CINTA UNTUK SI KEMBAR

CINTA UNTUK SI KEMBAR
KERESAHAN ARKA


__ADS_3

"....."


"Walaikum salam Khay, kamu lagi dimana sekarang ?"


"....."


"Apa kamu baik-baik saja."


"......."


"Syukurlah, kamu baik-baik saja."


"......"


"Anak-anak sedang tidur siang sekarang."


"....."


"Baiklah aku belikan bahan-bahannya saat pulang nanti."


"...."


"Walaikumsalam."


Setelah menelepon Khayra, Hana dan Endri melanjutkan obrolan mereka, dengan santai dan ada canda tawa disana.


Hingga tak terasa sudah sangat lama mereka bercengkrama, Endri pamit pergi untuk kembali kekantor dan mereka menyudahinya.


………


Arka yang sedang berada dikantornya masih dengan pikiran resahnya, dari awal jamuan perusahaan hingga jamuan itu selesai Arka sama sekali tidak menikmatinya.


Sejak dia bertemu dengan Khayra pikirannya dipenuhi dengan sosok wanita tersebut, terdapat rasa rindu disana yang tiba-tiba datang menghampiri.


Entah kenapa rasa itu datang dihati , Arka pun tidak tau pada hal mereka baru pertama kali bertemu setelah peristiwa lima tahun yang lalu itu.


Arka sedang duduk bersandar dibangku kebesannya sambil memijit pelipis matanya. Hatinya gusar dan dilema ingin rasanya dia segera bertemu Khayra lagi dan meminta maaf juga ingin menjelaskan semuanya tentang malam itu.


Walaupun kejadian itu tidak semuanya kesalahannya, tapi dia juga harus bertanggung jawab atas itu karena sudah merenggut kesucian Khayra.


"Aku ingin sekali bertemu dengan mu dan berbicara dengan mu. Selama lima tahun aku terus mencari mu dan ingin meminta maaf kepadamu tapi saat kau tepat berada didepan mata ku kau lari dan ketakutan melihat ku. Apa sebegitu bencinya kau dengan ku, apa sebegitu tidak inginnya kau bertemu dengan ku, aku tau hal itu akan aku terima darimu karena aku telah menyakiti harga diri mu, tapi tidak bisakah kau mendengarkan permintaan maaf ku pada mu sebentar?."


Tidak tau apa yang bisa dia perbuat dengan takdir yang Allah buat untuknya.


Tok..


Tok..


Tok..


Ketukan pintu menyadarkan Arka dari lamunannya.


"Masuk." ucap Arka terdengar dingin.


Pintu ruangan terbuka terlihat seorang wanita cantik dengan pakaiannya sangat sexsi berjalan dengan genit kearah Arka yang ternyata dia Kinan

__ADS_1


Arka yang melihat itu hanya walau sekarang emosinya sedang naik Arka hanya memasang wajah datar dan dingin tapi matanya tidak bisa dibohongi ada mamarah terlihat disana.


"Selama siang Tuan Arka." ucap Kinan .


"Apa yang kau mau." ucap Arka dingin.


"Tidak ada aku hanya ingin bertemu denganmu Tuan." ucap Kinan yang berjalan dengan beraninya mendekati meja kerja Arka.


Saat Kinan mencoba mendekati Arka ada hawa seram yang Kinan rasakan, seketika tubuhnya bergetar saat tatapan mata Arka yang melihatnya seperti mata pembunuh. Kinan yang melihatnya perlahan melangkah mundur.


"Apa maksudmu ingin menemui ku."


"Sss..saya hanya ingin membicarakan kontrak kerja kita Tuan." ucap Kinan terbata-bata sambil menundukan matanya karena takut dengan tatapan Arka.


" Bukannya kontrak kerja itu sudah kau selesai dengan asisten ku, ada perlu apa lagi kau dengan ku." Arka tau jika wanita yang ada dihadapannya punya maksud tertentu mengodanya.


Tapi bukan Arkana Khaleed namanya jika tidak bisa mengusirnya dari hadapannya.


"Iii itu Tuan...." belum sempat Kinan menyelesaikan ucapannya , Arka dengan nada dingin dan menakutkannya memotong ucapan Kinan.


"Kau jika tidak ada kepentingan diruanganku keluar dari sini."


Kinan yang mendengar itu ketakutan langsung keluar dari ruangan Arka. saat sebelum dia keluar Arka mengatakan sesuatu yang mempermalukannya.


