CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
DUA PEWARIS JENIUS


__ADS_3

Setelah selesai membahas masalah yang tengah dihadapin, Papi Ali pamit untuk pulang sebelumnya dia meminta izin kepada Arka untuk membawa pulang kedua cucunya karena dia masih kangen.


" Ar, Papi ajak sikembar pulang kerumah Papi ya, Mami kamu dari kemarin ingin jumpa dengan kedua cucunya bolehkan." pinta Papi Ali


" Ya sudah Papi bawak saja mereka kerumah, Arka takut kalau mereka akan bosan disini. nanti setelah pulang kantor Arka akan jemput dan mengantar mereka pulang."


" Baiklah kalau begitu, Papi pulang dulu ya." ucap Papi Ali sambil berdiri dari duduknya dan di ikuti Asistennya itu.


Setelah keluar dari ruangan Arka, Papi Ali menghubungi pengawalnya yang tadi ia tugaskan untuk menjaga kedua cucunya itu.


" Halo, kalian berada dimana sekarang."


"...."


" Baiklah saya akan kesana."


Setelah selesai menghubungi pengawalnya, Papi Ali memasuki lift untuk menemui kedua cucunya itu.


Tak berapa lama pintu lift terbukan dan itu berada dilantai 15 dan itu tempat bagian Divisi IT. Entah apa yang dilakukan oleh kedua bocah kembar itu disini.


Disaat Papi Ali sampai diruangan itu dia terkejut dengan apa yang terjadi di bagian Divisi itu.


" Apa yang sedang terjadi disini." ucap Papi Ali yang sontak saja membuat semua para staf diruangan itu menghadapkan pandangannya kearah Papi Ali.


Seseorang berjalan menghampiri Papi Ali dan itu adalah Manager divisi IT.


" Selamat Siang Tuan Besar, maaf membuat anda harus melihat keributan ini." ucap Manager tersebut sambil menundukan kepalanya.


Papi Ali tidak memperdulikan ucapan Manager itu, matanya hanya fokus terhadap dua bocah didepannya yang sedang asik dengan beberapa komputer diruangan itu ia adalah kedua cucunya.


Sadar dengan apa yang ingin Bosnya ketahui Manager itu pun akhirnya menjelaskan tentang situasi saat ini.


Flashback On


Saat Papi Ali sudah pergi keruangan Arka dan memerintahkan pengawalnya untuk menemani kedua cucunya, Ghani dan Ghava melanjutkan petualangnnya untuk menyusuri setiap ruangan yang ada di perusahaan besar milik ayahnya itu dengan diikuti oleh pengawal yang diperintahkan oleh Opa mereka.

__ADS_1


Dan disaat mereka berkeliling, tanpa sengaja mereka melihat sebuah ruangan yang beralaskan dinding kaca yang dapat terlihat dari luar ruangan apa itu.


Seakan mendapatkan sesuatu yang sangat menarik Ghani dan Ghava berjalan menuju ruangan tersebut dan membukanya.


Betapa senang dan Excited nya mereka saat tau ruangan apa yang mereka masukin. Ya ruangan itu adalah ruangan Divisi IT tempat dimana segala Informasi rahasia mengenai perusahaan besar Khaleed Company tersimpan dan hanya orang-orang yang terlatih dan Pro dalam bidang IT yang dapat bekerja didivisi ini dan juga tidak sembarang orang yang bisa masuk kedalam ruangan itu.


Disaat bocah kembar itu masuk keruangan itu seketika mata mereka berbinar-binar melihat betapa mengagumkannya ruangan itu.


Tanpa disadari beberapa para staf disana melihat kearah kedua bocah kembar masuk keruangan yang diperuntungkan untuk para staf saja yang boleh memasukinya.


" Hey siapa kalian, sedang apa kalian disini." ucap salah satu staf yang mengundang banyak pasang mata yang melihat mereka.


" Halo Paman, apa kami boleh melihat-lihat ruangan ini." ucap Ghava semangat.


" Tidak, disini bukanlah area untuk bermain untuk kalian, sekarang kalian keluarlah dari ruangan ini."


" Ayolah Paman, ijinkan kami untuk melihat-lihatnya, kami hanya ingin melihat tidak akan mengganggu." ucap Ghani kali ini.


" Tetap tidak boleh ruangan ini tidak boleh dimasuki oleh orang yang tidak berkepentingan dan bukan staf divisi IT, jadi kalian dilarang masuk keruangan ini. Jadi ayo kalian harus keluar." Akhirnya mau tidak mau dengan perasaan yang sedih Ghani dan Ghava terpaksa harus keluar dari ruangan itu.


