CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
APA PAPA TIDAK SAYANG KAMI


__ADS_3

Khayra telah menyelesaikan pesanan Mami Alin Cake Strowberi sebelum jam makan siang selesai.


Segera dia kemas Cake tersebut dengan cantik dan menyuruh pelayan bagian Delivery untuk mengantar Cake tersebut sesuai alamatnya.


Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 Khayra yang sedari tadi sibuk membuat kue teringat kalau Hana belum kembali dari memjemput sikembar.


"Sudah jam segini. Apa Hana mengjak anak-anak makan diluar ya ? coba aku telpon dulu." ucap Khayra sambil mengambil Hp dikantong celananya.


Tuuut..


Tuuut..


Tuuut..


Nada dering ketiga telponnya pun dijawab.


"Halo Assalamualaikum Han, lagi dimana kenapa belum pulang."


"......."


"Oh begitu jangan terlalu banyak memberika mereka ice crem ya."


"......"


" Baik lah kalau begitu cepat lah pulang ya."


"....."


"Assalamualaikum."


"...."


Setelah mengetahui mereka makan diluar Khayra melanjutkan pekerjaannya.


……………


Satu jam sebelumnya....

__ADS_1


Hana yang keluar dari kantornya berpamitan kepada Khayra untuk menjemput sikembar.


Mobil yang dia kendarai sampai didepan sekolah sikembar tak lama bel berbunyi banyak para murid keluar dari kelas.


Hana keluar dari mobil dan berjalan kedepan gerbang. Hana melihat dua pangerannya keluar dari kelasnya.


Tapi entah kenapa Hana melihat wajah keduanya suram tidak ada senyum yang keluar.


"Eh ada apa dengan mereka." ucap Hana.


Dengan perasaan yang penasarn Hana menghampiri keduanya.


" Hello My Littel Boys."


"Hay Ayi." jawab keduanya berusaha tersenyum .


"Ayok kita pulang." ucap Hana sambil menggandeng tangan kedua bocah tersebut.


Dari masuk kemobil dan sampai sekarang Ghani dan Ghava yang biasanya selalu bersemangat bercerita tentang kegiatannya disekolah kini hanya diam.


Hana yang dari tadi penasaran mulai menanyakan keduanya.


" Kami tidak apa-apa Ayi, kami hanya lelah." ucap Ghani. Hana yang melihat wajah Ghava tidak langsung percaya.


" Benarkah, tapi Ayi tidak percaya....." ucap Hana.


"....Ayo ada apa cerita sama Ayi apa ada yang mengganggu kalian." ucap Hana lagi.


Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab hanya raut wajah sedih yang Hana lihat.


"Ghava..." panggil Hani sekali lagi.


"Hiks..hiks.waahhawahah..." tangis Ghava pecah dia sudah tidak bisa menahannya lagi.


Hana yang mendengar Ghava menangis tiba-tiba seketika menepikan mobilnya dan melihat kursi belakang.


"Ghava kenap menangis sayang, apa da yang sakit sayang beritau Ayi" ucap Hana panik sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Hiks..Hiks..kita tadi ketemu Papa Ayi." ucap Ghani sambil menangis juga.


Bagai tersambar petir disiang bolong Hana tidak menyangka dengan apa yang mereka ucapkan.


"Apa ? Papa kalian." ucap Hana terkejut.


"Ah ya ampun mungkinkah...."ucap Hana dalam hati.


Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk pulang Hana memutuskan untuk mengajak sikembar makan diluar.


"Baik lah sekarang berhentilah menangis sayang mari kita pergi makan ice crem oke." ucap Hana membujuk keduanya.


Sepanjang perjalan Hana terus berdebat dengan hati dan fikirannya. Hana tidak tau semuanya akan terjadi secepat ini.


"Ya Allah kenapa engkau mempertemukan mereka secepat ini, aku harus bagi mana sekarang. Ah iya sebaiknya aku menghubunginya ." ucap hana panik.


Mobil yang Hana kendarai sampai ketempat tujuan mereka. sebelum mereka masuk ke kedai Ice crem tersebut.


Hana mengajak sikembar untuk duduk ditaman kedai Ice crem tersebut untuk menenangkan sikembar yang masih menangis.


"Ayo sayang kita duduk disini dulu, coba cerita kepada Ayi dari awal Ayi ingin mendengarnya." ucap Hana sambil menghapus air mata yang ada dipipi sikembar.


Akhirnya Ghani dan Ghava menceritakan semuanya dari awal hingga akhir saat bertemu Arka. Hana dengan perasaan tidak menentu mendengar cerita dari keduanya.


"Jadi Ayi..hiks.. apa Papa..sudah tidak sayang lagi...kepada Ghava dan Kak Ghani Ayi." ucap Ghava sambil terisak.


"Itu tidak benar sayang Papa kalian sangat menyayangi kalian berdua." Hani menjelaskan.


"Tapi kalau Papa sayang pada kami kenapa Papa tadi tidak mendengar Ghava memanggilnya dan pergi meninggalkan Ghava." ucap Ghava sambil menghapus air matanya.


" Apa Papa membenci kami Ayi." kali ini Ghani yang berbicara membuat Hana terkejut.


"Tidak sayang tidak, Papa kalian tidak membenci kalian dan dia sangat menyayangi kalian. mungkin tadi Papa tidak mendengar kalian memanggilnya dan buru-buru untuk bekerja lagi sayang." ucap Hana dan seketika senyum diwajah keduanya merekah


" Benarkah begitu Ayi jadi Papa tidak membenci kami." ucap Ghava dan anggukkan Ghani.


"Itu benar sayang jadi jangan menangis lagi ya nanti tampanya hilang loh. Ayo kita masuk kita makan Ice crem sepuasnya." Hana tersenyum dan mengusap kepala sikembar.

__ADS_1


" Aku harus menghubunginya, kalau tidak masalah ini akan semakin jauh." ucap Hana sambil memegng Hp nya untuk menghubungi orang yang dimaksud namun Hp nya berbunyi dan itu dari Khayra.


__ADS_2