
Dengan langkahnya yang anggun wanita itu berjalan mendekati meja lukman.
" Sayang makan siang telah siap." ucap wanita itu sambil tersenyum manis.
" Baiklah." keduanya berjalan keluar dari ruang kerja Lukman dan menuju meja makan.
Keduanya menikmati makan siang tanpa andanya pembicaraan hanya suara dentingan sendok dan gartu saling beradu yang terdengar.
Wanita itu melirik Lukman yang terlihat raut wajahnya yang tidak bersahabat. Dengan sedikit keberanian wanita itu bertanya kepada Lukman.
" Sayang ada apa, kau terlihat sedang kesal."
" Tidak ada apa-apa. Aku hanya sedang banyak pekerjaan." ucap Lukman tanpa mengalihkan pandangan dari maknannya.
" Apa kau yakin."
"Iya. Oh iya hari ini bereskan semua barang-barang mu kita akan meninggalkan rumah ini." wanita tersebut terlihat bingung .
" Mau kemana kita." tanya wanit itu.
" Kita akan tinggal di Kota M."
" Apa Kota M." wanita itu terkejut dan ada sedikit senyum disana, terlihat dia sangat senang dan Lukman melihat itu, dia membanting sendok dan garpu yang di pejang dengan keras yang membuat wanita itu terkejut.
" Ada apa kau tersenyum seperti itu, apa kau senang karena akan bertemu dengan anakmu." ucap Lukman dengan tatapan tajam seperti ingin membunuh lawan bicaranya.
Seketika rasa takut mendatangi wanita itu, Tubuhnya seketika bergetar kala Lukman menatapnya tajam.
" Ti..Tidak bukan seperti itu." Dengan gugup dan sedikit keberanian wanita itu menjawab.
" Benarkah." ucap Lukman dan wanita itu hanya menganggukan kepalanya dan seketika Lukman menarik rambut belakang wanita itu dengan kasar yang membut wanita itu meringis kesakitan.
" Dengar, Kau bukanlah Ibunya, Kau hanya wanita yang menyamar menjadi Ibunya jadi jangan pernah berfikir kalau kau sekarang menjadi seorang Ibu, Camkan itu." ucap Lukman sambil melepas cengkramannya dengan kasar dan pergi dari sana.
Ada setetes air mata yang keluar dari mata wanita itu, entahlah entah kenapa dia merasa sakit dengan ucapan suaminya itu, Ya memang benar dia bukanlah seorang Ibu dia bahkan tidak pernah melahirkan seorang anak.
Setelah kepergian suaminya wanita itu juga pergi dari meja makan dan masuk kekamarnya untuk membereskan barang-barangnya sesuai perintah suaminya.
.
Di tempat lain Mobil mewah berhenti didepan rumah minimalis yang terlihat sunyi.
Ghani dan Ghava turun dari mobil itu bersama dengan kedua orang tuanya. Dengan kegembiraan yang terpancar diwajah kembar identik itu.
Seperti biasa keduanya berlari dan berteriak memanggil Ayi Hana mereka.
__ADS_1
" Ayi..Ayi..Ayi..." ucap keduanya.
Dan seketika pintu rumah itu terbuka dan terlihat Hana keluar dari rumah itu.
Dengan senyum yang merekah Hana merentangkan tangannya dan sedetik kemudian Ghani dan Ghava sudah berada dipelukan Hana.
Rasa rindu yang Hana rasakan kini telah terobati, entah mengapa rasa rindu itu sangat besar dengan tidak adanya sikembar dirumahnya membuat dirinya terasa kesepian tidak ada canda tawa yang biasanya terdengar dirumahnya itu.
" Aaaa Ayi kangen sekali dengan kalian berdua." ucap Hana yang masih memeluk tubuh dua anak laki-laki tanpan itu.
" Kami juga sangat merindukan Ayi."
Arka dan Khayra yang masih berdiri dibelakang sikembar hanya tersenyum melihat momen itu. Hana yang menyadari Arka dan Khayra sedang melihatnya melepaskan pelukannya dan mempersilahkan masuk.
" Ayo kita masuk, Tuan Arka silahkan masuk dulu." ucap Hana
" Ah tidak usah Nona Hana saya hanya mengantar Khayra dan kedua anak saya saja."
" Oh begitu baiklah."ucap Hana.
Arka kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan kedua anaknya untuk berpamitan.
