CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
MENGENALMU LEBIH JAUH


__ADS_3

Arka yang sedang berada dikamar anaknya melihat sekeliling, terlihat banyaknya buku-buku yang tersusun rapi diraknya, Arka juga melihat ada 20 robot dengan beraneka bentuk terlihat itu buatan sendiri dan hanya sedikit mainan disana.


Bisa di simpulkan bahwa kedua anaknya sangat menyukai buku dan berexperimen sama seperti Arka, terlihat dari isi kamar anaknya.


" Sepertinya gen aku mendominasi kepada anak-anak ku." Arka tersenyum melihatnya.


"Papa ayo sini." ucap Ghava membuyarkan lamunan Arka yang masih berdiri didepan pintu.


" Ah iya sayang." Arka menutup kembali pintu kamar dan membuka jas yang ia kenakan dan meletakannya di atas sofa yang ada dikamar itu.


Arka mengambil posisi ditengah dan kedua anaknya berada disisi kanan dan kiri Arka. Ghani dan Ghava merasa sangat senang karena mereka bisa merasakan tidur bersama Ayah mereka.


Arka memeluk kedua anaknya dannjuga merasa behagia karena untuk pertama kalinya dia merasakan kenyamanan ini.


" Begini rasany jika berada dipelukan anak sendiri nyaman dan hangat."


" Papa... kenapa Papa baru sekarang menemui kami, kata Mama Papa sedang bekerja ditempat yang jauh makanya Papa tidak bisa menemui kami apa itu benar." ucap Ghava didalam pelukan Ayahnya.


" Iya Papa, apa Papa tidak merindukan kami." ucap Ghani lagi.


Arka yang mendengar perranyaan kedua anaknya tersenyum dan mencium ujung kepala anaknya.


" Benar sayang, Papa sedang bekerja dan kalian juga tau itu." kedua anak itu menganggukan kepalanya.


" Apa Papa tau saat pertama kali kami melihat Papa kami langsung tau jika Papa adalah Papa kami karena kata Mama wajah kami sama seperti wajah Papa ." ucap Ghava.


"Benar Pa, tapi kami tidak bisa mengatakannya karena Mama bilang tidak semua orang yang memiliki wajah yang sama itu adalah Papa kami jadi kami hanya diam saja." ucap Ghani


"tapi sekarang kami yakin jika Papa adalah Papa kandung kami dan itu membuat kami senang karena bisa bersama dengan Papa setiap hari."


" Kami merindukanmu Papa, We love you very much Papa." Arka yang mendengar ucapan kedua anaknya merasa terharu ternyata kedua anaknya sangat mencintainya, Arka berfikir bagai mana jika kalau Khayra dan kedua anaknya membencinya dan tidak menerima kehadirannya entah apa yang akan dia lakukan.


Arka sangat bersyukur karena Allah memberikannya keluarga yang lengkap kepadanya sekarang hidupnya berubah, ada tanggung jawab yang sekarang harus ia dipikul.


" Papa juga mencintai kalian ." ucap Arka sambil mencium ujung kepala kedua anaknya.


Sambil menemani kedua anaknya tidur Arka berfikir dia sekarang harus melindungi kedua anaknya dan juga Khayra karena masalah yang ia hadapi masih belum selesai.


Arka tidak mau kedepanya akan membahayakan keselamatan anak-anak dan juga orang yang dia cintai, maka dari itu Arka ingin menyembunyikan mereka dari sesuatu yang mengundang bahaya untuk mereka.


Tidak lama kemudian Ghani dan Ghava sudah terlelap Arka perlahan-lahan melepas pelukan mereka, setelah lepas Arka bangun dari tempat tidur dan merapikan selimut kedua anaknya tidak lupa kecupan sayang mendarat di kening Ghani dan Ghava.


Arka keluar dari kamar sikembar dan ia ingin mencari keberadaan Khayra diruang tamu tapi Arka tidak menemukannya.

__ADS_1


Saat Arka mencari Khayra, Hana yang keluar dari kemarnya bermaksud ingin mengambil air minum melihat Arka disana.


" Anda sedang mencari Khayra Tuan." ucap Hana yang mengejutkan Arka.


" Eh... Iya ." ucap Arka sedikit canggung.


