
Setelah mengetahui keadaan Endri, Hana serta Mami Alin dan Papi Ali segera mendatangi Rumah sakit tempat Endri dirawat.
Hana dan Mami Alin masih saja menangis disepanjang jalan menuju kamar dimana Endri diletakan.
Khayra yang tadinya ingin ikut kerumah sakit dicegah oleh Mami Alin agar Khayra menunggu aja dirumah untuk merawat Arka yang juga sedang terluka.
Sedangkan Dino yang sedari tadi berada disana, juga membuat Khayra terkejut, pasalnya untuk apa orang kepercayaan Papanya berada disini dan mengapa Arka bisa bersama dengan Dino, banyak pertanyaan yang ada dibenaknya.
Hingga akhirnya Dino menjelaskan kenapa dia ada disini dan mengapa dia bisa bersama Arka.
" Paman Dino." ucap Khayra yang menyadari Arka tidak datang sendiri.
" Nona Khayra." jawab Dino.
Khayra langsung memeluk Dino dan kembali menangis dalam dekapan Dino serta kembali mengingat Almarhum Papanya saat masih hidup.
" Huu..huu..hiks.. Paman. paman dari mana saja, kenapa paman meninggalkan aku sendiri disaat Papa meninggalkanku huu..huu hiks..hiks.. " ucap Khayra.
Memang sedari kecil Khayra sangat dekat dengan Dino. Setiap Dino datang Khayra kecil merasa sangat senang dan langsung memeluknya dan tidak ingin lepas, hingga membuat Papa Khayra sering merajuk karena putri kecil kesayangannya itu sangat manja kepada Dino hingga sampai terjadi drama antara Papa Khayra dan Dink unyuk memperebutkan perhatian dari Khayra kecil.
" Maaf kan Paman Nona, Paman tidak bermaksud untuk meninggalkan Nona dan membiarkan Nona hidup sendiri tapi shukurlah Nona sekarang terlihat baik-baik saja." ucap Dino sesal.
__ADS_1
" Lalu dimana Paman selama ini, kenapa tidak pernah menemui Khayra dan oh iya kenapa saat kita tidak senvaja bertemu disupermarket Paman lari dari Khayra." Tanya Khayra dia mengingat terakhir ia bertemu dengan Dino tanpa sengaja di supermarket
" Maaf nona itu ceritanya panjang, namu untuk sekarang sebaiknya kita melihat keadaan tuan Endri terlebih dahulu." usul Dino dan diiyakan oleh semua orang disana.
Hingga Arkhirnya mereka ada disini. Setelah melewati Lorong rumah sakit akhirnya Hana beserta Mam Alin dan Papi Ali didepan pintu ruang rawat Endri.
Ketiganya sangat terkejut dengan keadaan Endri yang sangat memprihatinkan walaupun keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya, namun sampai sekarang Endri belum juga menampakkan tanda-tanda Endri akan bagun dari komanya.
Hana mendekati bangkar Endri dan meraih tangannya, dengan masih menangis Hana mengatakan sesuatu agar Endri bisa secepatnya akan bangun.
" End, aku datang hiks..hiks.. apa kau tidak merindukan ku disini, kenapa kau belum juga bangun hiks..hiks..apa kau tau aku selalu menunggu kepulanganmu Mami dan Papi juga sangat merindukan dan menunggu kepulanganmu." ucap Hana sambil mengelus wajah Endri.
Mami Alin juga melakukan hal yang sama dengan Hana, dia berdiri disebelah lainnya bangkar Endri, dia memegang tangan Endri dan mengelus rambut Endri dengan rasa Khawatir dan kerinduan yang dalam.
Papi Ali hanya bisa melihat tubuh anaknya yang suda lama hilang itu, terlihat juga rasa khawatir dan sedih serta rasa legah karena akhirnya kedua anaknya itu kembali pulang walau dengan keadaan yang memprihatinkan.
Mami Alin dan juga Hana masih terus mengajak Endri berkomunikasi, walaupun Endri koma namun mereka percaya Endri dapat mendengar apa yang Mami Alin dan juga Hana katakan kepadanya.
Hana beserta Mami Alin memutuskan untuk menjaga Endri selama ia dirumah sakit, Papi Ali memutuskan untuk pulang dan mengambil keperluan untuk Endri.
Flasback On
__ADS_1
Sebelumnya Hana, Mami Alin dan Papi Ali menanyakan tentang keadaan Endri yang belum menunjukan tanda-tanda untuk bangun kepada Dokter yang merewat Endri.
" Bagaimana dengan keadaan anak saya Dokter, kenapa ia belum sadar juga." tanya Mami Alin to the point.
" Begini Tuan dan Nyonya Khaleed, dari hasil pemeriksaan patah tulang dibagian rusuk, kaki dan tangan sudah berangsur membaik hanya tinggal kita lakukan terapi untuk tahap selanjutnya, sedangkan untuk paru-paru dari Tuan Endri juga sudah bisa menyesuaikan diri dan pernafasannya juga sudah stabil." ungkap dokter.
" Lalu kenapa sampai sekarang anak saya belum juga sadar." tanya Papi Ali.
" Tuan Endri mengalami trauma kepala berat yang mengakibatkan tuan Endri belum juga sadarkan diri sepertinya kepala tuan Endri mengalami benturan yang sangat keras sehingga mengakibatkan trauma kepada kepalanya. kami akan terus memantau perkembangan tuan Endri namun kita juga harus bersiap untuk kemungkinan terburuknya." jelas dokter itu.
" Kemungkinan terburuk ? ." ucap Mami Alin.
" Benar nyonya, kemungkinan terburuknya Tuan Endri akan mengalami kehilangan ingatannya." ucap Dokter.
Mami Alin yang mendengar penjelasan dari dokter kembali menangis dan langsung ditenangkan oleh suaminya. Mami Alin menjadi syok mendengar tentang kondisi anaknya. ia merasa akan kehilangan anaknya, ia takut jika anaknya itu tidak ingat lagi kepadanya dan akan melupakan dirinya.
Hana yang dari tadi mendengar penjelasan dari dokter juga sama syoknya dengan Mami Alin, jantungnya seakan berhenti berdetak hinga fikiran-fikiran buruk mulai menghantuinya namun seketika ia tersadar karena Papi Ali mengusap tangannya dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
Flasback Off
Hana masih setia duduk disebelah tempat tidur Endri sambil menggenggam tangan Endri. sesekali Hana mengajaknya berbicara sesuai saran dokter.
__ADS_1
" Mas, sampai kapan Mas akan tidur seperti ini, apa mas tidak merindukan ku disini, apa mas tau Hana merindukan Mas Endri dan semua yang ada disini juga menunggu Mas pulang. Hana mohon bangun lah Mas, Mas sudah berjanji kepada Hana akan pulang dan juga berjanji akan hidup bersama Hana. Bangunlah Mas Hana akan menunggu Mas. Hana mencintai Mas Endri." ucap Hana dan langsung mencium kening Endri dengan cinta.