CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
PERASAAN SEORANG IBU


__ADS_3

Malam yang dingin berganti pagi, matahari yang seharusnya bersinar terang tapi kali ini sinar itu tidak terlihat karena tertutup awan gelap yang menghiasi langit, sama seperti suasana hati dan nasib yang Khayra alami .Yang seharusnya hari ini akan menjadi hari bahagia untuknya dan impian kedua anaknya tapi  kini semua itu hacur tak tersisa, pernikahan yang seharusnya ia rencanakan untuk menjadi awal kebahagiaannya dan janji suci yang ingin dia dengar dari mulut sang pria yang ia cintai, Ayah dari anak-anaknya kini tinggal hayalan saja.


Semenjak pencarian beberapa hari sampai dengan hari ini dari anak buah Papi Ali sama sekali tidak membuahkan hasil, keluarga Khaleed dan juga Khayra dengan terpaksa membatalkan acara pernikahannya yang sudah selesai disiapkan itu.


Berita Pembatalan pernikahan Arka dan Khayra tiba-tiba menjadi sorotan dan trending topic distasiun televisi dan juga dunia maya. Berita ini menjadi heboh dikalangan masyarakat, banyaknya opini dari warga net tentang batalnya pernikahan dari tuan muda keluarga Khaleed ini, banyak yang beranggapan bahwa berita pernikahan itu hanyalah


gimic dan  setinggan dari orang kaya itu dan ada juga yang beranggapan batalnya pernikahan dari keluarga kaya raya dan terhormat itu adalah dari sang calon istri yang melarikan diri disaat hari pernikahan mereka karena paksaan.


Opini itu muncul dikarenakan disaat pemberitaan tentang pernikahan itu tidak ada satupun Wartawan yang tau siapa wanita yang akan dinikahi oleh Arka dan keluarga Khaleed pun tidak mengkonfirmasikan siapa calon Nona muda dari keluarga Khaleed itu, mereka mengambil kesimpulan kalau sang calon istri dari Arka tidak mau dirinya menjadi sorotan media karena pernikahan ini tidak ia inginkan.


Walaupun banyaknya komentar negative dari masyarakat tentang Khayra namun disisi lain Papi Ali dan Mami Alin masih bernafas legah karena mereka semua awak media tidak mengetahui bahwa Khayra lah calon istri dan calon Nona muda dari keluarga Khaleed itu, karena Arka sempat merasa kalau akan menjadi masalah jika para awak media tau tentang Khayra dan juga kedua anaknya maka dari itu Arka tidak pernah mengespos dan memberitau siapa wanita yang ingin dia nikahkan dan usulan itu diterima oleh Papi Ali dan juga Mami Alin. Dengan begitu kehidupan Khayra dan juga kedua cucu mereka menjadi aman tanpa gangguan dari mulut para orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta terbebas dari kejaran para Wartawan.


---^-^---


Kini sudah hampir sebulan menghilangnya Arka dan Endri, dan sudah sebulan ini juga perkembangan pencarian


mereka tidak membuahkan hasil. Khayra yang baru saja membuka matanya yang terlihat sembab karena menangis semalaman pukul 10 pagi, untung saja hari ini weekend dan anak-anak tidak pergi kesekolah jadi Khayra tidak harus mengurus kedua anaknya itu untuk kesekolah, badannya tidak enak dan terlihat lemah hanya untuk sekedar bangun.


Tok..Tok..Tok..


Pintu kamar Khayra diketuk dan dibuka dari luar, terlihat Hana yang membawa tampah  yang berisi semangkok bubur dan air putih ditangannya dan juga kedua anaknya yang terlihat khawatir. Ketiganya masuk dan duduk disisi tempat tidur Khayra.

__ADS_1


“ Khay, ayo bangun dan sarapan aku bawakan kamu bubur ini.” Ucap Hana dan Khayra menurutinya. Terlihat dari wajah Khayra yang pucat dan sembab seperti habis menangis.


“ Terima kasih Han.” Jawab Khayra sambil mendudukan badannya dan mengambil  mangkok yang Hana sodorkan .


