
Hari berganti dengan cepat Khayra sudah terbiasa dengan perubahan didalam hidupnya.
Kedatangan Arka didalam hidupnya sebagai Ayah kandung kedua anaknya tidak membuat Semua ketakutannya terjadi.
Keluarga Arka menerima dirinya dan juga kedua anaknya, begitu pun juga Ghani dan Ghava mereka merasa senang karena Papa yang selama ini mereka rindukan telah bersama mereka.
Hari-hari yang mereka jalani membuat sedikit perubahan dihidup Khayra apa lagi setelah kebenaran yang dia mengetahui jika Papa kandungnya meninggal bukan karena sakit yang selama ini dia ketahui tapi ternyata itu cuma kebohongan yang nyatanya Papa Khayra dibunuh.
Khayra mempercayai masalah itu kepada Arka. Arka menjelaskan semuanya dari awal dia mengetahui ini semua, awalnya Khayra merasa sedih seakan dunianya hancur, seorang Papa yang sangat dia cintai berakhir dengan cara teragis.
Tidak bisa menerima semua kenyataan ini Khayra seperti kehilangan arah hidupnya dan disaat itu Arka yang juga memiliki nasib yang sama mengutkan Khayra.
Arka meyakinkan Khayra jika dia tidak sendirian, dia memiliki orang-orang yang akan selalu sayang dan ada untuk dirinya. Dia memiliki Arka dan juga kedua anak mereka disampingnya.
Mendengar penuturan Arka, akhirnya Khayra berangsur-angsur menjalani masadepan hidupnya dan mengikhlaskan semua tapi Khayra tidak akan melepaskan orang yang sudah membunuh Papanya.
Dan sekarang Tibalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Ghani dan Ghava pasalnya hari ini sekolah mereka mengadakan lomba dengan tema Ilmu Pengetahuan dan juga lomba ini diselenggarakan untuk menyeleksi murid-murid yang berprestasi untuk berpartisipasi mengikuti Olimpiade Nasional yang berada diBerlin.
Banyaknya antusias dari siswa dan siswi atas acara tersebut tidak terkecuali pewaris dari keluarga Khaleed Ghani dan Ghava mereka juga sangat menantikan acara ini.
Sebelumnya Ghani dan Ghava memberitahu kepada Papa mereka untuk datang kesekolah menyaksikan lomba tersebut.
" Papa, apa kami bisa meminta sesuatu." ucap Ghava.
" Iya sayang apa yang kamu inginkan." Arka yang mendengar anaknya meminta sesuatu darinya seketika langsung bersemangat karena kedua anaknya itu tidak pernah meminta sesuatu darinya.
" Bisakah Papa datang kesekolah kami lusa." ucap Ghani.
" Iya Pa, karena lusa disekolah akan diadakan lomba dan kami mengikuti lomba itu jadi apakah Papa bisa datang mendukung kami." Ghani dan Ghava tampak memohon dengan memperlihatkan wajah memelas mereka yang membuat Arka gemas sendiri.
"Baiklah Papa akan datang, Tapi...." ucapan Arka terpotong karena kedua anaknya bersorak gembira.
"Hey... Papa belum selesai bicaranya." kedua bocah itu menghentikan sorakannya dan tersenyum nyengir.
" Tapi, Papa memiliki dua syarat."
"Syarat ? apa itu Pa." ucap Ghani seperti biasa dengan wajah datarnya.
" Syarat pertama berikan Papa satu cium dulu." ucap Arka sambil menunjuk pipinya.
__ADS_1
Mendengar permintaan sang Papa saudara kembar itu pun langsung mencium kedua pipi Arka dan itu membuat Arka senang.
" Baik lah syarat yang kedua Papa ingin kalian bersemangat dan jangan pantang menyerah Papa yakin kalian pasti menang."
"Baiklah Pa... kami mencintai mu." ucap keduanya sambil memeluk Arka.
(back to story)
Ghani dan Ghava akhirnya sampai disekolah bersama dengan Mama mereka dan Hana sedangkan Arka tidak bisa mengantar kedua anaknya dikarenakan tiba-tiba saja ada masalah diPerusahaannya.
Keempatnya memasuki sekolah dan berjalan menujuh gedung tempat perlombaan dilaksanakan.
Tampak sudah banyak para siswa dan siswi yang mengikutin partisipasi dalam lomba ini begitu pun juga para orang tua dari siswa dan siswi juga turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap anak-anak mereka.
