CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KEMBALILAH


__ADS_3

Malam harinya Khayra, Hana dan sikembar sedang menikmati makan malam mereka, makan malam kali ini terasa sangat sunyi tidak ada obrolan yang keluar dari mulut mereka semuanya tampak bungkam dangan fikiran mereka masing-masing.


Ghani dan Ghava yang melihat ibu mereka tampak sedikit pucat dan lesu tidak seperti biasanya memberanikan diri untuk bertanya.


“Mama…Mama tidak apa-apa.” Tanya Ghava yang terlihat khawatir kepada Mamanya.


“Mama tampak pucat. Mama sakit.” Kali ini Ghani yang bertanya.


“ Tidak sayang Mama baik-baik saja mungkin Mama terlalu lelah saja.” Ucap Khayra kepada anak-anaknya sambil tersenyum, dia tidak mau membuat kedua anak-anaknya mengkhawatirkan dirinya.


“ Kalau begitu cepatlah beristirahat Ma.”


“ Iya sayang Mama akan istirahat setelah ini.”


Ghani yang melihat Mamanya seperti ini merasa Mamanya ada sesuatu yang ia simpan, sepertinya ini masalah tentang Papa mereka.


Setelah selesai makan malam Khayra meninggalkan meja makan dan langsung masuk kekamarnya beristirahat.


Hana melanjutkan membersihkan piring-piring bekas mereka makan tadi dibantu oleh Ghani dan Ghava, setelah semuanya selesai ketiganya pun masuk kekamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Ghani dan Ghava yang sudah berada didalam kamar mereka terlihat gelisah dan belum bisa untuk tidur, mereka masih mengingat tentang pembicaraan Mama dan Aiy Hana saat berada didapur tadi.


Flashback ON

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan tugas sekolah Ghani dan Ghava meninggalkan kamar mereka untuk makan malam, keduanya berjalan menujuh meja makan disaat itu mereka berdua tidak sengaja mendengar pembicaraan Mama mereka dengan Aiy Hana.


“ Sudahlah Khay, jangan seperti ini aku yakin Tuan Arka akan kembali, besok adalah hari pernikahan mu jadi yakinlah ia akan datang.” Hana menenangkan Khayra yang sudah menangis.


“Bagai mana aku bisa tenang Han sampai sekarang keberadaan Mas Arka belum juga diketahui dan untuk pernikahan itu Mami Alin sudah membatalkannya karena tidak mungkin diselenggarakan jika Mas Arka belum juga ditemukan.” Jelas Khayra.


Memang benar Mami Alin  sudah memberitau pembatalan pernikahan kepada Khayra dan juga meminta maaf kepadanya tentang masalah ini.


Hana yang mendengar ucapan itu pun langsung membungkam mulutnya ia tau bagai mana perasaan Khayra sekarang ini sakit dan cemas disaat setiap wanita akan merasakan kebahagiaan dihari pernikahannya tapi tidak dengan Khayra dia harus menerima pil pahit disaat pernikahannya akan diselenggara besok hari sudah dibatalkan.


Dengan hati yang juga merasakan kesedihan temannya itu Hana selalu setia memberikan semangat dan menghibur Khayra agar tetap bersabar dan ikhlas.


 Flashback OFF


“Kaka, apa benar Papa menghilang disana dan pernikahan Mama dan Papa tidak akan dilaksanakan ?.” ucap Ghava memecahkan lamunan mereka.


“Lalu bagai mana Kaka aku tidak mau kehilangan Papa lagi, aku mau kita seperti teman-teman yang lain mempunyai keluarga lengkap.” Ucap Ghava dengan mata yang berkaca-kaca dan akhirnya menetes juga


Ghani melihat adiknya menangis langsung memeluknya dan menenangkannya, walaupun dia juga merasakan apa yang kembarannya rasakan tapi dia harus tetap kuat untuk Mama dan adiknya itu.


“ Bersabarlah Papa akan kembali menemui kita dan yakinlah kita akan berkumpul bersama dengan Papa.”


“ Iya Kaka.”

