
Arka yang sedari tadi dengan tidak sabarnya menunggu asistennya Endri datang dengan membawah informasi mengenai Khayra yang dia perintahkan tadi.
tak lama kemudian orang yang ditunggu akhirnya datang, Endri masuk kekamar kerja Arka dengan membawah map ditangannya.
Tok..
Tok..
Tok..
Endri membuka pintu dan masuk keruangan itu.
"Arka ini informasi data yang kau inginkan." Endri memberikan map itu kepada Arka.
Tanpa menunggu lama Arka membacanya dengan teliti tanpa ada yang ia lewatkan.
" Jadi nama wanita itu Khayra dan ternyata dia saudara wanita yang bernama Kinan."
"Tepatnya saudara tiri, karena Ayah dari Khayra menikah dengan Ibunya Kinan setelah dua tahun Ibu kandung Khayra meninggal dan kabarnya Khayra diusir dari rumahnya oleh ibu tirinya itu lima tahun yang lalu."
"Apa diusir? kenapa."
"Tidak ada yang tau dan coba kau baca informasi selanjutnya, ternyata Ayah Khayra dan Ayah kandung mu mereka berteman dekat dan cukup lama lalu kematian Ayahnya Khayra sama seperti kematian Ayah Kandungmu." Arka yang mendengar itu terkejut dan ada kemarahan dimatanya.
"Apa. jadi maksudmu Ayahnya juga dibunuh."
"Iya dan Khayra tidak tau tentang itu, yang dia tau kalau Ayahnya meninggal karena sakit."
Arka yang mendengar penjelasan Endri merasa geram dan marah tidak tau sampai kapan masalah ini akan selesai dan mendapatkan titik terang.
"Baik lah ini sudah cukup, lalu bagaimana perkembangan pencarian dari anak buah mu apa mereka sudah mendapatkan informasi tentang tuan Zi ini."
"Belum ada kemajuan, Tapi anak buah ku mendapat informasi bahwa Tuan Zi ini dari keluarga Lika dan keluarga itu menurut kabar yang beredar adalah keluarga penjahat kelas kakap banyak kejahatan yang mereka perbuat tapi dengan mudahnya mereka lolos dari kejahatan itu."
"Lalu bagaimana dengan wanita itu."
"Kami masih mencari tau ada hubungan apa Nyonya Lili dengan Tuan Zi dan keluarga Lika ini lalu menurut kabar sehari sebelum Ayah kandungmu meninggal Nyonya Lili, Gubenur Julius dan juga salah satu orang dari keluarga Lika bertemu disebuah lestoran mewah."
Kebencian dan kemarah yang dia dapat dari perbuatan Ibunya pada saat dia ditelantarkan dan ditidak diakui sebagai anak kandungnya tidak pernah hilang walau sudah bertahun-tahun lamanya kejadian kelam itu dia rasakan.
__ADS_1
Tak sedikit pun Arka bisa melupakannya dan sekarang rasa benci dan marah itu semakin besar dengan sebuah kenyataan ini.
"Baik lah kau teruslah mencari informasi mengenai semua masalah ini End, aku ingin mengetahui ini semua kenapa mereka membunuh Ayah ku, apa yang mereka inginkan dari ayahku."
"Oke Ar, baiklah aku keluar dulu mau ketemu Mami aku sudah kangen." saat Endri ingin keluar dari kamar kerja Arka gawai Endri berbunyi dan itu panggilan dari kantor.
" Iya Halo, ada apa."
"Maaf pak saya mengganggu istirahat anda tapi saya ingin melapor ada sesorang yang mencoba masuk kedalam sistem data-data penting perusahaan pak dan mereka sudah merusak semua sistem keamanannya kita pak mereka terus mengirim virus ke sistem ."
"APA KENAPA ITU BISA TERJADI CEPAT KAU CARI TAU SIAPA YANG SUDAH BERANI MENGGANGGU KITA. AKU AKAN DATANG KESANA."
" Baik pak." Endri menutup telponnya dengan rasa kesal dan semua itu Arka melihatnya.
" Ada apa End."
"Arka sistem keamanan penyimpanan data penting perusahaan telah di rusak oleh seseorang, Sepertinya orang itu sangat pintar."
"Apa kau bilang , kenapa itu bisa terjadi kemana semua staf IT kita yang kopeten itu, apa yang mereka lakukan, Ayo kita kesana." Arka bangkit dari duduknya dan berjalan terburu-buru dari ruangan kerjanya diikuti Endri dibelakannya.