Saat Ghani dan Ghava masuk kegedung itu kedua teman sikembar menghampiri mereka.
" Hay Ghani, Ghava kalian baru datang." ucap Danel.
" Hay juga Danel, iya kami baru datang. Oh iya dimana Kevin." ucap Ghava yang tidak melihat temannya itu.
" Entahlah aku juga belum melihatnya dari tadi. Ya sudah ayok kita duduk disana." Danel menunjuk ke tempat yang disediakan pun para siswa dan siswi yang mengikuti lomba karena kursi untuk para orang tua disediakan ditempat yang berbeda.
" Oke, Mama Ayi kami kesana dulu ya." ucap Ghani.
"Oke Mama." ucap sikembar.
Setelah kepergian kedua anaknya Khayra dan Hana mencari tempat duduk mereka di barisan khusus untuk para orang tua.
Khayra dan Hana sudah mendapatkan tempat duduk tepat dibarisan kedua karena Hana yang meminta agar dia bisa lebih jelas melihat kedua pangerannya lomba.
Tidak berara lama para guru dan juga beberapa orang asing memasuki gedung tersebut dan tidak ketinggalan pemilik dari Yayasan Khaleed Internasional School juga sudah hadir siapa lagi kalau bukan Papi Ali dan juga istrinya.
Saat memasuki gedung perlombaan Mami Alin yang sudah tidak sabar ingin melihat kedua cucunya mencari dimana keberadaan kedua cucunya dan matanya mengangkap dimana kedua cucu kembarnya itu sedang mengobrol dengan teman-temannya.
Seketika suara Mc diatas panggung mengalihkan pandangan para tamu karena acara akan segera dimulai.
Ghani dan Ghava yang mendengar jika acara akan dimulai mata mereka seketika mencari-cari dimana keberadaan Papa mereka.
" Kakak, Papa dimana ya kenapa belum juga datang acara akan segera dimulai ini." ucap Ghava yang terlihat sedih.
__ADS_1
" Kakak pun juga tidak tau, kita sabar saja dulu mungkin Papa masih dijalan." Ghani menenangkan adinya yang mulai sedih dan dia pun juga merasa sedih karena sang Papa belum juga datang.
------
.
.
Ditempat lain tepatnya diPerusahaan Khaleed Comp Arka terlihat sedang terburu-buru karena sudah terlambat. Dia tidak tau kalau masalah yang ada diPerusahaannya akan memakan waktu lama untuk diselesaikannya.
" Endri ayo cepat kita kesekolah, aku tidak mau membuat kedua anak ku sedih dan kecewa kepada ku jika aku terlambat."
"Baiklah Ar, Ayo."
Arka dan Endri terlihat berjalan terburu-buru memasuki lif dan sesampainya dilobi Arka dan Endri berjalan untuk kehalaman kantornya karena mobilnya sudah ada disana.
Belum juga beberapa langkah jalan mereka dihadang oleh seorang wanita yang berdiri dihadapan kedua, wanita cantik dan dengan pakaiannya yang seksi tersenyum genit dihadapan Arka.
Arka yang sedang terburu-buru memandang wanita itu dengan tatapan dinginnya.
" Selamat pagi Tuan Arka." ucap wanita itu dengan genitnya.
Arka tidak memperdulikan sapaan wanita itu dan langsung melanjutkan langkahnya melewati wanita itu.
Karena merasa diabaikan wanita itu dengan berani menarik tangan Arka yang membuat si empu itu berhenti.
" Anda mau kemana Tuan, boleh saya ikut anda." ucap Wanita itu dengan masih memegang tangan Arka.
Arka membalikan badannya dan langsung menepis tangan wanita itu. Dengan tatapan yang dingin dan emosi yang sedari tadi sudah meluap karena permasalahan kantornya Arka memperingatkan wanita itu.
" Dengar ya Nona Kinan saya tidak suka jika ada yang menyentuh saya apa lagi seorang wanita dan juga jika bukan soal pekerjaan saya tidak ingin anda bicara dengan saya." setelah mengucapkan itu Arka yang diikuti Endri berjalan menuju mobil mereka dan segera meluncur ketempat tujuan mereka dan tidak memperdulikan Kinan yang sudah terlihat kesal.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like, Comment, dan juga Vote novel ini.
Dan juga othor mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah mensuport novel ini dengan Like, Comment dan juga Votenya.