__ADS_1


Disisi lain Khayra yang berada dikamarnya terlihat sangat mengenaskan, fikirannya yang kacau dengan keadaan yang dia hadapi saat ini menjadi pukulan berat dihidupnya, semua orang yang menjadi tempatnya untuk bersandar disepanjang hidupnya menghilang dari sisinya.


Airmata yang keluar dari matanya menjadi bukti akan kemalangan nasibnya yang ditinggalkan oleh orang yang dia cintainya, Iya walaupun pada awalnya Khayra masih meragukan cintanya kepada Arka namun kini keraguan itu hilang seiring menghilangnya Arka, dia sadar cintanya sangat besar kepada Ayah dari kedua anaknya itu tapi apakah dia masih bisa diberi kesempatan untuk mencintai Arka, karena hingga saat ini Arka belum juga kembali kepadanya.


“ Mas hiks..hiks.., kau sekarang ada dimana, apa kau tidak merindukan Ghani dan Ghava kedua anak kita itu dan apa kau tidak merindukan aku hiks..hiks.., kau berjanji akan segera kembali sebelum hari pernikahaan kita dan besok adalah hari pernikahaan kita tapi sampai sekarang pun kau juga tidak pulang, apa yang terjadi disana kepada mu….”


“ Apa kau tau pernikahan kita sekarang sudah dibatalkan tapi aku tidak peduli itu hiks.. aku hanya ingin kau pulang, aku hanya ingin kau memeluk ku dan kedua anak kita dan berkata kau ada disini bersama dengan kami hiks..hiks..Mas aku merindukanmu dan aku akan selalu menunggu kepulanganmu dengan anak-anak kita.” Dengan nada suara yang tersendat-sendat karena menangis Khayra mengeluarkan semua keresahannya yang tertahan dihatinya hingga akhirnya dia tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya dan berharap Arka akan kembali kepadanya.


Ditempat lain dirumah yang sama tepatnya dikamar dengan bercat putih merah jambu Hana yang baru selesai sholat Isya membaringkan tubuhnya ditempat tidurnya yang nyaman itu tapi kenyamanan itu tidak terlihat dari wajahnya, entah mengapa disaat seperti ini di merindukan seseorang yang sudah beberapa hari ini tidak pernah lagi


menghubunginya.


Hana mengambil telepon genggamnya yang berada diatas meja tidur, dibukanya aplikasi chat dan mata itu tertuju pada pesan chat yang sudah lama dan pesan itu terhenti tiga hari yang lalu.


Dibacanya chat itu kembali dari awal hingga akhir, saat membacanya Hana terlihat senyum-senyum dan kadang


tertawa hingga tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, isakan kecil keluar dari mulutnya, betapa dia merindukan pria itu yang tanpa ia sadar selalu menemani hari-harinya.


Endri, pria itu yang saat ini Hana rindukan entah sejak kapan hatinya terbuka untuk pria tersebut dan entah sejak kapan hati dan fikirannya penh dengan nama pria tersebut, sepertinya cinta sudah hadir dihatinya.


“ Apa kabar kau disana ? apa yang kau lakukan disana ? dan apa kau baik-baik saja ? hiks…hiks… kenapa


kau tidak menghubungi aku lagi ? kenapa kau tidak pulang ? hiks..hiks… apa kau tidak merindukan aku ? kau sudah berjanji akan menjadikan aku istri mu dan kau juga berjanji akan selalu bersama dengan ku disaat aku sedih dan marah, tapi saat ini aku sedang sedih dan marah tapi kau tidak ada bersama ku, kau bohong, kau pembohong hiks…hiks…tolong pulanglah dan tepati semua janji-janjimu itu, aku tidak suka dengan pria yang mengingkarin janjinya hiks..hiks…tolong pulanglah aku menunggumu.” Walau hati ini kuat dan tegar diluar tapi tidak ada yang tau

__ADS_1


bahwa didalam sana rasa sedih dan sakit sudah menjalar tak tertahankan.


Walau sekuat-kuatnya kita menahan rasa sakit akan kehilangan cinta namun hingga pada akhirnya sakit itu akan keluar dengan sendirinya lewat air mata.


__ADS_2