Ghani dan Ghava yang melihat keadaan Mama mereka menjadi sedih dan khawatir mereka tau apa yang terjadi kepada Mama mereka tapi mereka tidak ingin bertanya kepada Mama mereka kerena takut Mama mereka akan semakin sakit.


“ Ma, apa sebaiknya kita kerumah sakit, Mama terlihat pucat.” Ucap Ghani


“ Iya Ma.” Timpal Ghava.


Melihat kedua anaknya khawatir kepada dirinya, Khayra tersenyum.


Khayra menyelesaikan sarapannya dan setelah menghabisakan sarapan yang sudah lewat itu Khayra menyuruh kedua anaknya untuk membawak mangkok dan gelas bekasnya sarapan dan menyuruh mereka untuk bermain karena Khayra ingin bicara dengan Hana.


 “ Ada apa Khay.” Tanya Hana kepada Khayra setelah mereka melihat sikembar sudah keluar dari kamarnya.


“ Apa sudah ada kabar dari Mami Alin tentang Mas Arka, Han.” ucap Khayra.


“ Sepertinya belum Khay karena Tante Alin belum menghubungiku dan kelihatannya kondisi Tante Alin sedang


ngedrop karena masalah ini.” Hana mengetahui kondisi Mami Alin karena kemarin Hana tidak sengaja bertemu dengan Papi Ali dan Mami Alin dirumah sakit saat dirinya ingin menjenguk anak dari salah satu pegawai cafenya yang sedang sakit.

__ADS_1


“ Benarkah.” Tanya Khayra.


“Iya Khay, Tante Alin sangat terpukul dan stress karena masalah ini, kau tau kan Tante Alin tidak memiliki anak dan tuan Arka adalah anak dari saudara kembar Tuan Ali yang mereka angkat menjadi anak sendiri begitu pun juga dengan Endri yang mereka angkat menjadi anak mereka, dia sangat mencintai mereka, dan karena masalah ini Tante Alin seperti kehilangan separuh jiwanya kedua anaknya hilang dan sampai sekarang belum ditemukan.” Mendengar penjelasan Hana, Khayra tau sakitnya itu jika seorang ibu mengetahui anaknya menghilang dan tidak tau bagai mana keadaannya sampai sekarang ini. Hancur dan seakan dunia mereka runtuh seketika juga kehilangan separuh jiwanya.


“ Kau benar Han. Tidak ada seorang ibu yang tidak terpukul akan kehilangan seorang anak begitu pun juga


dengan ku, aku tidak akan sanggup harus kehilangan Ghani dan Ghava dari hidupku. Lalu apa Mami dirawat dirumah sakit?”


“ Iya Khay.”


“ Aku ingin kesana membawak anak-anak dan melihat kondisi Mami, mungkin saja kedatangan kedua cucunya bisa menjadi obat untuk Mami Alin .”


“ Baiklah kalau begitu, aku bersiap-siap dulu.”


Setelah kepergian Hana, Khayra bangun dan juga akan bersiap-siap untuk kerumah sakit melihat Mami Alin walau pun dirinya juga tidak sedang baik-baik saja.


Beberapa menit kemudian Khayra, Hana dan juga sikembar sudah bersiap dan keempatnya langsung pergi kerumah sakit tempat Mami Alin dirawat, setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit mobil yang Hana kendarai sampai disebuah rumah sakit yang ternyata milik keluarga Khaleed, setelah mobil sudah terparkir mereka segera memasuki rumah sakit tersebut dan berjalan menuju ruangan Mami Alin dirawat, karena sebelumnya Hana sudah tau dimana ruangan Mami Alin jadi mereka tidak perlu bertanya ke resepsionis lagi.


Setelah melewati beberapa lantai dan kamar akhirnya mereka sampai diruangan VVIP tempat Mami Alin dirawat. Perlahan Khayra mengetuk pintu kamar rawat itu dan perlahan membukanya.


“ Assalamualaikum…”

__ADS_1


__ADS_2