CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KEBAHAGIAAN DAN KESEDIHAN MAMI ALIN


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam semua orang dikediaman Khaleed sudah mesuk kekamar masing-masing untuk beristirahat.


Dikamar Endri yang sedang menyusun jadwal Arka besok hari mendengar pintu kamarnya diketuk


Tok..


Tok..


Tok..


" End, Mami boleh masuk."


"Masuk saja Mi, pintunya tidak dikunci." setelah mendengar jawaban dari Endri, Mami Alin membuka pintu kamar dan melihat anaknya itu sedang memainkan ipadnya.


"Apa Mami menggangu pekerjanmu sayang." ucap Mami saat sudah duduk dipinggir tempat tidur Endri.


"Tidak kok Mi ini sudah selesai Endri kok, Oh iya ada apa Mami." ucap Endri sambil merapikan pekerjaan Endri.


"Mmm tidak ada Mami hanya ingin bertanya dengan Mu."


"Oh iya, Mami mau nanyak apa sama Endri." ucap Endri yang mulai penasaran.


" Jawab dengan jujur apa kamu juga mengetahui kalau wanita yang selama lima tahun ini Arka cari-cari adalah Khayra ?." tanya Mami Alin yang membuat Endri terkejut dan Mami Alin sadar itu.


Endri ingin berbicara tapi ditimpal langsung oleh ucapan Mami Alin yang membuat Endri tidak berkutik.


"Jangan coba-coba untuk berbohong sama Mami. Mami tau jika kamu bisa berbohong dihadapan Mami dan Mami jugaq tidak mengajarimu untuk berbohong, cepat katakan sama Mami semuanya." seketika Endri langsung takut dengan omongan Maminya.


Endri tidak tau dia harus apa, didepan Maminya Endri tidak dapat berkutik dia tidak bisa berbohong didepan Maminya mau tidak mau dia harus menjawab dengan jujur.


Mami Alin masih menunggu Endri untuk mengatakannya, dengan tatapan mengintimidasi Endri yang melihatnya menjadi takut.


" Baiklah Mami Endri akan menceritakan semuanya kepada Mami." Endri membetulkan duduknya menghadap sang Mami.


" Yasudah ayo katakan."


" Memang benar Endri juga sudah mengetahui ini semua Mi. Malahan Endri yang mengetahuinya duluan dari pada Arka."


"Maksudmu kamu mengetahui duluan dari pada Arka bahwa Khayra wanita yang Arka cari-cari selama lima tahun ini."

__ADS_1


"Iya Mi."


"Bagai mana bisa begitu."


"Endri mengetahuinya saat pertama kali Endri tidak sengaja menabrak Hana di Carenya dan tanpa sengaja juga Endri melihat dua anak laki-laki kembar yang sangat mirip sekali dengan Arka dan itu juga yang membuat rasa penasaran Endri muncul dan memulai mencari tau."


" Tunggu dulu, jadi kau juga mengenal Hana End ? ucap Mami Alin sedikit marah.


"Hehehe iya Mi." ucap Endri sambil cengengesan.


" Dasar anak ini, jangan tertawa teruskan ceritanya."


"Iya Mi, lalu endri mendekati Hana untuk untuk mencari tau semuanya dan benar saja ternyata selama ini Hana mengenal Khayra bahkan Khayra tinggal dengannya selama lima tahun, dan apa Mami tau gara-gara insiden itu Khayra diusir dari rumahnya oleh Mamanya dan saat itu Hana menemukan Khayra pingsan dijalan dalam keadaan Hamil besar." Mami Alin yang mendengarnya sangat terkejut dan tidak percaya. ada rasa marah, sedih dan kasian terhadap nasib gadis itu.


" Jadi dari saat itu Khayra tinggal dirumah Hana sampai sekarang dan dia juga bekerja dicafe Hana untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya."


"Anak-anaknya ? ja..jangan bilang kalau anak yang kita lihat di ulangtahun sekolah itu adalah anak-anaknya Khayra dan Arka." ucap Mami Alin gugup dan tidak percaya.