"Sayang, Papa pulang dulu ya jangan nakal dan dengar apa kata Mama dan Ayi kalian, Oke besok Papa akan menjemput kalian pergi sekolah." ucap Arka sambil mengelus surai kedua anaknya itu.
" Baik Pa." ucap Ghani dan Ghava, keduanya juga memberikan ciuman dikedua pipi Arka.
Arka berdiri dan berpamitan kepada Khayra dan Hana.
" Baiklah, Hati-hati Mas." ucap Khayra.
Arka berjalan meninggalkan rumah Hana dan menuju mobilnya. Setelah Terlihat mobil itu sudah berjalan menjauhi rumah, Hana menyuruh Khayra dan sikembar untuk masuk kedalam.
" Ayo kita masuk, Ayi ingin mendengar cerita kalian selama dirumah Papa kalian."
"Oke Ayi." mereka semua masuk kedalam rumah dan sekarang rumah yang kemarin terasa sunyi kini menjadi ramai kembali.
.
Dikediaman Khaleed. Papi Ali, Mami Alin dan juga Endri sedang bersantai sambil menonton acara yang ditangkan di Tv beda dengan Endri yang sedang asik main game dihp nya.
Mami Alin melirik anak laki-lakinya yang sedang asik sendiri itu.
"End, sudah berapa lama kamu jomblo." ucap Mami Alin yang membuat Endri terkejut begitu juga dengan Papi Alin yang juga langsung mengalihkan pandangannya kearah istrinya itu.
" Maksud Mami." ucap Endri.
__ADS_1
" Maksud Mami kapan kamu punya kekasih masih betah aja kamu jomblo."
" Iiii Mami Endri tidak jomlo loh Endri sudah ada seseorang yang Endri suka." ucap Endri.
" Oh ya siapa dia, kenapa tidak pernah kamu ajak dia kerumah." ucap Mami Alin senang.
" Mmm... belum bisa Mi."
" Kenapa."
"Mmm... itu Mi.." Endri bingung harus menjawab apa karena gadis yang dia suka tidak tau apa gadis itu juga menyukainya.
"Itu apa ? jawab yang benar." ucap Mami Alin yang mulai tidak sabar mengetahui siapa gadis yang anaknya suka itu.
" Mmm... Itu Mi Endri tidak tau apa dia juga menyukai ku atau tidak." ucapan Endri membuat Mami Alin menjadi bingung.
" Maksudnya gimana, bukannya kamu menyukai gadis itu tapi kenapa kamu tidak tau apa gadis itu menyukaimu juga." Endri terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Maminya itu
" Sayang, ayo cerita sama Mami jangan dipendam sendiri." ucap Mami Alin saat anaknya itu terlihat sedang galau.
Endri melihat kearah Maminya dan seketika itu dia langsung memeluk Maminya itu dan menceritakan semua keresahan yang ada dihatinya.
" Mami Endri sangat menyukainya, Endri menyukainya saat pertama kali Endri bertemu dengannya. Dia sangat cantik dan juga baik, dia juga tau siapa Endri sebenarnya, tapi Endri tidak tau apakah dia juga menyukai Endri."
" Apa kamu sudah mengungkapkan perasaanmu." Endri langsung menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu belum mengungkapkan perasaan mu bagai mana kamu tau kalau dia juga menyukai mu atau tidak." ucap Papi Ali yang dari tadi menyimak obrolan Anak dan Istrinya itu.
" Endri takut Pi, Endri takut dia menolak Endri tapi Endri juga ingin memilikinya." Mami Alin mebuang nafasnya dengan kasar dia tidak menyangka hati Anaknya yang satu ini seperti hello kitty.
Endri yang selama ini terlihat dingin dan kaku tidak menyangka kalau hatinya terlihat rapuh.
Dia takut mendapatkan penolakan karena ini baru pertama kalinya dia mengenal apa itu cinta dan ini juga untuk pertama kalinya dia jatuh cinta kepada seorang gadis.
" Jadi siapa gadis yang membuat hati anak Mami ini galau." ucap Mami Alin sambil mengelus rambut Endri.
" Gadis itu adalah..." Endri belum menyeleselesai ucapannya saat mendengar suara ribut-ribut dihalaman rumah.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Halo semua para Readers saya kembali maaf jika upnya sangat-sangat terlambat, hari ini saya akan up dua episode jadi jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like, Comment dan Vote sebanyak-banyaknya agar saya semangat up setiap harinya.