"Dan satu lagi kau seperti wanita murahan yang sedang menggoda seorang pria dengan pakaianmu seperti itu." Mendengar itu wajah Kinan menjadi merah karena malunya.


Sekretaris Arka yang berada diluar malihat Kinan keluar dari ruangan atasannya dengan wajah ketakutan hanya tersenyum mengejek kepada Kinan.


Sesampainya dilobby Kinan mengubah raut wajahnya menjadi biasa-biasa saja walau sebenarnya dia masih takut tapi semua ditepisnya agar dia tidak terlihat memalukan didepan para karyawan Arka.


Dengan rasa kesal yang Kinan dapat niat ingin menggoda Arka tapi yang ada dia dapat hanya rasa malu.


Setelah Kinan pergi dari ruangannya Arka menenangkan fikiran dan emosinya yang sejak tadi tidak bisa dia kontrol dan melanjutkan pekerjaannya kembali.


………


Hari menjelang sore Hana yang masih sibuk dengan pekerjaannya melihat jam yang ditangannya waktunya dia pulang.


Hana menyusun kembali kertas-kertas yang berserak dimejanya sambil memanggil dua pangerannya.


"Ghani, Ghava kemarilah ayo kita pulang."


Ghani dan Ghava yang sedang membaca buku mendengar panggilan Ayi nya langsung merapikan buku-buku nya.


"Iya Ayi kami datang." ucap keduanya.


Ghani dan Ghava keluar dari kamar yang dikhususkan untuk beristirahat menghampiri Hana.


" Ayo Ayi."


"Ayo sayang."


Ketiganya keluar dari kantor Hana dan berjalan menuju parkiran mobil. Hana yang ingat Khayra menyuruhnya untuk berbelanja langsung menjalankan mobilnya menuju supermarket.


"Kita pergi ke supermarket dulu ya sayang Mama kalian menyuruh Ayi belaja bahan untuk makan malam."

__ADS_1


"Iya Ayi."


Tidak menunggu lama Hana sampai di supermarket. Ketiganya masuk dan mengambil troli dan segera menuju kebagian sayur dan daging.


Setelah semua bahan yang diperlukan didapat ketiganya berjalan menuju kasir untuk membayarnya. setelah selesai mereka pergi dari sana dan pulang kerumah.


Khayra yang sedang menunggu kedatangan Hana dan kedua anaknya sesekali melihat kecermin melihat wajah dan matanya yang sudah tidak sembab lagi.


Tak lama suara klakson mobil terdengar dengan cepat Khayra membuka pintu yang terilah Hana dan anak-anaknya pulang.


"Mama..." ucap Ghava berlari dengan semangat sedangkan Ghani berjalan dengan santainya.


"Anak-anak Mama sudah pulang, ayo kita masuk." ucap Khayra tersenyum. Hana yang melihat wajah Khayra sembab seperti habis menangis hanya bisa diam.


" Sini Han, aku bantu bawak belanjaannya."


"Oh iya."


Mereka semua masuk kedalam rumah Khayra dan Hana menuju dapur untuk meletakan belanjaan yang tadi dibeli.


"Ghani, Ghava masuk lah kekamar terus mandi kita akan makan malam."


" Baik Maa." keduanya masuk kekamar untuk bersih-bersih.


Hana yang sedang ada didapur bersama Khayra pamit untuk membersihkan diri.


"Khay aku kekamar dulu ya mau mandi sudah gerah dan lengket ini badan."


"Oh oke Han biar aku yang memasak makan malamnya."


"Baik lah." Hana meninggalkan Khayra yang berada di dapur untuk membersihkan badannya.


Empat puluh lima menit Khayra sudah menyelesikan masakannya dan segera dia menyusun makananya dimeja makan.


Tak lama Ghani dan Ghava keluar dari kamarnya berjalan menuju ruang makan, begitu pun juga Hana yang sudah segar keluar dari kamarnya dan menuju meja makan.


Keempatnya menikmati makan malam mereka dengan nikmat tanpa ada satu pun yang bersuara hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


.


.


.


.


.


.


.


Hay teman-teman saya kembali setelah sekian lama tidak up, karena kesibukan skripsi saya jadi tidak sempat untuk up.


jadi dimaklumi saja untuk semua para readers ku jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi readers ku yang menjalankannya.


__ADS_2