CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
OMONGAN TETANGGA


__ADS_3

Sebelum Ibu-ibu itu melanjutkan menggosipnya Khaira menegur ramah kepada ibu-ibu itu.


" Selamat pagi Ibu-ibu sudah pada siap belanjanya "ucap Khayra dengan ramah.


"Belum ini Neng pada sibuk menggosip " jawab bapak tukang sayur sambil menyindir ibu-ibu itu Khayra hanya membalas dengan senyuman.


" Neng mau belanja apa ?? " tanya bapak itu kepada Khayra.


" Iya pak saya ambil sayur dan ayamnya ya " jawab Khayra. Selagi pesanan Khaira di siapkan karena sangking penasarannya salah satu ibu-ibu itu bertanya kepada Khayra.


" Khay, kamu gemukan ya ibu lihat kamu seperti orang yang sedang berbadan dua ?" tanya ibu itu yang sepontan membuat Khaira membulatkan matanya karena sangking terkejutnya.

__ADS_1


" Kalau emang kamu lagi hamil pasti kamu sudah menikah dong yaa." Tanya ibu-ibu itu KEPONYA dengan menahan rasa kesal dan air matanya, Khayra membalas omongan ibu itu dengan senyuman yang terpaksa.


" Tidak ibu-ibu, Saya tidak lagi hamil kok, saya emang lagi gemukan aja." ucap Khaira sambil mengambil belajaannya yang sudah siap ingin sekali rasanya Khayra cepat-cepat pergi dari sini.


" Berapa Pak ? " tanya Khaira kepada bapak tukang sayur itu.


" 50rb aja neng " jawab bapak itu.


" Alah ngakunya gak lagi Hamil itu cuma kedok dia doang untuk menutup nutupi kalo dia lagi hamil." ucap salah satu ibu-ibu itu menyindir Khayra.


"Tapi kalo dia mememang lagi hamil siapa donk suaminya saya lihat tidak ada laki-laki dirumahnya apa jangan-jangan dia Hamil diluar Nikah " ucap ibu-ibu lainnya.

__ADS_1


"Mungkin saja anaknya itu anak haram lagi secarakan dia belum menikah atau jangan-jangan dia sendiri pun tidak tau Ayah dari anaknya itu, kasih sekali kalau begitu anaknya." jawab ibu-ibu yang lainnya. Sesaat mendengar omongan para tetangganya itu membuat hatinya hancur dan air mata yang dia tahan dari tadi akhirnya tumpah tak terelakan Khayra menangis dan pergi dari tempat itu.


Sesampainya dirumah Khaira meletakkan belanjaannya di sembarang tempat dan berlari masuk kedalam kamarnya. Didalam kamar Khayra menangis dan manangis meratapi nasib nya.


"Ayah Ibu apa yang harus Khay lakukan ! sakit sekali hati Khayra mendengar orang-orang berbica seperti itu tentang anak Khayra. Ayah Ibu anak ini bukan anak haram kan dia anaknya Khayra dia adalah harta karun Khayra tapi kenapa mereka bicara seperti itu huuu...huu " ucap Khaira sambil menangis sedih dan mengelus perutnya yang sudah nampak besar.


" Sayang... apa kamu sedang sedih disana? ,apa kamu sedih mendengar orang-orang itu mengejek kita?, Mama tau kamu pasti bersedihkan tapi maaf kan lah mereka ya Nak kita tidak usah memperdulikan ucapan mereka tentang kita yang paling penting Mama akan selalu sayang kepadamu dan Mama akan memberikan banyak cinta kepada mu jadi kamu harus menjadi anak yang baik oke " ucap Khayra kepada anak yang ada didalam kandungannya dengan penuh cinta.


Hari menjelang sore Wanti sedang asik menikmati secangkir teh diteras rumahnya sedangkan Kinan dia melakukan aktifitasnya seperti biasa joging disekitar lingkungan komplek rumahnya. Sambil asiknya bersantai tanpa sengaja Wanti mendengar omongan salah satu tetangganya yang sedang lewat didepan rumahnya mereka membicarakan tentang Khayra dan yang membuatnya terkejut para tetangga sepertinya sudah mulai curiga terhadap Khayra.


"Bagai mana ini apa para tetangga sudah mulai mencurigai Khayra ! Aku harus segera menyingkirkan anak itu kalau tidak aku yang akan mendapat malu didepan orang-orang ini tapi bagaimana ? " ucap Wanti mulai ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2