasa takut jika itu terjadi, bagai mana kalau kita merencanakan pertemuan Arka dan Khayra dengan cara tidak disengaja." ucap Endri yang tiba-tiba mendapatkan sebuah ide.
__ADS_1
"Maksud anda ?."