
Setelah makan, mereka semua menuju ruang keluarga terkecuali Arka dan Endri, keduanya sehabis makan langsung menuju ruangan kerja Arka. Sementara diruangan keluarga orang tua Arka, sikembar dan juga Khayra sedang bersantai dan mengobrol.
Mami alin duduk disebelah Khayra , mereka melihat Papi Ali dan sikembar sedang bermain. Mami Alin membiarkan suaminya bersama dengan kedua cucunya dengan sepuasnya. Mami Alin menggenggam tangan Khayra dengan lembut.
“ Khayra, Mami ingin berterima kasih kepada mu sayang karena sudah memberikan kebahagiaan kepada Arka dan juga keluarga Khaleed. Mami tau kalau perbuatan Arka kepada mu dulu tidak bias dibenarkan dan dimaafkan yang sudah membuatmu menderita dan membuat masa depan mu hancur tapi Mami mohon maafkanlah Arka ya nak.” Ucap Mami Alin dengan wajah senduhnya.
Khayra tersenyum dan membalas mengelus punggung tangan Mami Alin dengan sayang.
“ Tante, Khayra sudah sejak lama memaafkan Mas Arka tentang kejadian lima tahun yang lalu, Khayra ikhlas menerima dan menjalankan itu semua. Khayra juga merasa bersyukur kalau Khay tidak sendirian, Khay memiliki dua pangeran yang menjadi sumber kekuatan untuk Khayra menjalankan masa-masa sulit itu.” Ucap Khayra sambil menatatap Ghani dan Ghava yang sedang bercanda dengan Papi Ali.
“ Terima kasih sayang, dari awal pertama kali Mami melihat mu Mami langsung yakin kalau kamu wanita yang baik Mami juga bersyukur ternyata wanita yang Arka cari selama lima tahun ini adalah kamu.” Ucap Mami Alin sambil mengelus pipi Khayra.
“ Sudahlah Tante semuanya sudah berlalu Khayra juga sudah mengikhlaskan tentang semua yang sudah terjadi.”
“Baiklah, Oh iya apa kalian sudah merencanakan kapan kalian akan menikah.” Ucap Mami Alin yang membuat Khayra terkejut. Mami Alin yang melihat respon Khayra menjadi yakin kalau mereka belum merencanakan untuk menikah.
Dilain tempat Arka dan Endri sedang serius dengan apa yang akan mereka bahas. Kabar yang akan disampaikan oleh Endri bias menjadi titi terang mengetahui siapa dalang pembunuhan dari Ayah kandung Arka .
“ Jadi informasi apa yang sudah engkau dapat dari anak buah mu itu End.” Tanya Arka
“ Aku mendapatkan informasi dari anak buah ku yang aku tugaskan untuk memata-matai Julius, selama penyelidikan mereka mendapatkan informasi kalau ternyata mereka sedang mencari seseorang, awalnya mereka berhasil menangkapnya tapi orang itu berhasil melarikan diri." Endri menjelaskan tentang apa yang ditau.
" Lalu siapa orang itu dan untuk apa mereka menangkapnya."
" Aku pun sendiri juga tidak tau apa tujuan mereka Ar dan aku juga sudah mengetahui siapa seseorang dibalik pembunahan itu Ar." ucapan Endri seketika membuat badan Arka tegang didalam hatinya ada gemuru yang membangkitkan emosi Arka .
" Siapa dia." ucap Arka tegas.
" Dia adalah kepala keluarga Lika yaitu Lukman Putra Likana." ucap Endri. Arka terkejut mendengar nama itu seakan-akan dia mengetahui nama tersebut tapi dia tidak tau dimana dimendengar nama itu.
" Apa kau mengenalnya." Endri yang curiga karena dia melihat Arka yang terkejut saat dirinya menyebutkan nama itu.
" Aku tidak mengenalnya tapi aku seakan pernah mendengar nama itu tapi aku tidak mengingatnya." ucap Arka.
" Lalu kenapa dia membunuh Ayahku dan juga kenapa dia juga membunuh ayahnya Khayra." tanyak Arka lagi dan seketika terdengar suara pecahan kaca dari arah pintu.
__ADS_1
Prank..
Arka dan Endri terkejut saat melihat Khayra yang sudah berdiri didepan pintu ruang kerja Arka dengan air mata sudah mengalir di wajahnya.
" Khayra." gumam Arka saat melihat Khayra berdiri mematung diambang pintu.
Arka langsung berlari dan memeluk tubuh Khayra yang masih setia terdiam disana seketika suara tangisan keluar dari mulut Khayra.
