CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KISAH LAMA


__ADS_3

Setelah dari cafe ketiganya masih diperjalanan menuju kediaman keluarga Khaleed untuk menjemput sikembar.


Didalam perjalanan tidak ada suara dari ketiganya, mereka diam membisu menikmati perjalanan mereka.


Arka melirik kebangku depan dari kaca depan mobil, Endri masih memasang wajah masamnya karena perkataan Arka yang membuat moodnya langsung jelek.


Arka yang melihat wajah asisten pribadinya sekaligus sahabat dan saudaranya itu tersenyum kekeh, entah kenapa akhir-akhir ini dia suka sekali menjahili asistennya itu karena bisa menghibur suasana hati dan fikirannya yang sedang kacau kali ini.


" Apa kau masih marah kepada ku End." tanya Arka. Endri tidak menjawab pertanyaan Arka karena dia sangat kesal dengan bosnya itu.


Arka yang tidak mendapatkan jawaban dari Endri seakan tau kalau Endri sedang kesal kepadanya.


" Yasudah kalau begitu aku minta maaf atas semua perkataan ku tadi, aku hanya becanda saja." Endri yang mendengar ucapan Arka melihat kearah belakang melalui kaca depan mobilnya.


" Mmm.." hanya kata itu yang Endri ucapkan.


" Kenapa jawaban mu seperti itu."


" Baiklah Tuan maafkan saya." ucap Endri yang sudah mulai ngeselin.


Arka menghelakan nafasnya dengan kasar, ia menyadari jika Endri sedang merajuk seperti itu akan sangat sulit untuk membujuknya, Arka terus memutar otak cerdasnya untuk mencari cara menbujuknya agar tidak marah seperti ini lagi kepadanya.


Jika tidak itu akan membuat Arka kesulitan dalam mengurus pekerjaannya dikantornya.


" Baiklah baiklah aku minta maaf, sebagai permintaan maaf ku aku akan memberikan mu libur dua minggu, setelah masalah perusahaan kita diBerlin selesai bagaimana. kau akan memiliki waktu banyak dan kesempatan untuk mendekati Nona Hani." ucap Arka yang seketika membuat wajah Endri sumringa senang, karena jarang-jarang Arka memberikan dia hari libur bekerja.


" Benarkah itu Tuan." ucap Endri senang. tanpa sadar kembali umbuat Arka kesal akan panggilannya.


" Sekali lagi ku dengar kau memanggil ku Tuan hari libur mu aku batalkan." ancam Arka yang jengah mendengar Endri memanggilnya Tuan.


" Ets... jangan dong, kalau dibatalkan kapan lagi aku bisa ada waktu untuk PDKT dengan Hana, aku juga ingin segera menjadikannya istriku ."

__ADS_1


" Ya ya ya terserah mu sajalah."


Khayra yang sedari tadi hanya menjadi penonton pardebatan anatara keduanya hanya menggelengkan kepala.


Setelah menempuh perjalan yang cukup lama memakan waktu karna terjebak macet akhirnya mobil mereka sampai dikediaman kelurga Khaleed.


Terlihat kedua anak mereka sedang bermain bersama Mami Alin dan Papi Ali di sekitaran halaman yang sangat luas itu.


Arka dan Khayra turun dari mobil dan terdengar teriakan dari kedua anak mereka yang senang karena kedua orang tua mereka datang.


" MAMA...PAPA." teriak keduanya dan berlari kearah kedua orang tua mereka.


" Jangan lari-lari sayang nanti jatuh." ucap Khayra yang melarang kedua anaknya untuk berlari.


Dan benar saja tidak lama Khayra memperingati keduanya Ghava terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.


Bugh...


" Ais.. kenapa bisa jatuh sih." ucap Ghani sambil membersihkan baju dan celana yang dikenakan oleh adiknya itu.


" Aku tersandung Kak." ucap lirih Ghava menahan agar tidak menangis.


Mami Alin, Papi Ali dan juga Arka, Khayra yang melihatnya sepontan berlari kearah Ghava.


" Ya ampun sayang baru juga Mama peringatin jangan berlari nanti jatuh nah sekarang jatuhkan ." ucap Khayra yang langsung melihat keadaan anaknya apakah ada yang terluka.


" Kamu tidak apa sayang, ada yang sakit." kali ini Arka yang terlihat khawatir melihat anaknya tadi jatuh.


" Ghava tidak apa-apa Papa." ucap Ghava yang terlihat dari matanya sudah berkaca-kaca.


" Kamu tidak apa-apa cucu Oma." ucap Mami Alin saat sudah dihadapan cucu kesayangannya itu.

__ADS_1


" Adek tidak apa-apa Oma."


" Yasudah ayok kita masuk kalau begitu sudah mulai senja ini." Ajak Papi Ali semuanya unuk masuk kedalam rumah karena hari sudah mulai sore.


" Papa... gendong." rengek Ghava yang sudah merentangkan tangannya meninta gendong Papanya.


" Hulu... anak Papa ini, sini Papa gendong." akhirnya Arka menggendong anak kesayangannya itu dan berjalan untuk masuk kedalam rumah.


--"-"--


Disebuah pulau tak berpenghuni di sebuah Mansion mewah terlihat aktifitas yang membuat semua orang yang berada disana terlihat sangat sibuk, Pasalnya sistem keamanan diPulau itu sedang diserang serta dilacak keberadaannya.


Hampir saja keberadaan pulau ini terlacak oleh seseorang yang terlihat sangat hebet melebihi kehebatan para IT disana.


Dengan kerja sama Tim dan juga keahlian mereka akhirnya semua itu dapat teratasi walau sempat mengalami kewalahan mengatasinya tapi itu tidaklah seberapa jika dikerjakan bersama-sama.


Sesulit apa pun pekerjaan kita dan seberat apa pun itu jika dikerjakan dengan bersama-sama dan kompak akan menjadi sangat mudah.


" Bagai mana keadaan saat ini Jaka, apa sudah bisa kita atasi." ucap Dino yang baru masuk kedalam markas.


" Iy berkat kerjasama tim dan skil pro IT mereka kita dapat mengatasinya, tapi sepertinya pihak lawan tidak akan tinggal diam, mereka akan berusaha untuk menemukan Pulau ini karena sesungguhnya Pulau ini lah yang menjadi perebutan dan menjadi akar terpecahnya ikatan persahabatan yang sudah lama dibina." jelas Jaka yang seketika mengingat masalah yang timbut akibat Pulau ini.


Keegoisan dan Iri hati yang mendominan membekukan hati hingga menimbulkan kemarahan dan dendam yang berkepanjangan.


Hubungan persahabatan yang sudah terjalin diantara ketigannya dengan cukup lama tidaklah menjamin akan kokoh selamanya, namun apa yang terjadi sekarang hubungan itu musnah dan hacur.


" Iya kau benar Ko, dan hanya tinggal kita berdua saja yang menjadi saksi akan tragedi itu tanpa bisa berbuat apa-apa." ucap lirih Dino mengingat peristiwa yang membuat Tuan nya berakhir ditangan sahabatnya.


Joko dan Dino adalah Asisten pribadi serta kaki tangan dari Ilyasyah Khaleed dan Ibrahim Naffeza.


Keduanya selalu ada disamping Tuannya mendampingi disetiap saat hingga pada akhirnya para Tuan mereka harus merenggang nyawa ditangan seseorang yang merupakan sahabat baik dari kedua Tuan mereka itu dan pada saat itu mereka hanya bisa mengikuti perintah dari para Tuan mereka untuk melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2