
waktu sudah menunjukkan pukul enam sore tapi pekerjaan Arka belum juga selesai dia masih berkutat dengan tumpukan berkas-berkas yang ada dimejanya.
Endri yang tadi tiba-tiba saja harus pergi keluar kota karena proyek yang ada disana mengalami masalah dan pada akhirnya pekerjaan Arka menumpuk.
Saat waktu sudah menunjukan pukul delapan malam semua pekerjaan Arka selesai, dia membereskan semua berkas dimejanya dan mengambil kunci mobil.
Arka berjalan keluar dari ruangannya menuju pintu lif dan turun kebawah didepan mobilnya sudah siap disana, Arka menjalan kan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang lumayan ramai.
Arka teringat Endri belum mengirimkan alamat rumah Khayra, saat lampu lalu lintas berubah merah Arka menghentikan mobilnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Endri.
Telphone diangkat Endri saat dering keriga.
"Halo Assalamualaikum End."
"Waalaikum salam Ar, ada apa."
"Apa masalah disana sudah kau selesaikan."
"Sudah Ar, mungkin besok pagi aku sudah pulang."
"Baik lah, oh iya kirimkan alamat Khayra kepada ku ya."
"Oke."
"Kalau begitu aku tutup."
Arka mengakhiri panggilan itu lalu menjalankan mobilnya karena lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau.
tak lama kemudian bunyi pesan dari ponsel Arka, Endri mengirimkan alamat rumah Khayra. Saat Arka sudah memiliki alamatnya segera Arka melajukan mobilnya kealamat yang Endri berikan.
Sekitar empat puluh lima menit mencari alamatnya akhirnya Arka sampai didepan sebuah rumah yang sesuai dengan alamat yang Endri berikan.
Terlihat rumah tersebut tampak sunyi Arka berfikir kalau penghuni rumah tersebut tidak ada didalam dan Arka sedikit ragu untuk berkunjung karena hari sudah sangat larut juga.
__ADS_1
Arka akhirnya keluar dari mobilnya dan nampak ragu-ragu untuk masuk, sekitar sepuluh menit Arka masih tetap berdiri didepan rumah tersebut sampai akhirnya dia mendengar suara dibelakangnya wanita yang ingin dia temui.
" Maaf anda mau mencari siapa ya." Arka masih membelakanginya saat mendengar suara itu seketik jantungnya berdebar.
Arka berusa meredahkan debaran didadanya dan membalikan badannya, terlihat Khayra terkejut melihat Arka berada dihadapannya.
Belanjaan yang sedari tadi Khayra pegang tiba-tiba saja jatuh karena sangking terkejutnya dia melihat Arka didepannya.
Khayra ingin kabur dari sana tapi dengan cepat Arka memegang tangan Khayra dan menariknya hingga kedada bidangnya.
Khayra yang mendapat diperlakukan seperti itu terkejut bukan main seketika tubuhnya bergetar ketakutan karena posisi mereka saling berpelukan.
Arka memeluk tubuh Khayra dengan eratnya seakan Khayra akan kabur jika dia merenggangkan pelukannya.
Khayra berusaha melepas pelukan Arka dan meronta-ronta ingin lepas dari pelukannya.
" Tolong jangan kabur dariku lagi sudah cukup kau pergi dari ku, Tolong jangan jangan tinggalkan aku lagi ." Khayra yang mendengar itu seketika berhenti meronta-ronta ingin lepas dari dari pelukannya Arka dan dengan wajah terkejutnya yang tidak percaya dengan apa saat ini dia dengar.
" Aku datang kesini untuk mencarimu, Aku ingin menyelesaika masalah kita. Maafkan aku Khayra karena sudah membuat mu menderita seperti ini. Maafkan aku." seketika air mata mengalir dari mata Khayra dan seketika bayangan-bayangan masa lalu muncul diingatan Khayra.
"Kau, Apa kau tau apa yang aku alami sesudah kejadian malam itu ? Aku menderita, aku merasa tidak punya lagi harapan sebagai seorang wanita. hidupku hancur, Aku mendapat hinaan dari orang-orang dan aku juga diusir dari rumah ku sendiri karena menjadia aib bagi keluargaku." Khayra meluapkan segalah kesedihan yang dia pendam selama ini.
