
Arka sedang menunggu makan siangnya dan beberapa menit kemudian Endri datang membawa dua porsi nasi soto untuk makan siang.
"Oh makan siang Papa datang." ucap Ghava.
" Ayo End kita makan siang bersama." Ajak Arka untuk bergabung.
"Baiklah." Endri duduk di sebelah Arka dan mereka semua menikmati makan siang bersama.
"Papa mau mencoba makanan buatan Mama kami." ucap Ghava menawari makanannya.
"Apa boleh."
"Tentu saja boleh." ucap Ghani.
Ghani dan Ghava mengambil masing-masing satu sendok dan mengarahkan kemulut Arka. Arka merasa sangat senang karena disuapi oleh sikembar kesayangannya. "Enak" itulah yang Arka rasakan.
"Bagai mana Papa, enakkan masakan Mama." tanya Ghava penasaran.
"Iya sangat lezat." ucap Arka membuat Ghava tersenyum senang.
"Apa kalian juga mau coba makanan Papa." tawar Arka dan dengan cepat kembar menganggukan kepalanya.
Arka mengambil maknanya dan menyuapi Ghani dan Ghava bergantian. Ghani dan Ghava sangat senang karena mereka baru pertama kali merasakan disuapi oleh Papa mereka.
Hal yang sangat diinginkan oleh keduanya. Endri yang sedari tadi melihatnya tersenyum.
"Paman Endri juga mau mencicipinya." ucap Ghava menawari.
"Apa boleh." ucap Endri yang di angguki oleh keduanya.
Endri juga sama seperti Arka, Ghani dan Ghava mengambil sesendok makanan dan menyuapi Endri.
"Bagaimana Paman enak bukan."
"Iya ini sangat lezat."
" Oh iya Papa kami ingin cerita, kemarin kami mengetes kemampuan IT kami dan Kami sangat jago dengan hal itu." ucap Ghani.
"Benar Papa kemarin kami mengetes kemampuan IT kami, Kami juga menciptakan virus yang sangat rumit dan butuh waktu lama untuk bisa menghapusnya tapi bagi kami itu sangat mudah." jelas Ghava tidak mau kalah.
" Kami berhasil masuk kesebuah sistem keamanan diPerusahaan yang katanya sangat sulit untuk di masuki." ucap Ghani semangat.
Arka dan Endri yang mendengar cerita sikembar terkejut dan saling menatap satu sama lain. Entah apa yang mereka fikirkan.
__ADS_1
"Terus apa yang kalian lakukan lagi." tanya Arka yang penasaran.
"Kami berhasil masuk dan merusak sistem mereka, walaupun sistem keamanan mereka berlapis-lapis dengan mudahnya kami merusaknya." ucap Ghava
" Kami juga memberi mereka virus karena mencoba melacak keberadaan kami."
Arka dan Endri yang mendengarnya kini mulai meyakini kalau kekacawan yang dihadapi oleh Perusahaannya tadi malam adalah perbuatan dua bocah kembar yang berada didepan mereka.
Sambil memijit pelipis matanya mereka mendengar semua cerita Ghani dan Ghava.
" Dengan kepintaran yang kami miliki, Kami menyembunyikan keberadan kami jadi mereka tidak akan pernah menemukan keberadaan kami." ucap Ghava lagi.
" Haha kami tidak menyangka kalau kami berhasil masuk dan merusak sistem itu dengan mudahnya, apa benar yang orang-orang itu katakan kalau perusahaan itu memiliki tingkat sistem keamanan sangat tinggi ? tapi kenapa kami yang masih bocah 5 tahun bisa membobolnya." ucap Ghani dingin.
Arka dan Endri menelan silvannya karena mendengar ucapan Ghani yang meremehkan sistem keamanan diperusahaan miliknya.
" Ah ternyata mereka sangat pintar dibandingkan dengan Divisi IT diperusahaan ku, sampai-sampai Ghani kemampuan Divisi IT ku." ucap Arka dalam hati.
" Aku merasa kecil kalau dibandingkan dengan mereka." ucap Endri menghina dirinya sendiri.
Sesaat bel sekolah berbunyi tanda berakhirnya jam istirahat siang, Ghani dan Ghava membereskan kotak bekal mereka .
"Papa, Paman Endri kami pamit masuk kelas dulu ya." ucap Ghava.
