
"Maksudnya ?."
"Sepertinya mereka hanya ingin merusak sistem keamanannya saja Tuan, karena setelah sistem keamanan data kita mereka rusak dan juga mereka berhasil masuk data Perusahaan yang ada didalam tidak mereka buka, malahan mereka langsung berhenti menyerang kita saat mereka sudah berhasil merusak semua sistem keamanan kita."
" Sepertinya mereka ingin mempermainkan kita atau mungkin mereka hanya ingin mengukur sejauh mana kemampuan IT mereka" ucap Arka.
" Saya pun juga berfikir seperti itu Tuan, karena selama saya bekerja di Perusahaan ini baru kali ini kita mendapatkan masalah yang rumit seperti ini apa lagi mereka juga mengirim kita virus yang menurut saya virus yang mereka berikan sangat sulit untuk dihapus banyak staf IT kita yang pro butuh waktu yang cukup lama untuk menghapusnya."
" Baiklah kalau begitu bereskan semuanya kekacawan ini, kerahkan semua kemampuan bagian Divisi mu untuk memperketat sistem keamanan data Perusahaan ini Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi."
"Baik Tuan."
Setelah dilihat kekacawan yang didapat oleh Perusahaan Khaleed sudah bisa diselesaikan Arka dan Endri pergi dari sana.
Diperjalanan Endri yang melihat Arka yang terlihat sangat letih hanya bisa diam selama perjalanan pulang.
Sesampainya di kediaman Khaleed Arka dan Endri tampak rumah mewah tersebut sudah sunyi karena sudah tengah malam juga semua penghuni sudah beristirahat dikamar masing-masing.
Arka dan Endri langsung masuk kekamar masing-masing untuk beristirahat juga.
Tampak Arka keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimononya , Dia mengambil baju tidurnya dari lemari dan memakainya.
Setelah selesai Arka membaringkan badannya diatas tempat tidur dan berniat untuk tidur tapi matanya masih belum bisa diajak kompromi untuk terpejam pada hal badannya sudah sangat lelah.
Banyaknya masalah yang dia hadapi entah sampai kapan masalah yang dia hadapi akan selesai dan bisa terbebas dari semua masalah ini.
Sesaat Arka merindukan dua bocah kembar yang sangat menggemas itu, karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaan dan masalah-masalah yang dia hadapi, Arka sudah tidak pernah datang kesekolah lagi dan bertemu kedua bocah itu.
"Ah tiba-tiba aku merindukan Ghani dan Ghava, karena kesibukan ku, aku jadi tidak pernah lagi datang kesekolah. Apa kabar mereka ya aku ingin sekali bertemu dengan mereka." ucap Arka sambil tersenyum.
Malam semakin larut waktu menunjukan pukul dua pagi akhirnya Arka bisa tidur dengan lelap hingga datangnya pagi.
*******
Pagi menjelang terlihat awan hitam menutupi sinarnya matahari tampaknya akan turun hujan.
Khayra seperti biasanya sebelum anak-anak dan Hana bangun dia sudah sibuk dengan peralatan masaknya. Menyiapkan sarapan pagi untuk semuanya dan juga bekal makan siang untuk sikembar.
Jam sudah menunjukan pukul enam pagi Khayra sudah selesai dengan masakannya yang telah tersusun rapi di meja makan dan juga dua kotak bekal makan siang sikembar.
Khayra berjalan menuju kamar anak-anaknya dan sudah terlihat keduanya sedang bersiap-siap dengan seragam sekolah mereka.
__ADS_1
"Selamat pagi My littel boys ." sapa Khayra saat membuka pintu kamar sikembar.
" Pagi Mama."
" Waaaah sudah pada rapi kedua kesayangan Mama ini, apa ada yang bisa Mama bantu."
"Tidak ada Mama, kami sudah bisa mengerjakannya sendiri." ucap Ghani yang tidak ketinggalan wajah dinginnya.
"Mmm baiklah, kalau sudah siap cepatlah keluar kita sarapan ya."
"Iya Mama."
Tak lama Khayra keluar dari kamar sikembar, Ghani dan Ghava juga keluar dari kamar mereka dan menuju meja makan.
Sesampainya dimeja makan mereka berdua tidak melihat Ayi Hana dan hanya Mama mereka yang berada dimeja makan.
" Mama di mana Ayi ? kenapa tidak sarapan." Tanya Ghava sambil mencari Ayinya.
" Mama tidak tau, tadi sudah Mama bangunin tapi Ayi tidak keluar-keluar dari kamarnya."
