CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
OMA SAKIT...


__ADS_3

Setelah diketuk pintu kamar rawat Mami Alin Khayra, Hana dan sikembar membukanya


" Assalamualaikum." salam keemptnya


" Waalaikum salam."


didalam rungan itu ternyata ada Papi Ali yang sedang menyuapkan makanan kepada Mami Alin.


" Omaaa..Opaaa." seru sikembar sambil berlari keranjang Mami Alin.


" Ahh..cucu Omaaa." ucap Mami Alin senang sambil merentangkan kedua tanyannya.


Ghani dan Ghava langsung meminta kepada Papi Ali untuk membantu mereka naik keatas tempat tidur Mami Alin.


" Oma sangat merindukan kalian." ucap lagi Mami Alin sambil memeluk erat kedua cucunya dan melepas rindunya.

__ADS_1


semenjak masalah hilangnya Arka dan Endri yang belum juga ditemukan sampai saat ini ditambah keadaan Mami Alin yang tiba-tiba ngedrop, Mami Alin dan Papi Ali belum pernah sedikit pun bertemu dengan kedua cucunya itu.


Entah sudah seberapa besarnya rasa rindu dari dua orang tua itu kepada sang cucu.


" Kami juga sangat merindukan Oma dan Opa juga." ujur Ghava.


" Oma sakit apa ? " tanya Ghani khawatir saat melihat wajah cantik omanya itu yang terlihat pucat.


" Oma hanya kelelahan saja sayang." jawab Mami Alin sambil tersenyum.


Sekarang setelah kedatangan kedua cucunya seperti menjadi obat yang mujarap untuk kesehatan sang istri.


Papi Ali yang melihat sang istri sedang asik mengobrol dengan sang cucu dan tidak ingin mengganggunya dia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju sofa di ruang itu, disana sudah ada Khayra dan juga Hana.


" Bagaimana keadaan Mami sekarang Pi apa sudah mendingan. Lalu apa kata dokter." tanya Khayra kepada Papi Ali saat dia sudah duduk disofa didepan mereka.

__ADS_1


" Sebelum kalian datang menjenguk, Mami selalu saja murung dan diam saja. semenjak menghilangnya Arka dan Endri Mami selalu tidak bisa tidur nyenyak dan makannya juga telat dan sedikit. Mami selalu menangis tiap malam dan kemudian stres karena memikirkan mereka. Kata dokter asam lambung Mami sudah akut karena selalu telat makan dan stres." jelas Papi Ali.


" lalu bagai mana perkembangan pencarian Mas Arka Pi apa sudah ada titik terang." tanya Khayra yang penasaran walau dihatinya terselip kekehwatiran.


" Sampai sekarang belum ada kejelasannya Khay, orang-orang yang Papi kirim kesana untuk mencari Arka belum menemukan petunjuk." ucap Papi Ali dengan wajah yang terlihat putus asa.


" Papi yang sabar ya, kita berdoa saja semoga Tuan Arka dan Tuan Endri secepatnya dapat kita temukan." ucap Hana dan diiya kan oleh Khayra.


" Iya semoga saja dan Papi juga ingin minta maaf pada kalian berdua terutama untuk mu nak Khayra, Papi minta maaf gara-gara masalah ini pernikahan kamu batal , padahal semuanya sudah kalian siapkan dan pada akhirnya terjadi masalah seperti ini, Maafkan Papi yang tidak dapat menemukan Arka dengan cepat, Papi merasa bersalah kepadamu nak." ucap Papi Ali dengan wajah senduhnya.


" Apa yang Papi katakan ini, Papi tidak perlu meminta maaf dan merasa bersalah ini semua sudah takdir dari Allah Pi, mungkin ini belum waktunya Khay dan Mas Arka untuk bersatu jadi Papi tidak perlu merasa bersalah....."


" Yang terpenting sekarang kita harus fikirkan adalah kesehatan Mami dan bagaimana cara kita dapat menemukan Mas Arka dan Endri sekarang." ucap Khayra.


" Iya itu benar Pi dan Papi juga harus jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak fikiran juga, Kami tidak mau melihat Papi juga ngedrop." ucap Hana.

__ADS_1


" Baiklah nak."


__ADS_2