" Itu benar Mi. Anak-anak itu adalah anaknya Arka mereka adalah cucu Mami." seketika air mata mengalir begitu saja di mata Mami Alin ada rasa senang dan bahagian karena dia tau kalau dia sekarang sudah memiliki dua orang cucu dan disatu sisi dia juga merasa sedih karena tidak bisa menolong Khayra saat dia merasa hancur dan juga tidak bisa menemani Khayra saat melahirkan dan membesarkan kedua cucunya.


"Apa, apa Arka tau kalau dia sudah memiliki dua orang anak End."


" Kenapa dia belum tau, kenapa kamu tidak memberitaunya."


"Endri tidak bisa Mi karena Endri sudah berjanji kepada Hana agar tidak memberi tau Arka."


"Tapi kenapa ?."


"Karena Hana ingin biar Khayra yang memberitau Arka sendiri karena Endri tidak memiliki hak untuk itu Mi kami hanya merencanakan agar Arka dan Khayra dapat bertemu dan menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik dan mereka bisa bersama tapi takdik berkata lain."


"Maksudnya."


" Karena sebelum kami menyusun rencana untuk mempertemukan mereka tanpa disengaja mereka bertemu satu sama lain saat dikantor, mereka sama-sama terkejut dan saat Arka ingin mendekatinya Khayra langsung lari meninggalkan kantor."


Mami Alin masih terus mendengarkan cerita Endri yang sebenarnya.


" Dan semenjak itu dari yang Hana bilang Khayra sangat takut dan berfikir jika Arka tau dia memiliki anak dia akan mengambil keduanya dari Khayra dan dari itu Endri dan Hana menyusun lagi ulang rencana kami untuk mempertemukan mereka."


"Tapi bagai mana dengan anak-anak itu End."

__ADS_1


"Mami tidak usah khawatir walaupun tanpa keduanya tau Arka dan Anak-anaknya mereka sudah sangat dekat kok dan malahan kedua anak Arka memanggilnya Papa jadi Mami tidak usah Khawatir dengan masalah ini. Kita serahkan saja semuanya kepada Allah dan mereka." ucap Endri yang menenangkan Mami Alin yang masih menangis itu.


Setelah mengetahui kebenaran ini Endri meminta Mami Alin untuk merahasiakannya dulu dari Arka dan Khayra dan itu juga disetujui juga oleh Mami Alin.


*****


Disebuh bar masih terlihat ramai walau malam sudah menunjukan dini hari Siska dan teman-temannya menikmati alunan musik yang keras memekakkan telinga tapi tidak dengan Siska dia tampak frustasi memikirkan cintanya kepada Arka.


" Yasudalah Sis untuk apa lo bersedih begitu masih banyak cowo keren dan tajir yang rela mengantri untuk mendapatkan lo."


"Iya Sis lo cantik dan seksi pasti banyak yang suka sama lo kok."


" Iya si tapi gue uda cinta mati sama Arka gue ingin dia jadi milik gue apa pun itu caranya."


" Memang si Arka itu tajir banget dan tampan nya kebangetan gue rela kalau jadi teman tidur dia aja tapi sayangnya dia orangnya dingin banget dan seram apa lagi kalau cewe yang mendekatinya langsung ciut tu cewe karena diseramnya."


" Rese lo pada bukannya ngebantu gue untuk dapetin dia malah lain yang lo pada bahas."


" Hahah maaf-maaf Sis habis lo sendiri cinta kok sama cowo sama Tuan muda Arka itu kami bisa apa lo tau sendirikan itu cowo terkenal dingin dan kejamnya kita-kita gak bisa kasih solusi buat lo lebih baik lo jangan gegabah Sis bisa-bisa menyesal loh nantinya. "


"Ah kalian semua gak bisa diandalkan ya sudah lah biar gue yang fikir sendiri. ya sudah gue cabut bulu. By." Siska meninggalkan ketiga temannya dengan kesal karena ketiga temannya tidak memberikan solusi untuknya.


"Oke."


" Gila tu si Siska cintanya uda kayak terobsesi, Gue aja gak mau berurusan dengan Tuan muda Khaleed itu walaupun dia tajir dan tampan bisa-bisa gue yang habis."


" Iya benar yang Lo bilang bokap gue aja pernah bilang kalau Tuan muda Arkana itu terkenal sangat tegas dan kejam apa lagi kalau ada yang mengusiknya."


"Ha gue gak tau nanti nasip nya Siska seperti apa kalau dia beneran berbuat nekat."


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2