Seketika pikiran usil sikembar mulai aktif dengan senyum devilnya Ghani dan Ghava turun dari kursi makan dan berjalan kearah kamar Hana mengendep-ngendap.
" Sepertinya sebentar lagi akan ada suara jeritan dipagi hari." ucap Khayra
Ghani dan Ghava sudah berada didalam kamar Hana tanpa bersuara dan terlihat Hana masih terlelap didunia mimpinya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kedua bocah tersebut memberi aba-aba dan siap untuk terbang sambil tersenyum.
" Satu...dua..tiga..Ayi ayo bangun sudah pagi." keduanya loncat keatas tubuh Hana yang membuat Hana menjerit kesakitan.
"AAAAAAAAHHH OH MY GOD kaliann berdua." ucap Hana sambil merasa sakit dipinggangnya.
" Apa yang kalian lakukan. apa kalian mau membuat pinggang Ayi encok."
"Hhahahah encok, Ayi seperti nenek-nenek yang pinggangnya suka encok." ucap Ghava.
"Apa kamu bilang, Ayi nenek-nenek enak saja." memasang wajah cemberut.
"Sudah Ayi jangan cemberut gitu nanti beneran jadi nenek-nenek loh, Tua. Ayo kita sarapan Ayi." ucap Ghani dengan wajah yang selalu membuat Hana gemas sendiri, Datar.
"Iya iya, kalian sarapan lah dulu nanti Ayi menyusul, Ayi mau mandi dulu." ucap Hana sambil bangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Baik Ayi." Ghani dan Ghava keluar dari kamar Hana dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan.
selang beberapa menit Hana keluar dari kamarnya yang sudah berpakaian rapi, Hana langsung duduk dan sarapan bersama dengan Hana dan sikembar.
Setelah sarapan keempatnya keluar dari rumah dan pergi untuk menjalankan aktifitas masing-masing.
******
Dikediaman Khaleed, semua penghuni rumah sedang menikmati sarapan mereka. Sampai Mami Alin memulai pembicaraan.
"Tadi malam kalian pulang jam berapa sayang." ucap Mami Alin yang membuat Papi Ali melihat kedua anaknya.
" Hampir tengah malam Mi." ucap Arka sambil menyendokan makananya kedalam mulutnya.
" Emang dari mana kalian sampai tengah malam baru pulang." Ucap Papi Ali.
" Dari kantor Pi. Semalam dikantor ada masalah yang membuat karyawan Divisi IT kalang kabut pasalnya sistem keamanan data penting perusahaan ada yang mencoba masuk dan merusak sistem itu." ucap Endri menjelaskan
Papi Ali dan Mami Alin terkejut dan tidak menyangka karena selama ini sistem keamanan data rahasia perusahaan sangat lah ketat keamanannya dan tidak pernaha ada yang bisa merusaknya, jangankan merusaknya mencoba masuk saja sudah sangat sulit.
" Bagaimana bisa bukannya sistem keamanan perusahaan kita sangatlah ketat dan sangat sulit untuk ditembus, kenapa bisa terjadi seperti ini."
"Arka pun tidak tau Pi siapa Hecker hebat yang bisa menghancurkan sistem perusahaan kita. Malahan mereka mengirim virus kesistem kita sampai-sampai anak-anak butuh waktu lama menghapusnya."
"Wah kalian harus hati-hati kalau sudah seperti itu ." ucao Mami Alin.
" Iya Mi, malahan Endri salut dengan mereka karena bisa masuk malahan mereka hancurkan sistem keamanan perusahan kita yang sangat sulit dimasukan oleh Hecker-hecker yang hebat sekali pun. Kita harus bisa merekruit mereka Pi diPerusahaan agar mereka bisa memperketat lagi sistem keamanan data diPerusahaan."
" Kamu benar itu End, Kalian harus merekruit mereka agar perusahaan kita makin aman."
"Nanti Arka fikirkan Pi. Ayo End kita berangkat." sambil melihat arloji ditangannya.
"Ayo, Mi Pi kami berangkat dulu. Assalamualaikum." ucap Endri sambil mencium tangan Papi Ali dan Mami Alin.
" Arka pergi Mi Pi Assalamualaikum."
"Walaikum salam." jawab keduanya.
" Kalau begitu Papi juga ya Mi. Assalamualaikum." ucap Papi Ali sambil mencium kening istrinya.
"Iya Pi Walaikum salam."
__ADS_1