CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
CALON MANTU


__ADS_3

Sesampainya dirumah Mami Alin menyerahkan Cake yang dia beli tadi kepada Maid. dan langsung masuk kekamarnya untuk beristirahat.


Hari menjelang sore jam sudah menunjukan pukul 6 sore Arka yang sudah menyelesaikan pekerjaannya beranjak dari kursinya untuk pulang disusul juga oleh Endri.


"End ayo kita pulang, rasanya hari ini aku sangat lelah."ucap Arka sambil merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena terlalu banyak duduk.


"Oke, aku bereskan berkas ini dulu, selesai ayo kita pulang." ucap Endri


Arka dan Endri keluar dari ruangannya tampak sekolah sudah sunyi karena jam belajar sudah berakhir dua jam yang lalu, hanya tinggal dua satpam yang bertugas ship malam disekolah.


Mobil Arka sudah keluar dari halaman sekolah dan meluncur dengan kecepatan sedang meninggalkan sokolah elit tersebut.


Karena jam yang menunjukan waktu pulang kerja banyaknya pengguna jalan yang tidak sabar untuk bisa sampai kerumah alhasil terjadi kemacetan dijalan.


Karena kemacetan yang cukup panjang membutuhkan waktu satu jam akhirnya Arka dan Endri sampai dirumah walau hari sudah gelap.


Mereka berjalan bersama memasuki rumah dan malihat Papi dan Mami mereka sudah duduk santai diruang TV.


"Assalamualaikum Mami , Papi." ucap keduanya sambil mencium tangan Mami Alin dan Papi Ali.


"Walaikum salam."ucap Mami Alin dan Papi Ali .


"Kenapa lama sekali kalian pulangnya sayang." Tanya Mami Alin.


" Dijalan macet Mi jadinya kita lama pulangnya." jawab Endri yang sudah duduk disebelah Arka.


"Oh gtu, yasudah masuklah kekamar bersihkan badan kalian, kalian bau asam." ucap Mami Alin sambil pura-pura menutup hidungnya.


Arka dan Endri yang dibilang bau sama Mami mereka seketika mencium badan masing-masing dan mengerutkan dahi mereka.


"Tidak kok Mi Arka masih wangi tu."


"Endri juga, kalau Mami tidak percaya coba cium." ucap Endri sambil menyodorkan badannya supaya Maminya menciumnya.


Papi Ali yang melihat tingkah anak dan istrinya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena dia tau kalau istrinya itu suka menjahili kedua anaknya.


"Mami tidak mau sana masuk kekamar, bersihkan badan kalian."

__ADS_1


"Baiklah Mami kusayang." ucap keduanya sambil bangkit dari duduknya dan " CUP " ciuman tiba-tiba mendarat dikedua pipi Mami Alin dari kedua anaknya yang membuat Mami Alin terkejut.


"Dasar kalian anak nakal." teriak Mami Alin saat melihat kedua anaknya lari kabur begitu saja.


"Hahahah makanya Mami jangan suka usil sama anaknya diusilin balikkan." ledek Papi Ali.


"Iiii Papi tauah nyebelin." ucap Mami Alin sambil menyubit pinggang suaminya dan pergi kedapur.


Setelah selesai mandi Arka turun dari kamarnya menuju meja makan disana sudah ada Mami, Papi dan Endri.


"Ayo sayang kita makan malam." ajak Mami Alin saat melihat Arka turun.


"Iya Mami." Arka mengambil kursi disamping Endri dan mereka semua makan malam dengan tenang.


Setelah selesai makan malam keluarga Khaleed berkumpul diruang tamu sambil menikmati tayangan komedi diTV.


"Oh iya Mami lupa tadi siang Mami membeli Cake strowberi sebentar Mami akan ambilkan." ucap Mami Alin berjalan menuju dapur.


Tidak lama kemudian Mami Alin membawa satu kotak Cake dan beberapa piring kemudian dia letakan dimeja tamu.


" Ini buat kamu Arka dan ini untuk Endri." ucap Mami Alin sambil memberikan sepotong Cake.