Teriakan dan isakan dari tangisan Khayra terdengar sangat menyakitkan. Arka yang masih setia memeluk Khayra hanya bisa terdiam tanpa suara.
Tanpa adanya kata yang keluar dari mulut Khayra yang ada hanya isakan tangis yang memilukan.
" Ghaaaakk hiks...hiks.....hiks... Papa...Papa...hiks.." Khayra menangis sejadi-jadinya.
seketika Arka berasa bahunya terasa berat dan suara isak tangis Khayra tidak terdengar lagi Arka segera melepas pelukannya dan melihat Khayra tidak sadarkan diri.
Arka yang kalut mencoba membangunkan Khayra dengan menepuk-nepukan pipinya.
" Khay..Khayra..sayang." usaha Arka untuk menyadarkan Khayra sia-sia seketika dia menggendong Khayra yang tak sadarkan diri menuju kamarnya.
Mami Alin dan lainnya yang melihat Endri dan Arka yang menggendong Khayra yang tak sadarkan diri berlari menghampiri mereka.
" Arka apa yang terjadi." Ucap Mami Alin khawatir yang sudah berjalan sejajar dengan kedua anaknya.
"Mami tenang dulu ya nanti Endri dan Arka yang akan menjelaskannya." ucap Endri menenangkan Maminya yang terlihat cemas.
Ghani dan Ghava yang sempat melihat Papa mereka menggendong Mama mereka yang tidak sadarkan diri langsung menangis mengkhawatirkan Mama mereka.
Sesampainya dikamar Arka membaringkan tubuh Khayra di atas ranjang yang berukuran king size itu dan menyuruh Endri untuk menelephon dokter keluarga.
" End segera hubungi Dokter Andra."
" Baiklah." Endri keluar dari kamar Arka dan segera menelephon Dokter Andra.
Arka yang mendengar kedua anaknya menangis langsung memeluk keduanya.
__ADS_1
" Papa, hiks..Mama kenapa hiks...." ucap Ghava
" Apa Mama baik-baik saja." kali ini Ghani yang bicara.
" Shuutt... Mama tidak apa-apa sayang, sudah jagoannya Papa jangan menangis lagi iya, sebentar lagi Dokter akan memeriksa Mama."Arka menenangkan kedua anaknya yang sedang menangis.
" Ar bagi mana semua ini, apa yang sebenarnya terjadi ." ucap Papi Ali yang bingung dengan apa yang terjadi kepada Khayra yang seperti ini.
" Iya nak, apa yng terjadi." ucap Mami Alin yang duduk disebelah Khayra yang terbaring.
" Sebenarnya...." ucpan Arka terpotong karena kedatangan Dokter Andre untuk memeriksa keadaan Khyra.
" Selamat sore Tuan Arka." ucap Dokter Andre.
" Sore, Ah kau sudah datang tolong cepat kau periksa keadaan istriku ini." ucap Arka yang membuat Dokter Andre terkejut dan langsung melihat seorang wanita yang tengah tidak sadarkan diri diranjang Arka.
Pasalnya selama dia menjadi Dokter pribadi di keluarga Khaleed dan juga merupakan orang yang sangat dekat dengan keluarga ini mengetahui kalau Tuan muda kelurga ini belum menikah, tapi entah kenap tiba-tiba Arka mengatakan kalau wanita yang sedang berbaring disana adalah istrinya.
Tidak mau berlama-lama dengan kebingungannya Andra langsung memeriksa keadaan wanita yang dia ketahui kalau itu istrinya Arka.
Setelah selesai memeriksa Andra menuliskan resep obat untuk Khayra.
" Bagaimana keadaan istriku Dre." tanya Arka.
" Kamu tenang saja saudara ipar hanya kelelahan dan sedikit stres, sepertinya dia shok berat jadi harus banyak-banyak istirahat dan jangan membuat dia banyak fikiran. Ini aku tulis resep obat dan vitamin untuk saudara ipar jadi saat dia siuman segera berikan dia obat ini." ucap Andra dan langsung memberikan resep obat untuk Khayra.
" Terima kasih Andar."
" Iya sama-sama baiklah aku pergi dulu, Om dan Tante Andra pergi dulu." ucap Andra
"Iya Nak terima kasih ya." ucap Mami Alin.
" Iya Tante dan Oh iya kau berhutang penjelasan kepada ku." Ucap Andra kepada Arka sambil melirik kearah Khayra dan Arka mengerti itu.
" Mmmm Oke."
__ADS_1