Ghani dan Ghava yang tadinya ingin keluar dari ruangan tersebut menghentikan langkahnya saat melihat semua para Staf disana sedang sibuk dengan seorang penyusup yang ingin masuk kedalam sistem pengamanan perusahaan Papa mereka.


Ghani dan Ghava memperhatikan gerak gerik setiap para staf diposisinya masing-masing dan melihat apa yang mereka lakukan.


Dengan keahlian dari setiap para Staf, mereka semua terlihat sangat mahir dalam mengaplikasikan komputer mereka masing-masing dan itu semua tidak luput dari penglihatan sikembar.


Disaat semuanya sedang sibuk dengan tugas mereka salah satu dari Staf disana mengalami kesulitan, karena ternyata bukan cuma satu permasalahan mereka melainkan ada beberapa kendala yang tiba-tiba saja menyerang sistem pengamanan tersebut.


" Semuanya,tetaplah konsen dan pertahankan sistem ini karena bukan cuma seorang saja yang mencoba masuk kesistem kita." ucap seseorang yang ternyata kepala dalam divisi ini.


" BAIK." Ucap semua para staf.


" Ahaaa... tidak, mereka mengirimkan kode-kode yang sulit untuk dipecahkan secara bertubi-tubi." ucap salah satu staf disana dengan sangat kesal.


Tidak beerapa tulisan dilayar komputer mereka memunculkan tulisan 'eror' hingga membuat semua sangat khawatir dan kalang kabut dengan ini.

__ADS_1


Ghani yang melihat ada beberapa komputer yang terletak ditengah-tengah ruangan tersebut terlihat kosong melangkahkan kakinya kemeja tersebut.


Dengan lihainya tangan-tangan kecil itu memasukan kode-kode algoritma yang rumit untuk memperbaiki keadaan dan mulai menguasai keaadaan. Ghava yang melihat saudara kembarnya melancarkan aksinya dia pun tidak tinggal diam.


Ghava dengan berlari kecil menujuh meja dimana kakaknya berada segera membantunya, atas kerja sama dari kedua saudara kembar itu tidak lama kemudian tulisan " Eror" yang ada berada dibeberapa layar komputer para staf mulai merlangsur hilang.


Keadaan kembali bisa mereka kendalikan, semua para staf yang ada berada disana dibuat tercengang dengan aksi dua bocah kecil itu, dengan mudahnya mereka mendorong mundur sesorang yang sedang menyusup kedalam sistem keamanan diperusahaan ini.


"Siapa sebenarnya kedua bocah itu kenapa mereka sangat hebat dengan bunia IT ini." ucap salah satu staf.


" Sepertinya kedua anak inilah yang dibicarakan dengan para karyawan disini, mereka anaknya CEO Arka." jawabnya.


" Benarkah."


Jika dibandingkan dengan mereka semua, dua orang bocah itu memanglah sangat jenius diumur mereka kelima tahun yang sebentar lagi akan berulang tahun ke 6 tahun membuat semuanya terkagum-kagum dengan aksi mereka.


Kepala bagian divisi IT berjalan mendekati bocah kembar yang sedang serius memainkan tangan kecil mereka dikayboard.


" Hay bagai bisa mana kalian melakukan ini dan apa yang sedang kalian buat." ucap Kepada divisi IT itu yang ternyata bernama Pak Agus terlihat dari nametag yang bergantung didadanya.


" Kami sedang memperkuat sistem keamanan diperusahaan ini Paman, dan kakak sedang membuatnya, lihatlah." ucap Ghava.


Sang kepala divisi pun menolehkan pandangannya kearah sang kakak yang Ghava katakan dan betapa tercengangnya dengan apa yang bocah kecil itu buat.


Sebuah virus yang bisa menyerang siapa saja yang berusaha untuk membobol sistem keamanan informasi perusahaan Khaleed Company.


Flashback Off


" Begitulah ceritanya Tuan besar."


Setelah mendengar penjelasan dari Manager itu Papi Ali merasa bangga dengan kedua cucunya itu.


Dia tidak menyangka kalau kedua cucunya itu sangatlah jenius pada hal usia mereka masih sangat kecil, sangat hebat.


" Inilah keturunan dari keluarga Khaleed, sangat hebat dan berbakat." ucap Papi Ali bangga.

__ADS_1


__ADS_2