" Anda bisa kekamarnya Tuan Arka, Kamarnya didepan kamar sikembar."


Arka yang sudah mengetahui jika Khayra berada dikamarnya dia langgu pergi kesana.


Arka sudah berdiri didepan pintu kamar Khayra diketuknya pintu kamar Khayra.


Tok...


Tok...


Tok...


" Iya sebentar ." ucap Khayra dari dalam kamar.


Khayra membuka pintu dan melihat Arka disana dengan senyum yang membuat Khayra besemu merah.


" Apa kita bisa bicara berdua." ucap Arka yang membuat Khayra sadar dari lamunannya.


Khayra membawa Arka ketaman belakang rumah, terlihat disana banyak ditanami bunga mawar berbagai macam warna yang membuat taman tersebut indah.


Arka dan Khayra duduk diayunan yang berada ditaman itu. Mereka saling diam dalam fikiran masing-masing dan menikmati angin malam yang sejuk.


Arka melirik kearah Khayra dengan perlahan dia menyentuh rambut Khayra dan menyelipkan ketelinganya yang mengalangi wajah cantik Khayra.


Khayra yang merasakan sentuhan ini terdiam dan terlihat wajahnya memerah karena malu.


" Cantik, sama seperti pertama kali aku melihat mu." Ucap Arka yang membuat wajah Khayra semakin menjadi merah.


Arka tersenyum melihat itu, kemudian dia menggenggam tangan Khayra, terasah hangat disana.


" Khay, saya ingin berbicara serius dengan mu." Khayra yang mendengar itu langsung melihat Arka yang sedang menatap lurus kedepan.


" Kamu ingin berbicara apa Mas."


Arka menggenggam erat tangan Khayra dan melihat kearah Khayra.


" Khay, Aku ingin memceritakan tentang diriku, Aku tau kita baru bertemu dan belum saling mengenal aku ingin kau mengenal ku dan aku juga ingin mengenalmu jadi bisakah kita memulai hubungan ini dari saling mengenal satu sama lain." Khayra yang mendengar itu tersenyum dan membalas genggaman tangan Arka.

__ADS_1


" Iya kamu benar Mas, aku pun juga ingin mengenal mu, mengenal Papa dari anak-anak ku, jadi mari kita memulai hubungan ini dengan saling mengenal."


"Mmm... Khay apa kamu keberatan jika kamu dan anak-anak bertemu dengan Orang tuaku besok." ucap Arka perlahan dia takut jika Khayra menolaknya.


Khayra sedikit terkejut, dia juga bimbang karena dia merasa apakah dia pantas bertemu dengan kedua orang Tua Arka. Ia tahu jika Arka adalah Tuan muda dan seorang Pewaris dari keluarga Khaleed yang terkenal dan ia merasa tidak pantas untuk itu.


" Tapi Mas, apakah orang tua mu akan menerima ku yang seperti ini, aku takut jika orang tua Mas tidak menerima ku." Arka tersenyum dan ia juga tahu jika Khayra akan berbicara seperti itu.


" Itu tidak masalah Khay kedua orang tua ku sangat baik dan pastinya mereka akan menerima mu, jadi kamu tenang saja ada aku juga disana."


" Kau tidak tau sayang jika kau juga sangat mengenal kedua orang tua ku itu bahkan kau juga sangat dekat dengan mereka terutama Mami, dia sagat menyukaimu."


Arka yang berbicara seperti itu akhirnya Khayra menyetujuinya karena Arka aka bersamanya.


" Baik lah kalau begitu ayo kita temui mereka Mas." ucap Khayra.


" Baiklah besok jam makan siang aku akan menjemput kamu dan juga anak-anak kita akan pergi kesana bersama." Khayra menganggukan kepalanya bertanda setuju.


Khayra tidak tau akan ada kejutan apa yang akan dia terima saat berada disana Khayra hanya bisa menghadapinya karena mau pun sekarang atau pun nanti akan sama saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay teman-teman selamat hari raya idul fitri minaladil wafaizin mohon maaf lahir batin, karina minta maaf jika ada kesalahan yang disengaja tau pun tidak disengaja kepada kalian, tolong dimaafi ya reads-reads kesayanganku.


jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


See you

__ADS_1


__ADS_2