
Waktu menunjukkan pukul lima subuh, Khayra bangun dari tidurnya dan melihat sekeliling ruang yang tampak asing.
"Ha.. aku lupa kalau ini kamar Mas Arka."
Khayra turun dari ranjang dan mencari dimana kamar mandi dikamar itu, setelah menemukannya Khayra segera masuk untuk membersihkan badannya dan berwuduh.
Dua puluh menit kemudian Khayra keluar dari kamar mandi dan terlihat pakaiannya sudah berganti, Khayra mencari tasnya untuk mengambil mukena yang selalu dia bawak kemana-mana, lalu menjalankan kewajiban sesama muslim.
Selesai menjalankan sholat subuh dan Ia melipat kembali mukenanya, Khayra keluar dari kamarnya. Khayra berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah bermaksud untuk membuat sarapan.
Sesampainya dibawah Khayra bingung dimana letak dapurnya karena rumah ini sangat luas dan Khayra belum mengetahui letak semua ruangan dirumah ini.
Saat masih dengan kebingungannya seorang pelayan rumah tersebut menghampiri Khayra.
" Selamat Pagi Nona, ada yang bisa saya bantu." ucap pelayan tersebut yang ternyata kepala pelayan di keluarga Khaleed.
" Pagi, tidak saya hanya ingin mencari dimana dapurnya."
" Dapur ? apa anda butuh sesuatu Nona?."
"Tidak, saya ingin menyiapkan sarapan saja Bu."
"Anda tidak perlu repot-repot untuk melakukannya Nona, karena sudah ada yang menyiapkannya."
" Tapi ijinkan saya yang menyiapkannya Bu. Saya mohon." ucap Khayra dengan memasang wajah memohonnya.
Melihat Khayra memohon Kepala pelayan mau tidak mau mengijinkan Khayra menyiapkan sarapan.
" Baiklah Nona." mendengar persetujuan dari Kepala pelayan tersebut Khayra merasa senang dan langsung memeluk kepala pelayan tersebut.
" Terima kasih Bu." Kepala pelayan yang ternyata bernama Bu Eli tersebut terkejut mendapatkan Nona nya tanpa rasa sungkan memeluk dirinya.
" Iya Nona sama-sama, mari saya antar." Khayra mengikuti Bu Eli dibelakangnya menuju dapur.
Setelah sampai didapur terdapat dua orang pelayan yang bertugas untuk memasak dirumah ini.
Khayra masuk kesana dan menyapa para pelayan tersebut.
" Tati, Ana kalian berdua kemarilah." Bu Eli memanggil dua orang pelayan yang bertugas didapur.
__ADS_1
" Iya Bu, ada apa." ucap keduanya.
" Perkenalkan ini Nona Khayra, tolong kalian bantu Nona Khayra karena Nona ingin membuat sarapan hari ini. Jadi kalian berdua bantu Nona Khayra jika dia ingin memerlukan sesuatu." Titah Bu Eli kepada kedua pelayan tersebut.
"Baik Bu."
" Baik lah Nona Khayra kalau begitu saya tinggal dulu." ucap Bu Eli undur diri.
" Baik Bu Eli, terima kasih." ucap Khayra sambil tersenyum.
Setelah Bu Eli pergi Khayra menatap kedua gadis didepannya sambil tersenyum ramah.
" Hay saya Khayra, maaf ya sudah merepotkan kalian." ucap Khayra tersenyum ramah
"Tidak apa-apa Nona."
"Baiklah ayo sekarang kita buat sarapan untuk semua orang, keburu semuanya bangun." Khayra segera mengambil epron yang diberikan kepada Ana.
Mereka bertiga menyiapkan sarapan dengan bersenda gurau tidak ada diantara ketiganya merasa sungkan atau pun canggung karena Tati dan Ana merasa sangat senang karena Nona rumah ini sangat baik dan ramah Khayra memperlakukan Tati dan Ana yang seorang pelayan ini sebagai keluarga.
Saat sedang asik memasak mereka terkejut karena kedatangan Mami Alin didapur karena tadi dia mendengar suara Khayra dan kedua pelayan tersebut tertawa.
" Oh Tante, Khayra ingin menyiapkan sarapan untuk semuanya Tan dibantu dengan Tati Dan Ana."
" Oh begitu, jadi sarapan apa kita pagi ini, boleh Mami bergabung."
" Tentu saja boleh Tan tapi apa tidak merepotkan Tante."
"Tidak kok Khay malahan Mami senang bisa masak bareng sama calon menantu Mami." mendengar ucapan Mami Alin membuat pipi Khayra memerah dan Mami Alin yang melihatnya tersenyum geli.
