
Malam semakin larut semua orang sudah terlelap dalam tidurnya berbeda dengan dua orang anak manusia yang masih betah membuka matanya.
Arka dan Khayra masih betah terjaga, entah apa yang mengganggu fikiran mereka saat ini.
Khayra sangat gelisah, sedari tadi dia menggerakkan badannya kekanan dan kekiri untuk mencari posisi tidur yang nyaman.
Khayra memikirkan ucapan Hana yang terus mengiyang difikirannya membuat Khayra terus memikirkannya.
Dan yang paling meresahkannya ucapan dari kedua anaknya yang membuat seketika hatinya sakit.
Flashback On
" Jadi bagai mana dengan dirimu Khay, apa kalian sudah memikirkan untuk menikah." tanya Hana yang langsung membuat raut wajah Khayra berubah.
" Aku tidak tau Han." ucapnya pelan.
Hana yang mengerti itu langsung mengelus bahu Khayra.
" Bicarakan lah kepadanya, jangan seperti ini kalian sudah memiliki anak tapi kalian tidak ada ikatan pernikahan."
" Iya aku tau Han, tapi sepertinya mas Arka tidak tertarik dengan itu."
" Bagai mana kau tau jika dia tidak tertarik tentang itu, apa kau sudah pernah menanyakan kepadanya."
" Tidak."
"Lalu."
__ADS_1
" Entahlah Han, aku hanya merasa dia tidak tertarik dengan hubungan yang seperti itu."
"Khay, kau jangan seperti ini, selalu menyimpulkan pendapat sendiri tanpa mencobanya, kau jangan egois lihat kedua anak-anakmu mereka butuh Papa mereka, pasti mereka ingin memiliki orang tua yang lengkap dan selalu hidup bersama mereka, tidak seperti ini mereka memiliki Papa tapi mereka tidak bisa tinggal bersama jadi apa bedanya mereka dengan lima tahun yang mereka lewati tanpa sosok seorang Ayah. Fikirkan lah kembali Khay dan bicarakan dengan tuan Arka."
" Tapi Han, dia tidak mencintai ku dan dia seperti itu hanya untuk bertanggung jawab kepada anak-anaknya." Khayra masih bersihkeras dengan pendapatnya.
" Apa kau mencintainya ?." ucapan Hana membuat Khayra terdiam dan tidak bisa menjawabnya.
" Tidak kan. jadi apa bedanya diri mu dengan tuan Arka, rasa cinta akan tumbuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu, aku berani bertaruh Tuan Arka mencintaimu sebelum dia mengetahui kau memberinya dua orang anak. Lebih baik kau bertanya kepadanya dan memperjelas hubungan kalian, jangan sakitin lagi hati anak-anak kalian karena kegoisan dan spekulasi-spekulasi yang tidak mendasar mu itu. Percayalah semuanya akan baik-baik saja."
Mendengar itu semua Khayra merasa apa yang diucapkan oleh Hana benar, dia tidak boleh egois dan menyimpulkannya sendiri tanpa berbicara terlebih dahulu.
Tapi didalam hati Khayra merasa takut, dia takut jika apa yang ia fikirkan akan terjadi Arka hanya mau bertanggung jawab hanya karena adanya anak-anak bukan pada dirinya.
Tapi dia tidak boleh berfikir seperti itu mereka harus membicarakan ini bersama-sama dan memperjelas status hubungan ini.
"Mama, kenapa kita tidak tinggal bersama dengan Papa ?." tanya Ghani.
" Iya Ma, kenapa kita tidak tinggal bersama, Ghava ingin kita tinggal bersama-sama seperti teman-temanku disekolah, mereka selalu bercerita jika mereka selalu tidur dengan kedua orang tua mereka setiap malam. Ghava juga ingin seperti itu Ma." Khayra yang mendengar ucapan kedua anaknya hanya bisa tersenyum tanpa menjawabnya karena dia juga tidak tau harus menjawab apa.
" Apa kalian sangat mencintai Papa ?."
" Tentu saja Ma, kami mencintai Papa dan juga Mama." ucap keduanya.
"Jika kalian mencintai Papa dan Mama, kalian berdoalah kepada Allah minta kepadanya agar keinginan kalian akan terwujud untuk kita bisa bersama-sama."
Flashback Off
__ADS_1
Ucapan dan permintaan dari Hana dan kedua anaknya mau gak mau Khayra harus membicarakan semua ini kepada Arka dia tidak mau menyakiti hati kedua anaknya dan ini juga untuk mempertanyakan status dirinya.
" Sepertinya besok aku harus membicarakan masalah ini kepada Mas Arka." ucap Khayra dan Khayra berangsur-angsur menutup matanya tertidur.
---^^---
Ditempat yang berbeda Arka sedang berbaring ditempat tidurnya dia menatap lagit-langit dikamarnya sambil memikirkan bagai mana caranya membuat momen lamarannya terlihat romantis untuk Khayra.
Flashback On
" Papi ingin kalian segera menikah nak, jadi kapan kamu akan membawa menantu dan Kedua cucu Papi itu kerumah dan meresmikan status kalian." ucap Papi Ali yang langsung dibalas senyuman oleh Arka.
" Papi tenang saja, Arka sudah memikirkan itu dan segera kami akan menikah."
"Bagus lah kalau kamu sudah memikirkannya, Papi tidak mau orang-orang yang tidak tau apa-apa akan mencelah dan mempertanyakan status Khayra dan kedua cucuku."
"Itu tidak akan terjadi Pi, Arka sudah menyusun semuanya dengan baik, tidak akan Arka biarkan orang lain menghina orang-orang yang Arka cintai."
"Baiklah nak, kau jagalah mereka baik-baik jangan sakiti mereka lagi, sudah cukup lima tahun itu mereka jalanin tanpa kamu disisi mereka sekarang buatlah dia dan kedua cucu ku bahagia."
Papi Ali menasehati seperti itu karena dia juga tau bagaimana berjuangan Khayra menghadapi semua itu sendirian, Hamil tanpa adanya Ayah dari sang anak dan cemohan-cemohan dari orang lain yang selalu menghujaninya dan melebelnya dengan sebutan wanita hina.
" Baiklah Pi."
Flashback Off
" Tunggulah besok sayang, akan aku buat lamaran itu menjadi momen yang tidak akan terbayangkan oleh mu."
__ADS_1
Arka tersenyum membayangkan seperti apa jadinya lamaran tersebut hingga dirinya tidak sabar ingin segera malam ini berlalu dan dia juga tidak sabar ingin menjadikan Khayra pendamping hidupnya.