
Ke esokan harinya Arka yang berada di kantor memanggil Endri ke ruangannya, Tak lama berselang Endri masuk ke ruangan.
" Iya Tuan ada apa."
"Apa kau sudah mendapatkan alamat Khayra dimana tinggal."
"Sudah Tuan."
"Baiklah, setelah selesai pulang kantor anatarkan saya ke sana."
"Baik Tuan." Endri pamit keluar dari ruangan Arka dan kembali keruangnnya.
Sesaat setelah diruangannya Endri mengambil ponselnya dan menghubungi Hana.
" Halo Assalamualaikum Hana."
"Waalaikum salam End, ada apa tumbel telpon."
" Aku ingin memberitau mu setelah pulang kerja kami akan kerumah untuk bertemu Khayra. Apakah boleh."
"Tentu saja boleh. Sepertinya Arka ingin menyelesaikan masalah ini dengan cepat."
"Iya Han, kamu tau setelah mendengar ucapanmu Arka semalaman tidak bisa tidur memikirkan semuanya ucapanmu, makanya dia ingin menyelesaikan ini semua."
"Bagus lah kalau begitu, semoga kali ini mereka bisa saling berbicara baik-baik dan dari hati ke hati bagaimana pun ini juga untuk kebaikan mereka kedepannya terutama karena mereka sudah memiliki anak."
" Iya kamu benar Han semoga saja kali ini mereka bisa mengalah dengan ego masing-masing."
"Iya End."
"Yasudah aku tutup dulu telponnya ya Assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
Setelah telponnya mati Endri kembali dengan pekerjaannya ya menumpuk.
*****
Dilain tempat Khayra sedang membuat pesanan Cake yang hari ini akan diambil oleh pemiliknya.
Saat sedang serius membuat Cake darah segar menetes keluar dari hidung Hana yang membuat Hana menghentikan pekerjaannya dan menyerahkan kepada asistennya.
Khayra berlari sambil menahan darah yang keluar dari hidungnya menuju toilet untuk membersihkannya.
Sesampainya di toilet Khayra langsung membersihkan hidungnya hingga darah yang keluar dari hidungnya itu tidak keluar lagi.
setelah memberaihkannya Khayra kembali lagi kedapur dan melanjutkan pekerjaannya.
Hana keluar dari ruangannya dan menemui Khayra untuk mengajak makan siang.
"Khay ayo kita makan siang sudah waktunya ini."
__ADS_1
"Oh iya, sebentar ya Han sedikit lagi selesai."
"Baiklah aku tunggu diluar."
"Oke."
Tak lama Khayra keluar dari dapur dan berjalan menemui Hana yang sedang menunggunya didepan.
" Ayok, kita mau makan dimana."
" Kita makan diluar aja ya, aku ingin sekali makan keroprak Wak jul ini."
"Tumben."
"Hehehe lagi kepingin Khay."
"Iya lah itu, ya sudah ayok kita pergi."
Hana dan Khayra keluar dari Cafe tersenut menuju mobil yang terpakir didepan Cafe, denfn kecpan sedang mobil tersebut berjalan membelah lalu lintas yang sedikit ramai pada siang itu.
sekitar tiga puluh menit keduanya sampai ditujuan, terlihat tukang keroprak langganan mereka sudah rampak ramai pembeli disana.
Sesudah memarkirkan mobil keduanya kelur dari sana dan berjalan keangkringan ketoprak langganan mereka.
Hana memesan ketoprak dua porsi untuk makan ditempat.
"Wak Jul ketopraknya dua porsi ya." ucap Hana
"Eh Neng Hana sudah lama tidak mampir sama Neng Khayra juga."
"Oh makin cantik aja Neng Hana sama Neng Khay sekarang."
"Ah Wak Jul bisa saja."
"Hehehe oh iya pesananya seperti biasa kan."
"Iya Wak seperti biasa."
"Okeh deh tak buatkan Neng."
"Oke Wak." Hana pergi dari sana dan duduk disebelah Khayra. Mereka duduk sambil melihat jalan yang banyaknya kendaraan bermotor karena tempat makan mereka dipinggir jalan.