" Iya Papa." Ghani dan Ghava berjalan kearah Arka dan mencium pipi Arka bersama-sama dan begitu juga dengan Endri.
"By by Papa, Paman Endri." ucap Sikembar sambil keluar dari ruangan Arka.
Setelah Ghani dan Ghava pergi Arka menyandarkan kepalanya di kursi.
"Ah tanpa di sangka-sangka kita sudah mengetahui dalang dari kekacawan yang dihadapi Perusahaan ku kemarin hahahh."
"Kau benar Ar, aku tidak menyangka kalau yang menyerang kita kemarin adalah dua bocah 5 tahun." ucap Endri sambil tersenyum.
" Berarti siatem keamanan data perusahaan kita yang sangat lemah, buktinya bocah 5 tahun itu dengan sangat mudah membobolnya."
"Kau benar Ar, sepertinya usulan dari Papi bisa kita gunakan untuk merekrut dua bocah kecil itu."
"Hhahhaahah." keduanya tertawa dengan sangt keras.
*******
Didalam sebuah mobil terlihat Mami Alin dengan Moodnya yang sedang baik tampak terlihat dari wajahnya yang selalu tersenyum, sambil bersenandung ria.
__ADS_1
Mami Alin sangat senang setelah bertemu dengan Khayra dan Hana. Banyak yang mereka ceritakan sampai-sampai mereka lupa waktu.
" Hihih pasti sangat menyenangkan jika Khayra dan Hana menjadi menantuku, mereka sangat asik jika diajak mengobrol apa lagi keduanya sangat cantik dan sopan."
Setelah dari Cafe Mami Alin berniat untuk bertemu dengan kedua anak tampannya.
Setelah empat lima menit menempuh perjalan Mami Alin sampai di Perusahaan Khaleed. Dengan sangat anggun Mami Alin turun dari mobilnya.
Banyak karyawan yang melihat Mami Alin mereka memberi salam kepadanya dan Mami Alin membalasnya dengan tersenyum.
Mami Alin berjalan menuju resepsionis tanpa sengaja ada yang menabrak tubuhnya yang hampir menjatuhkan kotak Cake yang dia bawak.
"Aw anda jalan lihat-lihat dong. Tidak punya mata ya, bagai mana jika tubuh saya terluka." bentak wanita itu yang ternyata Kinan.
"Hey seharusnya saya yang marah karena kamu yang menabrak saya." bela Mami Alin.
" Apa ? Anda yang menabrak saya kenapa ada menyalahkan saya, Nenek Tua."ucap Kinan tidak mau kalah.
" Apa kamu bilang Nenek Tua ?."
"Iya kenapa tidak suka ? Dengar ya Nenek tua jika ditubuh saya ada yang terluka saya tidak segan-segan dengan anda, kamu tidak tau siapa saya saya calon istri dari Arkana Khaleed dan calon menantu keluarga Khaleed ingat itu." ucap Kinan dengan pedenya dan meninggalkan Mami Alin yang terkejut mendengar ucapan Kinan tadi.
Sekretaris Arka yang baru saja turun dari lef dan menyaksikan perdebatan Mami Alin dan Kinan, berlari menghampiri Mami Alin.
"Apa anda tidak apa-apa Nyonya ?." ucap Sekretaris Arka yang bernama Hanum.
"Iya saya tidak apa-apa han. Siapa perempuan tadi apa benar dia calon istri Arka ?."
"Bukan Nyonya, Namanya Nona Kinan dia model untuk produk baru kita yang akan segera lounching, Nona Kinan hanya terobsesi dengan Tuan Arka dan mengaku-ngaku sebagai calon istri Tuan Arka." ucap Hanum menjelaskan.
" Oh hanya seorang Model toh, yasudah apa Arka ada diruangannya."
"Tuan Arka dan Asisten Endri tidak ada diruangannya Nyonya, mereka berada di Khaleed International School Nyonya."
"Baiklah kalau begitu kembalilah bekerja."
"Baik Nyonya."
Mami Alin pergi dari sana dengan mood yang sangat jelek, niatnya ingin berjumpa kedua anaknya karena insiden tadi membuat dirinya kesal.
Hay para Readersku yang tersayang maaf kalau updatenya selalu terlambat tapi tetap akan saya usahakan untuk tetap Update tiap hari.
Jangan lupa untuk selalu mendukung saya dengan LIKE, COMMENT, VOTE
__ADS_1
see you