" Mmm...ini sangat enak. Mami beli Cafe yang kemarin itu kan." tanya Papi alin yang sudah memakan Cake tersebut terlihat kua yang ditangannya sudah hampir setengahnya.


"Iya Pi sangat enak bukan, Mami saja dulu waktu pertama kali makan saja sampai ketagihan memakannya. Bagai mana sayang enakkan Cakenya ?." tany Mami Alin kepada kedua anaknya.


"Iya Mi ini enak." jawab Endri.


" Benarkan. Tadi sewaktu Mami diCafenya Mami sangat senang sekali selain makananya yang enak, Mami juga ditemani dengan dua gadis cantik ngobrol Pi." ucap Mami Alin bersemangat.


"Oh iya, apa mereka tidak malu ngobrol sama orang tua seperti Mami." ucap Papi Ali mengejek.


"Iiiii Papi, Mami itu masih muda tau." ucap Mami Alin sambil memanyunkan bibirnya.


"Hahahha iya deh, istri ku ini masih muda dan cantik."ucap Papi Ali mencolek dagu istrinya.


Arka dan Endri yang melihat keromantisan kedua orang tuanya hanya dapat melihat saja.

__ADS_1


"Jadi siapa kedua gadis yang Mami ceritakan itu." tanya Arka yang penasaran.


" Oh mereka Hana dan Khayra, mereka sangat cantik dan baik Mami ingin sekali menjadikan mereka menantu Mami."


Arka dan Endri yang mendengar ucapan Maminya tiba-tiba terbatuk karena tersedak.


"Ukhukh....."


"Ada apa dengan kalian." ucap Mami Alin yang melihat tingkah aneh kedua anaknya.


" Mami apa yang Mami bilang tadi ?" tanya Arka sekali lagi.


" Mami ingin menjadikan Hana dan Khayra menantu Mami." ucap Mami Alin dengan santainya. Arka tidak habis fikir dengan mudahnya Mami mereka mengatakannya.


"Apa yang Mami maksud dia Khayraku. kalau memang begitu betapa senangnya aku"Gumam Arka dalam hati.


" Aduh apa Maksud Mami, jadi deg-degan kan jantungku."ucap Endri dalam hati.


" Dan oh iya Pi mereka juga Mami undang datang kerumah kerumah, soalnya Khayra ingin mengajari Mami membuat Cake enak seperti ini." ucapan Mami Alin berhasil lagi membuat Arka terkejut.


" Apa, Mami mengajak mereka datang kerumah kapan itu." ucap Arka sedikit penasaran.


"Mami tidak tau, katanya waktu mereka sedang libur mungkin mereka datang kerumah. Ada apa Ar."


"Tidak apa-apa Mi, hanya bertanya saja." ucap Arka yang kembali berfikir.


"Kalau benar yang Mami maksud itu kamu, aku pasti sangat senang, aku ingin bertemu dengan mu meminta maaf dan menjelaskan semua masalah dan kesedihan yang disebab kan oleh diriku sendiri.".


Memang benar semenjak pertemuannya dengan Khayra, Ada perasaan bersalah dengan atas perbuatannya lima tahun lalu dan juga entah kenapa ada perasaan rindu yang sangat dalam dihati Arka dan rasanya ingin sekali bertemu dengannya.


Entah apa yang terjadi dengan Arka saat pertemakali berjumpa dengan Khayra setelah dia mencari Khayra selama lima tahun dan membuahkan hasil ada rasa senang dan juga rindu di hatinya.


" Nanti Mami perkenalkan mereka kepada kalian dan pastinya kalian akan terpesona dengan mereka berdua."


" Kami sudah bertemu dengan mereka Mami dan kami juga terpesona melihat mereka dan juga kami menyukai mereka." gumam mereka berdua dalam hati.


Benar ternyata selama ini Endri juga menyimpan rasa sukanya kepada Hana entah sejak kapan itu dia rasakan. Mungkin karena mereka sering ketemu untuk membahas masalah Arka dan Khayra tanpa Endri sadari dia sangat mengagumi Hana.

__ADS_1


__ADS_2