Hana dan Khayra memiliki kesukaan yang sama. Sama-sama suka makanan dipinggir jalan, karena makanan pedagang kaki lima tidak kalah enaknya dengan makanan direstauran mahal dan juga hemat bagjed.
sepuluh menit kemudian ketoprak pesanan mereka datang dan dengan lahapnya mereka makan.
" Oh iya Khay aku dengar dari sikembar disekolahan sikembar ada pertandingan antar sekolah ya minggu depan."
"Iya tadi pagi Ghani bilang lakau disekolahnya ada pertandingan olahraga dan mereka berdua terpilih menjadi salah satu perwakilan dari sekolahnya dan para orang tua murid diundang.
" Waah aku ingin sekali melihat mereka bertanding dan memberi dukungan kepada kedua pangeran ku itu. Pasti keduanya sangat senang."
__ADS_1
" Iya pastinya mereka senang Han."
Keduanya berbincang mengenai sikembar sampai tidak sadar ada dua pasang mata melihat mereka.
******
Dikantor Arka sedang sibuk mengerjakan semua berkas yang ada dimejanya. Banyaknya berkas yang harus dia periksa dan tanda tangan.
Saat sedang sibuk dengan berkas-berkas itu pintu ruanganya diketuk dan Endri masuk kedalam.
" Tuan sudah waktunya makan siang." Ucap Endri saat melihat Arka masih mengurus berkas-berkas itu.
"Oh iya, ayok kita makan siang dulu." ucap Arka sesaat dia melihat jam yag ada ditangannya.
" mau makan siang dimana tuan di kantin kantor atau diluar."
"Diluar saja End. biar sekalian kita miting dengan klien disana.
" Baik lah tuan."
Arka dan Endri keluar dari kantor untuk makan siang, disana mobil sudah disiapkan Endri membukakan pintu dan kemudian mobil itu melaju dengan cepatan sedang meninggalkan Perusahaan Arka.
Di perempatn jalan mobil Endri berhenti karena lampu lalu lintas berwarna merah, Arka mengalihkan pandangannya keluar jendela dan seketikan matanya menangkap sosok yang berada diseberang jalan.
Arka melihat Khayra sedang makan dengan Hana dan melihat mereka tertawa bersama, seketika senyum merekah diwajah Arka, Endri yang melihatnya langaung mengalihkan pandangannya kearah yang Arka lihat.
Endri pun juga tersenyum melihat Hana dan Khayra disebrang jalan sedang makan siang di angkringan pinggir jalan.
" End, apa nanti jika kami bertemu apakah dia tidak akan kabur lagi seperti dulu ? Aku ingin menyelesaikan masalah ini dan aku ingin Khayra bisa menerima ku."
"Iya kita serahkan saja kepada Allah, semuanya akan baik-baik saja Ar."
"Iya End."
Mobil tersebut kembali berjalan menyusuri jalanan lalu lintas yang cukup padat karena ini jamnya para pekerja untuk istirahat.
Setelah dua puluh menit perjalanan akhirnya Arka sampai di sebuah lestauran yang cukup mewah. Arka dan Endri yang sudah memesan tempat langsung menuju meja yang sudah mereka pesan.
Pelayan mendatangi mereka dan menulis pesanan mereka, serasa cukup pelayan tersebut pergi dari meja Arka. Saat menunggu makananya datang Arka dan Endri membahas miting yang akan mereka lakukan nanti.
Seorang perempuan berajalan mendatangi meja Arka dengan pakaiannya yang serba mini, tiba-tiba dia langsung menggandeng lengan Arka yang sontak membuat keduanya kaget dengan kedatangan wanita itu.
" Arka, Aku sangat merindukanmu." ucap wanita itu manja dilengan Arka.
Arka yang tanganya digandeng oleh wanita yang ternyata itu Siska langsung menepisnya dan memasang wajah dinginnya.
" Apa yang kau mau." ucap Arka dengan nada dinginnya.
" Aku hanya merindukanmu Ar, Apa kamu tidak merindukanku." ucap Siska dengan gaya manjanya dan itu membuat Arka merasa jijik.
"Tidak." ucap Arka dengan dinginnya.
__ADS_1
Endri yang sedari tadi melihat itu memandang Siska dengan dinginnya.
" Dasar wanita tidak tau malu."