Mami Alin yang sedang menyusun makan malam diruang makan melihat kedua anaknya keluar dari ruangan kerja dengan terburu-buru.
" Maaf Mi Arka dan Endri mau balik kekantor karena ada masalah disana jadi kami tidak bisa makan malam dengan Mami." jelas Arka.
"Oh begitu baik lah, hati-hati dijalan sayang."
"Iya Mami." jawab keduanya.
…………
Didalam kamar Ghani dan Ghava yang masih serius dan masih dengan lihaynya tangan mereka menekan-nekan tombol keyboard tersebut.
Tampak dari wajah mereka yang sangat menikmati apa yang mereka lakukan ini.
Tak lama kemudian mereka berhasil masuk dan merusak sistem Perusahaan yang ternyata milik Arkana Khaleed.
"Yes, berhasil." ucap keduanya senang.
"Ternyata tidak terlalu sulit ya Kak, Aku kira kemampuan kita tidak akan bisa masuk kesistem itu."
__ADS_1
"Iya kamu benar Ghava, aku fikir sistem keamanan Perusahaan itu sangat ketat ternyata bocah 5 tahun seperti kita saja bisa masuk dengan mudahnya."
"Iya kaka benar hahahhah." mereka tertawan dan merasa senang dengan pecapain mereka. Tiba-tiba alaram peringatan dikomputer mereka berbunyi.
"Ghava sepertinya ada yang berusaha mencari keberadaan kita."
"Benar Kaka, serahkan itu pada ku kaka." ucap Ghava dengan percaya dirinya.
Dengan cepatnya Ghava berhasil menyembunyikan keberadaan mereka dengan memperganda letak titik IP mereka keseluruh negara.
"Dengan begini kalian tidak akan bisa menemukan ku." Ucap Ghava dengan senyum devilnya.
Dengan mudahnya mereka berhasil menerobos dan rusak sistem keamanan perusahaan Khaleed Company dengan tingkat keamanannya sangat tinggi banyak para hecker mencoba membobol sistem keamanan perusahaan tersebut tapi mereka langsung menyerah karena banyaknya sistem yang perusahaan itu gunakan.
Tapi itu tidak berpengaruh buat Ghani dan Ghava dengan mudahnya mereka masuk kedalam dan merusak sistem keamanan perusahaan tersebut.
Setelah berhasil menyembunyikan keberadaan mereka Ghava mengirimkan sebuah pesan kepada perusahaan tersebut untuk sentuhan terakhir sambil tersenyum senang.
"L.O.S.E.R".
"Kaka sudah."
"Bagus ayo kita sudahi ini sudah malam sebainya kita tidur nanti Mama akan marah sama kita jika belum tidur."
"Oke kak."
Ghani dan Ghava menyudahi permainan mereka dan beristirahat, Dengan ini Ghani dan Ghava dapat tidur dengan nyenyak.
Sebenarnya Ghani dan Ghava tidak menginginkan data penting yang ada diPerusahaan itu, mereka hanya ingin mengukur sejauh mana kemampuan IT mereka Alhasil dengan mudahnya mereka membobol dan merusak sistem keamanan Perusahaan yang terkenal sangat sulit ditembus oleh para Hecker manapun.
Sedangkan di Khaleed Company, para Karyawan dan juga para Divisi IT sedangan sibuk membereskan kekacawan yang dibuat bocah kembar tersebut.
Arka dan Endri yang sudah tiba di sama tampak berjalan dengan cepat menuju ke ruangan sistem penyimpanan data Perusahaannya.
"Bagai mana situasinya apa kalian berhasil menemukan mereka dan tujuan mereka." Tanya Arka ke salahsatu kepala divisi IT yang tadi menghampiri Arka saat tiba diruangan Divisi IT.
" Belum Tuan, mereka menyembunyikan alamat IP mereka dengan cara menggandakan titik alamat IP mereka keseluruh negara, jadi kami kesulitan mendeteksi mereka."
"Dan untuk tujuan mereka saya tidak tau pasti Tuan karena sampai sekarang Data-data perusahaan masih aman dan tidak tersentu. Sepertinya mereka hanya mencoba merusak sistem keamanan kita saja." ucap kepala divisi menjelaskan.
__ADS_1