"Maafkan Aku Khayra, maaf." Khayra tidak menjawabnya. Khayra meratapi nasibnya yang dulu, dia tau seharusnya dia tidak melimpahkan semua kesalahan yang terjadi malam itu kepada Arka karena kejadian malam itu juga ada campur tangan dari Mama dan saudara tirinya yang merencanakannya
" Maafkan Aku Khay, maaf sudah membuat mu menderita, Maaf aku sudah merusak masa depanmu. Maafkan aku." Arka manyesali semua perbuatannya terlihat raut penyesalan diwajahnya yang memohon maaf dari Khayra.
"Baik lah aku memaafkan mu, tapi aku mohon jangan pernah datang lagi dihadapanku, aku tidak mau melihatmu." ucap Khayra
" Tidak, jangan bica seperti itu, jangan tinggalkan aku lagi aku tidak akan sanggup, setelah malam itu aku mencari mu dan terus mencari mu dimana pun selama lima tahun, Aku tidak ingin kau pergi dariku lagi. Sudah cukup aku manahan sakit saat aku tidak dapat menemukanmu. aku merindukanmu" ucap Arka dengan mata berkaca-kaca.
Khara menatap mata Arka mencari kebohongan disana tapi tidak terlihat. Khayra percaya jika laki-laki yang ada dihadapannya itu benar-benar menyesali perbuatannya.
Khayra tidak ingin munafik dia juga merinduka laki-laki dihadapannya ini. laki-laki yang membuatnya menderita selama lima tahun. Khayra juga sudah memikirkan jika Ayah kandung kedua anaknya datang Khayra tidak akan menutupi semuanya terutama sikembar.
__ADS_1
Khayra berjalan mendekati Arka, Khayra mengulurkan tangannya seperti ingin menggapai sesuatu dan seketika Khayra memeluk tubuh tegap laki-laki Tampan yang terlihat sangat mirip dengan kedua anaknya itu dengan tangisan pilu.
Arka yang mendapat pelukan dari Khyra sontak langsung membalas pelukan itu. Arka memeluk erat tubuh Khayra dia mendengar Khayra menangis dipelukannya.
" Kau laki-laki brengsek, aku membenci mu. Kau tidak tau sesulit apa kehidupan yang aku jalani lima tahun lalu." Khyara memukul dada Arka sambil menangis dalam pelukannya.
"Maafkan Aku Khayra. Maafkan aku." Arka yang mendengarnya seketika air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya jatuh dipelupuk matanya.
" Kau juga tidak tau bagaimana rasanya kami menderita saat kami ingin membutuhkan mu, disaat orang-orang menghina mereka membuat hati ku hancur dan Hati ku sakit saat mereka menanyakan dirimu karena mereka merindukan mu tapi aku tidak mampu mengatakan jika aku tidak tau siapa dirimu dan keberadaanmu." tangis pilu Khayra membuat Arka terkejut dengan apa yang Khayra ucapkan.
seketika pelukan itu Arka lepas dan menatap lekat mata indah Khayra yang memerah. "Mereka ?." ucap Arka bingung.
" Iya mereka....." ucapan Khayra berhenti kala ada seorang memanggilnya.
"Mama."
Arka yang mendengar panggilan itu dengan suara yang sangat dia kenal seketika berbalik.
Betapa terkejutnya Arka melihat dua anak kecil sedang berdiri dihadapannya yang memiliki wajah yang sangat mirip dengannya dan kedua anak itu juga sangat Arka kenal.
itu juga terjadi dengan dua bocah kembar itu mereka juga terkejut dengan kedatangan Arka dirumahnya dan apa yang mereka lihat Arka dan Mama mereka saling berpelukan.
Dengan terbata-bata Arka bertanya kepada Khayra tentang kedua anak yang memanggil dirinya Mama.
" Ja..jadi mereka.." ucap Arka bertanya pada Khayra
" Iya mereka anak-anakku dan juga anak-anakmu, ." Arka yang mendengarnya merasa terkejut tidak percaya jika kesalahan yang dia perbuat lima tahun yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahim Khayra.
seperti mendapat hadiah terindah didunia Arka merasa senang dan terharu, tanpa dasar air matanya keluar membasahi pipi, dia tidak menyangka jika ternyata selama ini dia sudah memiliki dua orang anak.
" Anak-anakku, anak-anak Papa." Arka langsung berlari menghampiri sikembar dan mensejajarkan tinggi dengan mereka Arka langsung memeluk erat kedua anaknya Ghani dan Ghava
Dengan kecupan bertubi-tubi diwajah mereka Arka menangis haru melihat kedua anak kandungnya
__ADS_1
" Sayang ini Papa, Papa kandung kalian."