Akhirnya mereka menyiapkan sarapan pagi bersama sampai mereka dikejutkan dengan teriakan Ayah dan kedua anaknya memanggil Mami Alin.
" MAMI...OMA...MAMI...OMA...MAMI.." suara teriakan ketiga pria yang berbeda generasi itu membuat seisi rumah heboh.
Mami Alin dan Khayra yang mendengar itu sontak berlari meninggalkan dapur.
"Ada apa sayang kenapa teriak-teriak." ucap Mami Alin saat sudah menghampiri mereka.
" Mami, Apa kau melihat....." Ucapan Arka berhenti saat melihat Khayra disebelah Mami Alin dan seketika itu ketiganya berlari dan memeluk Khayra yang terlihat bingung.
__ADS_1
" Sayang, Mama." ucap Ayah dan anak itu.
" Ada apa Mas kenapa kalian berteriak-teriak tadi." Khayra yang bingung dengan kelakuan mereka hanya bisa pasrah badannya dihimpit oleh ketiga pria tersebut.
" Kami tadi mencari mu di semua ruangan tapi tidak ada, apa kamu sudah baikkan." ucap Arka melihat Khayra dan mengelus kepalanya.
" Kami tadi ingin menemui Mama dikamar tapi saat kami kekamar Mama tidak ada karena panik kami menemui Papa dikamar sebelah dan bertanya tentang Mama." ucap Ghava sambil setia memeluk kaki Mamanya.
" Itu benar Ma.. saat kami kekamar dengan Papa kami tidak menemukan Mama di mana pun jadi kami memanggil Oma." ucap Ghani.
" Mama ada didapur menyiapkan sarapan bersama dengan Oma. Jadi sekarang kalian bersiap-siap biar kita sarapan bersama." Ucap Khayra.
" Baik lah Maaaa." ucap ketiganya dan mereka langsung menuju kamar masing-masing.
Melihat tingkah laku Anak dan Cucu-cucunya itu Mami Alin tersenyum geli dan menggelengkan kepala. Mereka seperti anak kucing yang kehilangan induknya sangat menggemaskan.
Setelah menu sarapan sudah siap dan sudah ditata dimeja makan satu persatu anggota keluarga Khaleed turun untuk sarapan bersama.
" Waaahh sepertinya sarapan kali ini sangat istimewa." ucap Papi Ali saat sudah duduk rapi dimeja makan.
" Papi benar, kali ini yang membuat sarapan menantu kita." jawab Mami Alin.
Arka dan sikembar juga sudah duduk rapi dimeja makan begitu juga dengan Endri.
" Mari sebelum makan kita baca doa dulu ya." ucap Papi Ali dan mereka semua pun berdoa atas rizki yang mereka dapat pagi ini.
Setelah selesai berdoa semuanya dapat menikmati sarapan pagi yang istimewa ini.
Mami Alin terlihat melayani suaminya dan juga anaknya Endri yang duduk disebelahnya, begitu pun dengan Khayra yang sedang mengambilkan makanan dengan sesuai keinginan Ayah dan kedua anak itu walau di selingi dengan perdebatan kecil antara sikembar dengan Khayra yang berakhir dengan ucapan mengalah oleh Arka.
Sarapan kali ini begitu sangat istimewah entah mengapa terasa begitu hangat karena kehadiran sikembar Ghani dan Ghava sang pewaris dari keluarga Khaleed dan juga kehadiran Khayra yang melengkapi keluarga Khaleed.
Disaat kelurga Khaleed sedang merasakan kebahagiaan berbeda lagi disebuah rumah yang tak kalah megahnya terlihat seorang pria terlihat sedang menghajar bawahannya, pria tersebut adalah Lukmana Putra Likana, dia sangat marah ketika tauh bahwa anak buahnya telah gagal menangkap Dino.
" Dasar tidak berguna, bre**sek apa saja yang kalian kerjakan diluar sana, kenapa menangkap satu orang tikus saja kalian tidak bisa, Aku tidak peduli kalian harus cari dia sampai dapat kalau tidak nyawah kalian yang akan menjadi taruhannya. PERGI.." Lukman yang terlihat marah menduduki tubuhnya dikursi kebesarannya dengan kasar.
Terlihat sorot matanya yang tajam membuat siapa saja yang melihat akan merinding.
__ADS_1
" Sialan, kesempatan sudah digenggaman ku terlepas begitu saja, Aku harus mendapatkan peta itu karena itu adalah milik ku."